Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bunga Telang, Si Cantik Berwarna Biru dengan Segudang Manfaat

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 19 Sep 2026 21:30 WIB

Clitoria ternatea or Aparajita flower of Indian subcontinent
Ilustrasi bunga telang / Foto: Getty Images/bdspn
Daftar Isi

Bunda punya bunga telang di rumah? Simak lebih dalam mengenai tanaman bunga telang yang punya segudang manfaat.

Bunga telang dikenal sebagai tanaman merambat dengan warna biru yang khas. Tak hanya mempercantik pekarangan, bunga ini juga sering dimanfaatkan sebagai bahan minuman, pewarna alami makanan, hingga bahan dalam pengobatan tradisional.

Popularitas bunga telang pun semakin meningkat. Bunga yang dapat digunakan dalam kondisi segar maupun dikeringkan ini mulai banyak dijual dan diolah menjadi berbagai sajian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di balik tampilannya yang menarik, bunga telang juga mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang membuatnya menarik perhatian dalam berbagai penelitian. Dalam pengobatan tradisional, hampir seluruh bagian tanaman telang, mulai dari akar, daun, hingga bunganya, telah lama dimanfaatkan.

Berbagai manfaat tersebut tidak semuanya telah dibuktikan melalui penelitian pada manusia. Sejumlah studi yang ada masih dilakukan menggunakan hewan percobaan, kultur sel, atau ekstrak dengan konsentrasi tertentu.

Manfaat bunga telang untuk kesehatan

Mari pahami lebih lanjut mengenai manfaat bunga telang seperti yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan.

1. Kaya antioksidan

Salah satu alasan bunga telang banyak diteliti adalah kandungan polifenolnya. Kelompok senyawa tersebut termasuk komponen metabolit sekunder tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan.

Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari dampak stres oksidatif yang terjadi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk menetralisirnya. Penelitian terhadap ekstrak bunga telang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan melalui beberapa mekanisme, termasuk menangkal radikal bebas dan menghambat proses oksidatif tertentu.

2. Berpotensi membantu mengontrol gula darah

Bunga telang juga menarik perhatian dalam penelitian terkait diabetes. Sejumlah percobaan pada hewan menunjukkan ekstrak bunga telang memiliki aktivitas hipoglikemik atau berpotensi menurunkan kadar gula darah.

Dalam salah satu penelitian, tikus percobaan yang diberikan ekstrak air bunga telang secara oral mengalami penurunan glukosa serum dan glikosilasi hemoglobin. Penelitian tersebut juga menemukan perubahan pada kadar insulin serta cadangan glikogen di jaringan tertentu.

Meski hasilnya menjanjikan, temuan dari penelitian pada hewan tidak bisa langsung disamakan dengan efek yang akan terjadi pada manusia. Oleh sebab itu, bunga telang belum dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan diabetes yang telah diresepkan dokter.

3. Berpotensi dengan pengelolaan kolesterol

Selain gula darah, penelitian mengenai bunga telang juga mencakup metabolisme lemak. Salah satu aspek yang diteliti adalah kemampuannya dalam memengaruhi pembentukan sel lemak atau adipogenesis.

Dalam penelitian pada hewan, pemberian ekstrak bunga telang dikaitkan dengan penurunan kadar trigliserida dan kolesterol total serta peningkatan kolesterol HDL. Temuan ini membuat bunga telang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan pangan fungsional.

Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih luas untuk mengetahui apakah efek serupa dapat diperoleh melalui konsumsi bunga telang dalam jumlah yang biasa digunakan sebagai minuman atau makanan?

4. Punya potensi antikanker

Kandungan bioaktif bunga telang juga menjadi perhatian dalam penelitian kanker. Beberapa studi laboratorium menemukan ekstrak bunga telang dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker tertentu.

Penelitian terhadap lini sel kanker laring  menunjukkan adanya aktivitas antiproliferatif dari ekstrak bunga telang. Studi lain juga menemukan ekstrak tersebut berpotensi menghambat angiogenesis, yakni proses pembentukan pembuluh darah baru yang dapat mendukung pertumbuhan tumor.

Ada pula penelitian yang mengamati pengaruh ekstrak bunga telang terhadap faktor yang berkaitan dengan hipoksia dan pembentukan pembuluh darah. Namun hasil penelitian kultur sel atau hewan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa mengonsumsi bunga telang dapat mencegah atau mengobati kanker pada manusia.

5. Punya aktivitas anti-inflamasi

Peradangan merupakan bagian dari respons tubuh ketika menghadapi cedera, iritasi, maupun patogen. Jika berlangsung secara berlebihan atau terus-menerus, proses inflamasi dapat berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Ekstrak bunga telang telah diteliti karena menunjukkan aktivitas anti-inflamasi. Salah satu penelitian menggunakan lini sel makrofag RAW 264.7 dan menemukan bahwa ekstrak bunga telang dapat menekan produksi sejumlah mediator yang berhubungan dengan proses peradangan.

Hasil ini menunjukkan peluang pemanfaatan bunga telang sebagai bahan nutrasetikal. Namun penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya pada manusia.

6. Berpotensi membantu melawan mikroorganisme

Bunga telang juga memiliki aktivitas antimikroba dalam sejumlah penelitian laboratorium. Ekstraknya diketahui menunjukkan aktivitas terhadap berbagai mikroorganisme, baik bakteri gram positif, bakteri gram negatif, maupun fungi.

Beberapa bakteri yang pertumbuhannya dapat dihambat dalam penelitian antara lain Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Ekstrak bunga telang juga diteliti terhadap sejumlah bakteri lain, termasuk beberapa bakteri yang menghasilkan enzim extended-spectrum beta-lactamase (ESBL).

Menariknya, efektivitas antimikroba tersebut dapat berbeda bergantung pada pelarut yang digunakan ketika mengekstraksi bunga. Ini berarti hasil penelitian terhadap ekstrak tertentu tidak berarti konsumsi seduhan bunga telang memiliki efek antibakteri yang sama.

7. Berpotensi melindungi hati

Khasiat lain yang pernah diteliti adalah efek hepatoprotektif atau potensi perlindungan terhadap kerusakan hati. Penelitian pada tikus menggunakan kondisi kerusakan hati yang dipicu pemberian asetaminofen secara berlebihan.

Tikus yang memperoleh ekstrak bunga telang menunjukkan perubahan pada sejumlah indikator kerusakan hati, termasuk enzim aspartat aminotransferase (AST), alanin aminotransferase (ALT), bilirubin, dan glutation. Pemeriksaan jaringan juga digunakan untuk melihat kondisi hati setelah perlakuan.

Temuan memberikan gambaran awal mengenai potensi hepatoprotektif bunga telang. Namun penelitian pada manusia tetap diperlukan sebelum manfaat dapat dipastikan dalam penggunaan sehari-hari.

8. Secara tradisional digunakan untuk berbagai masalah kesehatan

Jauh sebelum banyak diteliti secara ilmiah, bunga telang telah digunakan dalam tradisi pengobatan India. Tanaman ini secara tradisional dikaitkan dengan berbagai kegunaan, termasuk untuk insomnia, gangguan pencernaan, sembelit, rematik, bronkitis, asma, demam, masalah kulit, hingga gangguan tertentu pada saluran kemih.

Beberapa sumber pengobatan tradisional juga menyebutkan penggunaannya untuk membantu menstruasi, obat cacing, pencahar, diuretik, serta untuk sejumlah keluhan lainnya. Namun klaim tradisional tersebut perlu dibedakan dari manfaat yang telah memperoleh dukungan bukti ilmiah.

Bunga telang memang memiliki berbagai potensi menarik, namun masih dibutuhkan penelitian klinis yang lebih mendalam untuk memastikan manfaat kesehatan di atas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda