nutrisi

'Aturan' Konsumsi Buah Segar, Buah Kering dan Jus Buah bagi Anak

Radian Nyi Sukmasari 22 Agu 2018
Ilustrasi anak makan buah/ Foto: Shutterstock Ilustrasi anak makan buah/ Foto: Shutterstock
Jakarta - Menyuruh anak makan buah bisa jadi PR tersendiri bagi orang tua. Bicara soal konsumsi buah untuk anak, bagaimana jika mereka mengonsumsi buah segar, buah kering dan jus buah? Adakah aturan khususnya?

Beberapa waktu lalu, Dr dr Damayanti Sjarif SpA(K) bilang ketika anak nggak mau makan buah, maka orang tua perlu cari cara kreatif supaya anak mau makan buah langsung. Misalnya, buah dipotong kecil-kecil supaya anak ngunyahnya gampang.

"Nggak apa-apa anak makan buah sedikit, untuk anak yang masih kecil nggak perlu banyak-banyak. Nanti ketika anak udah besar, udah terbiasa makan buah nah nanti dengan sendirinya anak mau makan buah lebih banyak," ungkap dr Damayanti.

Karena itu menurut dr Damayanti penting banget orang tua mengajarkan anak makan buah langsung dulu, Bun. Nggak apa-apa sedikit di awal yang penting anak dibiasakan makan buah secara konsisten. Ahli gizi Jillian Kubala, MS, RD bilang buah mengandung gula alami yang dilengkapi vitamin, mineral dan antioksidan yang penting buat kesehatan.

"Masalah pemberian buah pada anak nggak sekadar kandungan gula dalam buah tersebut berapa tetapi jumlah buah yang dikonsumsi dan bagaimana buah tersebut diolah," kata Jillian dikutip dari Pop Sugar. Nah, soal konsumsi buah segar kemudian buah kering dan jus buah, ada beberapa hal yang Bunda dan Ayah juga perlu tahu nih, yaitu:

ilustrasi anak makan buahilustrasi anak makan buah/Foto: Thinkstock


1. Buah dengan Kandungan Gula Rendah dan Tinggi

Jillian mengatakan buah yang mengandung gula cukup tinggi antara lain ceri, mangga, pisang, anggur, dan buah ara. Sedangkan buah dengan kandungan gula rendah antara lain raspberry, blacberry, kiwi, pepaya, semangka dan grapefruit.

Jillian bilang buah segar memang makanan selingan yang sehat baik untuk anak maupun orang dewasa. Tapi, orang tua tetap perlu memperhatikan porsi pemberian buah dan total buah yang diberikan selama sehari. Misalnya buah dan anggur nih, Bun. Berdasarkan pengalaman Jillian dua buah tersebut jadi buah favorit anak-anak namun jumlah konsumsinya juga jangan berlebihan ya. Untuk anak usia sekolah disarankan konsumsi buah sekitar 1-2 porsi sehari.



2. Konsumsi Buah Kering dan Kalengan

"Buah kering dikondensasikan dan itu berarti buah kering mengandung gula lebih banyak per sajian dibanding buah segar. Begitu juga dengan buah kalengan yang dikemas menggunakan sirup atau air gula pastinya lebih banyak mengandung gula tambahan," tutur Jillian.

Namun bukan berarti anak nggak boleh sama sekali makan buah kering atau buah kalengan. Sesekali anak diberi buah kering atau kalengan boleh aja tapi Jillian menyarankan sajikan buah itu dengan kacang atau biji-bijian yang bisa jadi sumber lemak dan protein sehat. Kata Jillian mencampur buah kering dengan sumber protein dan lemak sehat seperti biji labu bisa membantu meregulasi gula darah.

Ilustrasi buah keringIlustrasi buah kering/ Foto:thinkstock


3. Konsumsi Jus Buah

Jillian menekankan jus buah dan smoothies bisa mengandung gula tambahan yang cukup banyak. Kemudian, ketika buah dijus bisa jadi serat dalam buah hilang padahal serat buah penting banget untuk mencegah lonjakan gula darah. Sehingga, Jillian menyarankan anak sesekali aja mengonsumsi jus buah terlebih yang sudah dalam kemasan atau smoothies buah.

Sementara itu, Karen Coates selaku dental adviser di British Dental Health Foundation menyarankan jangan lupa minta anak minum sedikit air putih setelah minum jus buah. Sebab, jus buah pada dasarnya juga mengandung gula tinggi. Misalnya, jus jeruk mengandung 10 gram gula per takaran 100 ml. Bahkan, jus apel memiliki jumlah gula yang lebih tinggi.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi