HaiBunda

MOM'S LIFE

Waspadai 5 Gejala Diabetes yang Muncul di Malam Hari

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jan 2024 21:55 WIB
Waspadai 5 Gejala Diabetes yang Muncul di Malam Hari/Foto: Getty Images/iStockphoto/molishka1988

Diabetes dikenal sebagai ‘silent killer’ karena gejalanya seringkali tidak disadari atau dianggap enteng. Padahal penyakit ini sangat berbahaya dan mengkhawatirkan.

Diabetes termasuk penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Gejala diabetes tak hanya mengganggu aktivitas siang hari tapi juga istirahat malam hari.

Gejala-gejala diabetes bisa mengusik tidur Bunda di malam hari sehingga menjadi kurang berkualitas. Mengenali gejala diabetes sejak dini sangatlah penting untuk mencegah komplikasi serius.


Untuk itu, Bunda perlu menyadari gejala diabetes yang sering muncul pada malam hari. Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut gejala diabetes yang sering muncul di malam hari.

Gejala diabetes malam hari

1. Sering buang air kecil terutama malam hari (Nokturia)

Salah satu gejala diabetes yang paling umum adalah buang air kecil yang sering, termasuk di malam hari. Kondisi ini disebut nokturia. 

Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal berusaha mengeluarkan glukosa ekstra dari tubuh melalui urine sehingga Bunda lebih sering buang air kecil. Hal ini bisa mengganggu tidur nyenyak dan membuat Bunda terbangun berkali-kali.

2. Rasa haus yang ekstrem (Polidipsia)

Sering buang air kecil di malam hari tentu membuat tubuh kehilangan cairan. Akibatnya, Bunda akan merasa haus yang berlebihan bahkan saat tengah malam. Rasa haus ini bisa membangunkan Bunda dan mengganggu tidur.

3. Kelelahan dan sulit tidur

Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh kesulitan memanfaatkan energi dari makanan. Gula darah tinggi juga dapat mengganggu hormon tidur dan mempengaruhi siklus tidur Bunda. 

Hal ini bisa menyebabkan Bunda merasa lemas dan kelelahan, termasuk saat malam hari. Akibatnya, Bunda jadi sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur gelisah dan tidak nyenyak. 

Gangguan tidur ini makin memperparah kondisi diabetes, jadi siklus ini harus diputus.

4. Mudah lapar dan mengidam di malam hari

Meskipun sudah makan malam, Bunda masih merasa lapar dan sering mengidam di malam hari? Ini bisa menjadi gejala diabetes.

Insulin yang tidak bekerja dengan baik membuat sel-sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa dengan efektif. Hal tersebut membuat Bunda merasa lapar dan kekurangan energi bahkan pada waktu malam.

5. Penglihatan Kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi pembuluh darah mata dan menyebabkan lensa mata membengkak. Akibatnya, penglihatan Bunda menjadi kabur.

Penglihatan kabur ini bisa membuat Bunda kesulitan membaca, menonton televisi, atau beraktivitas lain sebelum tidur. Gejala seperti penglihatan kabur, bintik-bintik di mata, dan kesulitan melihat dalam cahaya redup bisa menjadi tanda diabetes yang perlu diwaspadai.

Jika Bunda mengalami beberapa gejala di atas, khususnya secara rutin di malam hari, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan gula darah dan diagnosis diabetes. Semakin cepat diabetes terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan saraf, mata, ginjal, dan jantung.

Tipe diabetes

Gejala diabetes tipe 1

Orang yang menderita diabetes tipe 1 mungkin juga mengalami mual, muntah, atau sakit perut. Diabetes tipe 1 dapat didiagnosis pada usia berapa pun dan gejalanya dapat berkembang hanya dalam beberapa minggu atau bulan dan bisa menjadi parah.

Gejala diabetes tipe 2

Gejala diabetes tipe 2 seringkali memerlukan waktu beberapa tahun untuk berkembang. Beberapa orang tidak merasakan gejala apa pun. 

Diabetes tipe 2 biasanya dimulai saat Bunda dewasa, meskipun semakin banyak anak-anak dan remaja yang mengidapnya. Karena gejalanya sulit dikenali, penting untuk mengetahui faktor risiko diabetes tipe 2. 

Gejala diabetes gestasional

Diabetes gestasional (diabetes saat hamil) biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun. Jika Bunda hamil, dokter harus melakukan tes diabetes gestasional pada usia kehamilan 24 dan 28 minggu. 

Jika diperlukan, Bunda dapat melakukan perubahan untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan bayi dalam kandungan.

Tips menjaga kualitas tidur penderita diabetes

  • Perhatikan pola makan dan hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat sebelum tidur.
  • Berolahraga secara rutin, namun hindari olahraga berat menjelang tidur.
  • Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan gelap.
  • Hindari konsumsi kafein dan alkohol sebelum tidur.
  • Kelola stres dengan relaksasi dan meditasi.

Dengan mengenali gejala-gejala diabetes yang muncul di malam hari dan menerapkan tips menjaga kualitas tidur, Bunda dapat hidup lebih nyaman serta sehat meski mengidap diabetes.

Ingat, diabetes bukan akhir dari segalanya. Dengan diagnosis dini, penanganan yang tepat, dan perubahan gaya hidup, Bunda tetap bisa menjalani hidup normal dan berkualitas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fia/fia)

Simak video di bawah ini, Bun:

Selain Wortel, Ini 5 Jus Buah yang Baik untuk Kesehatan Mata

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Parenting Kinan

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

Kehamilan Amrikh Palupi

Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK