nutrisi

Pelajaran di Balik Batita yang Menepis Sendok Saat Disuapi

Radian Nyi Sukmasari 05 Agu 2017
Pelajaran di balik anak menepis sendok/ Foto: dok HaiBunda Pelajaran di balik anak menepis sendok/ Foto: dok HaiBunda
Jakarta - Lagi nyuapin anak yang umurnya batita (di bawah tiga tahun), terus sendoknya ditepis. Jadilah makanan yang di sendok berantakan. Kesal Bun? Wajar. Tapi, kita perlu tahu ketika anak menepis sendok waktu kita suapi, ada pelajaran yang bisa kita ambil lho.

Iya, Bun. Kata dr I Gusti Nyoman Ayu Partiwi SpA, MARS atau akrab disapa dr Tiwi, sejatinya waktu anak menepis sendok pas disuapi, ada sesuatu yang udah bisa dipelajari anak. Ya, salah satunya anak bisa menunjukkan respons ketika dia nggak mau makan.

"Waktu anak menepis sendok, itu ada koordinasi mata sama tangan lho. Dia lihat sendoknya di mana, terus dia tepis, eh kok nggak kena, meleset. Dia tepis lagi," kata dr Tiwi di sela-sela Parenting Class 'Stimulasi Multiple Intelligence pada Batita' yang diselenggarakan Klinik dr Tiwi dan Merries baru-baru ini.

Terlebih pada anak di bawah satu tahun yang belum bisa ngomong, mereka kan memang berkomunikasi pakai tangisan atau gesture tubuh ya. Makanya, ketika anak bisa menepis sendok karena dia nggak mau makan, artinya anak juga udah bisa belajar merespons ketika disuapi, tapi dia nggak mau.

Nah, waktu anak menepis sendok pas kita suapi, perlu ditilik lagi nih apakah anak sudah kenyang atau memang nggak doyan sama makanannya? Soalnya, kata dr Tiwi anak-anak juga paham rasa lho. Makanya, dr Tiwi pesan kalau ngasih makanan ke si kecil dicicipi juga ya. Kalau kurang ada rasanya, kita bisa tambahkan gula dan garam secukupnya.

Supaya anak doyan sama makanan yang kita kasih dan nggak menepis sendoknya waktu disuapi, dr Tiwi bilang jangan takut juga untuk memakai bumbu kayak bawang putih atau mentega. Jangankan anak ya, Bun. Kita aja orang dewasa kalau makan makanan yang nggak ada rasanya kan nggak doyan.

Nggak cuma menepis sendok, gerakan tutup mulut juga merupakan respons yang bisa ditunjukkan anak ketika nggak mau makan. Nah, ketika ini terjadi, kata dr Sandra Darmawan SpA dari RS Mayapada Lebak Bulus, kita sebagai orang tua perlu nih mengevaluasi. Kenapa kok anak nggak mau makan. Apa dia sudah kenyang karena sebelumnya udah minum susu atau banyak ngemil. Lalu, apa makanannya nggak dia suka? Nggak kalah penting, kita juga perlu evaluasi gimana proses makan anak selama ini.

"Apakah selama ini proses makan anak jadi proses yang menyiksa buat dia? Anak dipaksa makan berjam-jam bahkan nggak mau buka mulut tetap aja dipaksa. Usahakan buat proses makan itu jadi sesuatu yang menyenangkan buat anak. Kalau jadi proses yang menyiksa, ibaratnya dengar kata makan dan lihat sendok aja dia udah takut," kata dr Sandra. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi