HaiBunda

MOM'S LIFE

Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Perut Rata, Mitos atau Fakta?

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Kamis, 24 Sep 2026 10:49 WIB
Ilustrasi minum kopi/ Foto: Getty Images/lielos

Bunda rutin minum kopi setiap hari? Benarkah bisa membuat perut rata? Simak faktanya di sini.

Kopi menjadi salah satu minuman yang sulit dipisahkan dari rutinitas banyak orang. Selain membantu tubuh terasa lebih segar, minuman berkafein ini juga sering dikaitkan dengan metabolisme dan pengelolaan berat badan.

Tak sedikit pula yang menganggap rutin minum kopi bisa membantu membuat perut terlihat lebih rata. Anggapan tersebut ternyata memiliki sedikit dasar ilmiah, meski bukan berarti minum kopi secara otomatis dapat menghilangkan lemak perut.


Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan komposisi tubuh semakin baik, termasuk jumlah lemak visceral yang lebih rendah dan massa otot rangka lebih tinggi. Bahas lebih lanjut mengenai kaitan minum kopi dan perut rata.

Rutin minum kopi bisa bikin perut rata

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition mengamati hubungan antara konsumsi kopi dengan berbagai indikator kesehatan kardiometabolik. Salah satu temuan yang menarik adalah peserta mengonsumsi kopi dalam jumlah lebih tinggi cenderung memiliki total lemak dan lemak visceral lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Lemak visceral merupakan lemak yang tersimpan di sekitar organ-organ dalam perut. Jenis lemak ini berbeda dengan lemak yang berada tepat di bawah kulit dan berkaitan dengan berbagai masalah metabolisme.

Menariknya, perbedaan komposisi tubuh tersebut ditemukan meskipun peserta dengan konsumsi kopi tinggi dan rendah dapat memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang serupa. Luca Verroest, peneliti doktoral dari University of Oulu, Finlandia, sekaligus penulis utama penelitian, mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan BMI saja belum tentu menggambarkan komposisi tubuh seseorang secara menyeluruh.

“Orang dengan BMI yang sama dapat memiliki jumlah lemak dan otot yang sangat berbeda. Temuan kami menunjukkan bahwa peminum kopi secara rutin memiliki profil yang relatif lebih ramping dengan lemak total dan visceral yang lebih rendah serta massa otot rangka yang lebih tinggi,” ujar Verroest dilansir dari Medical News Today.

Tidak langsung membuat perut rata

Meski hasil penelitian terdengar menjanjikan, bukan berarti kopi dapat dianggap sebagai minuman peluntur lemak perut. Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dan sejumlah indikator kesehatan metabolik.

Dengan kata lain, penelitian belum membuktikan bahwa kopi secara langsung menyebabkan berkurangnya lemak visceral. Ada kemungkinan faktor lain dalam gaya hidup peminum kopi turut berperan terhadap kondisi tubuh mereka.

Verroest juga menekankan bahwa hubungan tersebut tidak dapat diartikan sebagai bukti bahwa kopi secara langsung memperbaiki proses metabolisme.

“Ini merupakan penelitian observasional sehingga menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa kopi menyebabkan perubahan,” kata Verroest.

Ada hubungan dengan metabolisme tubuh

Selain komposisi tubuh, para peneliti menemukan bahwa konsumsi kopi yang lebih tinggi berkaitan dengan kadar asam amino rantai bercabang atau branched-chain amino acids (BCAA) yang lebih rendah dalam darah. BCAA merupakan salah satu penanda yang telah dikaitkan dengan kesehatan kardiometabolik.

Kadar BCAA yang lebih tinggi sebelumnya diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Namun temuan penelitian ini belum dapat menjelaskan apakah kopi secara langsung menyebabkan perubahan kadar BCAA atau hubungan tersebut muncul karena faktor metabolik lainnya.

“Kopi bukan sumber BCAA yang berarti sehingga temuan ini bukan tentang kopi menambahkan atau menggantikan asam amino dalam pola makan. Hubungan antara konsumsi kopi yang lebih tinggi dan kadar BCAA yang lebih rendah merupakan hal menarik, tapi sebagai temuan korelasional, penelitian ini tidak dapat memastikan apakah kopi secara langsung meningkatkan proses pembersihan BCAA atau hanya berkaitan dengan kesehatan metabolik yang lebih baik karena alasan lain,” jelas Verroest.

Efek kopi bisa berkaitan dengan nafsu makan

Mir Ali, MD, ahli bedah bariatrik dan direktur medis MemorialCare Surgical Weight Loss Center di Orange Coast Medical Center, Amerika Serikat, mengatakan hasil penelitian sejalan dengan sejumlah temuan sebelumnya mengenai kafein dan pengelolaan berat badan.

Menurutnya, kafein kemungkinan memiliki sejumlah efek yang secara bersama-sama dapat memengaruhi komposisi tubuh. Salah satunya efek ringan terhadap nafsu makan, selain kemungkinan adanya stimulasi terhadap metabolisme.

"Dalam penelitian ini, kopi menunjukkan adanya stimulasi terhadap fungsi hormonal. Jadi, kemungkinan manfaat tersebut merupakan kombinasi dari berbagai faktor yang dapat memengaruhi lemak visceral dan manfaat lainnya,” kata Ali.

Meski demikian, Ali menilai tidak ada satu pendekatan yang dapat diterapkan secara sama kepada semua orang untuk memperbaiki berat badan dan kesehatan. Oleh sebab itu, penelitian mengenai berbagai faktor yang berpotensi membantu kesehatan metabolik tetap diperlukan.

Hormon pada pria menunjukkan pola berbeda

Penelitian juga menemukan pola hormon yang berbeda pada peserta pria yang terbiasa mengonsumsi kopi. Konsumsi kopi yang lebih tinggi dikaitkan dengan perubahan pada kadar testosteron dan sex hormone-binding globulin (SHBG).

Menurut Verroest, pola tersebut menarik karena testosteron dan SHBG sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Temuan hormonal itu muncul bersamaan dengan profil glukosa dan insulin yang lebih baik pada peserta pria.

“Kopi tampaknya meninggalkan jejak yang dapat diukur pada metabolisme dan hormon tubuh, dan jejak terlihat berbeda pada laki-laki dibandingkan perempuan,” ujar Verroest.

Temuan masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini belum dapat memastikan bagaimana kopi atau kandungan tertentu di dalamnya dapat memengaruhi sistem hormonal maupun metabolisme tubuh.

Jenis kopi juga menjadi pertimbangan

Monique Richard, MS, RDN, LDN, FAND, IFNCP, ahli gizi diet terdaftar sekaligus pemilik Nutrition-In-Sight, mengingatkan bahwa kopi sebaiknya tidak dipandang sebagai satu-satunya faktor yang menentukan komposisi tubuh.

Richard yang tidak terlibat dalam penelitian menjelaskan bahwa kopi merupakan minuman dengan komponen kimia yang kompleks.

“Kopi merupakan makanan yang secara kimiawi kompleks dan mengandung kafein, asam klorogenat, trigonelin, serta senyawa bioaktif lainnya. Respons biologisnya dapat bergantung pada keseluruhan komponen kopi, bukan hanya kafein. Kemungkinan tidak ada satu senyawa kopi yang menjadi satu-satunya penyebab,” kata Richard.

Ia juga menekankan bahwa bentuk kopi yang dikonsumsi perlu diperhatikan. Kopi hitam tanpa tambahan gula tentu berbeda dari minuman kopi yang mengandung banyak sirup, gula, krimer, atau lemak jenuh.

“Kopi seduh tanpa tambahan apa pun secara metabolik sangat berbeda dari minuman kopi 500 kalori yang dipenuhi gula tambahan, sirup, dan lemak jenuh. Kita perlu mempertimbangkan jenis kopi, jumlah yang dikonsumsi, waktu meminumnya, serta bahan apa saja yang ditambahkan,” saran Richard.

Jadi, benarkah kopi bisa membuat perut rata?

Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi berhubungan dengan jumlah lemak visceral yang lebih rendah dan komposisi tubuh yang baik. Namun belum ada bukti bahwa minum kopi saja dapat membuat perut rata atau secara langsung membakar lemak di area perut.

Kopi lebih tepat ditempatkan sebagai salah satu bagian kecil dari pola hidup sehat, bukan sebagai solusi tunggal untuk mengecilkan lingkar perut. Richard menyarankan agar konsumsi kopi tetap berjalan beriringan dengan asupan protein yang cukup, makanan kaya serat, latihan kekuatan, aktivitas fisik, tidur yang memadai, dan pengelolaan stres.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Diet Mediterania Kembali Jadi Diet Paling Sehat di Dunia, Ini Alasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gracia Indri Ditemani Suami Bule Lihat Konser BIGBANG di Paris, Intip Keseruannya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Cerita Deby Sagita Jalani Kehamilan, Punya Support System dan Batasi Media Sosial

Kehamilan Amira Salsabila

Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Perut Rata, Mitos atau Fakta?

Mom's Life Arina Yulistara

Jangan Ucapkan 5 Kalimat Toxic Ini pada Anak, Bunda Perlu Tahu

Parenting Kinan

Ciri Orang Empati Tinggi dan Berpikir Logis, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang Empati Tinggi dan Berpikir Logis, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini

7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda

Cerita Deby Sagita Jalani Kehamilan, Punya Support System dan Batasi Media Sosial

Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Perut Rata, Mitos atau Fakta?

Gracia Indri Ditemani Suami Bule Lihat Konser BIGBANG di Paris, Intip Keseruannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK