MOM'S LIFE
3 Kebiasaan Buruk yang Rusak Kesehatan Mental di Usia Muda Menurut Penelitian
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 12 Dec 2025 22:00 WIBTahukah Bunda? Menjaga kesehatan mental yang baik sangat penting untuk menjalani kehidupan yang memuaskan di dunia serba cepat ini. Namun, banyak orang tanpa sadar terlibat dalam kebiasaan buruk dan perilaku yang merugikan diri sendiri, yang dapat merusak kesejahteraan mental mereka.
Sejumlah kebiasaan yang sering dianggap tidak berbahaya itu dapat menyebabkan kecemasan, stres, gugup, dan bahkan depresi. Memahami perilaku merugikan ini adalah langkah pertama menuju perubahan positif.
3 Kebiasaan buruk yang merusak kesehatan mental di usia muda
Menangani pilihan gaya hidup yang merugikan, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik, sejak dini sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan masa tua yang sehat dan memuaskan.
Dilansir dari laman Scitechdaily, sebuah penelitian yang diterbitkan di Annals of Medicine. Penelitian tersebut menemukan bahwa perilaku seperti merokok berkaitan dengan penurunan kesehatan mental dan fisik yang dimulai sejak usia 36 tahun.
Dampaknya terutama terasa ketika kebiasaan-kebiasaan ini berlanjut selama bertahun-tahun, menurut tim peneliti Finlandia yang terlibat dalam studi ini.
Penelitian mereka memantau kesehatan beberapa ratus partisipan selama periode 30 tahun, menawarkan salah satu pandangan jangka panjang terlengkap hingga saat ini.
Meskipun studi-studi sebelumnya biasanya mengamati individu dari usia paruh baya ke atas, biasanya dalam rentang waktu sekitar 20 tahun, studi baru ini menonjol karena dimulai pada awal masa dewasa.
Studi ini juga secara unik mengeksplorasi bagaimana pilihan gaya hidup ini memengaruhi tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental seiring waktu.
Dampak pada kesehatan fisik
Penelitian itu mengungkap bahwa individu yang terlibat dalam ketiga perilaku tidak sehat tersebut pada suatu titik waktu tertentu memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.
Secara khusus, dibandingkan dengan individu yang lebih sehat:
- Gejala depresi meningkat sebesar 0,1 poin
- Skor risiko metabolik naik sebesar 0,53 poin
- Kesejahteraan psikologis menurun sebesar 0,1 poin
- Penilaian kesehatan diri sendiri turun sebesar 0,45 poin
Skala yang digunakan:
- Gejala depresi dan kesejahteraan psikologis: 1 hingga 4
- Penilaian kesehatan diri: 1 sampai 5
- Skor risiko metabolik: 0 hingga 5
Keterlibatan jangka panjang dalam ketiga perilaku berisiko tersebut dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk:
- Gejala depresi meningkat sebesar 0,38 poin
- Risiko metabolik meningkat sebesar 1,49 poin
- Kesejahteraan psikologis turun sebesar 0,14 poin
- Penilaian kesehatan diri sendiri menurun sebesar 0,45 poin
Dampak khusus perilaku
Kurangnya olahraga khususnya dikaitkan dengan kesehatan fisik yang buruk, merokok terutama dikaitkan dengan kesehatan mental yang buruk, dan konsumsi alkohol berlebihan dikaitkan dengan penurunan kesehatan mental dan fisik. Efeknya terlihat saat peserta berusia pertengahan 30-an.
“Penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan kanker menyebabkan hampir tiga perempat kematian di seluruh dunia,” ujar penulis utama Dr. Tiia Kekalainen, seorang ilmuwan kesehatan yang memiliki minat khusus di bidang penuaan.
“Namun, dengan menjalani gaya hidup sehat, seseorang dapat mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit ini dan mengurangi kemungkinan kematian dini,” sambungnya.
Temuan ini menyoroti pentingnya mengatasi perilaku kesehatan berisiko, seperti merokok, minum alkohol berlebihan, dan kurang aktivitas fisik, sedini mungkin untuk mencegah kerusakan yang ditimbulkannya menumpuk selama bertahun-tahun, yang berujung pada kesehatan mental dan fisik yang buruk di kemudian hari.
Nah, itulah beberapa kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan mental dan fisik Bunda. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Idap Penyakit Langka, Remaja Ini Tetap Berjuang Hidup
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Kebiasaan Penyebab Asam Urat, Sepele tapi Sering Dilakukan
9 Kebiasaan yang Ternyata Bisa Mengganggu Kesehatan Mental
Ingin Jadi Orang Kaya dan Sukses? Coba Hentikan 10 Kebiasaan Buruk Ini Ya
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Membalas WhatsApp dengan Cepat
Terpopuler: Rumah Paling Unik hingga Aneh di Dunia
5 Potret Anak Sambung Bella Saphira yang Bikin Pangling dan Tuai Pujian
Potret Seru Anak Artis saat Libur Lebaran Bareng Keluarga
Tanggapan Marshanda saat Anak Putuskan Lepas Hijab: Aku Hormati Proses Sienna
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bumbu Dapur Sachet, Bikin Masak Menu Lebaran Lebih Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Cushion untuk Kulit Berminyak yang Bikin Make-up Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
17 Film Bioskop Terbaru April 2026 dari Indonesia hingga Hollywood
9 Doa Hubungan Suami Istri Langgeng, Harmonis, Bahagia & Cepat Hamil
5 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Membalas WhatsApp dengan Cepat
Terpopuler: Rumah Paling Unik hingga Aneh di Dunia
5 Potret Anak Sambung Bella Saphira yang Bikin Pangling dan Tuai Pujian
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Anji Merasa Tenang Bisa Temani Ibu di Masa Terakhir Sebelum Wafat
-
Beautynesia
3 Zodiak yang Selalu Bangun Pagi untuk Produktivitas yang Maksimal
-
Female Daily
Mau Diet Setelah Lebaran? Ini 5 Pertanyaan Penting ke Dokter Gizi
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral! Bukan Kue Kering, Pria Ini Bagikan Hampers Lebaran 1 Galon Air Mineral
-
Mommies Daily
Cara Mengembalikan Keintiman Hubungan Suami Istri yang Mulai Renggang, selain Seks