HaiBunda

PARENTING

Duh! Feses si Kecil Kok Warnanya Hijau

Nurvita Indarini   |   HaiBunda

Sabtu, 21 Oct 2017 11:28 WIB
Penyebab feses bayi berwarna hijau/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Umumnya feses bayi berwarna kekuningan. Tapi kok fesesnya jadi berwarna hijau ya. Normal nggak sih?

"Warna tinja dipengaruhi banyak hal. Bayi yang mendapat ASI eksklusif, warna tinjanya kuning cerah, berbiji-biji, tidak pernah padat," jelas dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, dalam talkshow di acara Festival Bunda Happy Bersama Vivo beberapa waktu lalu.

Nah, di masa ASI eksklusif ini, warna feses atau tinja bayi bisa berwarna kehijauan karena perubahan pola makan ibu. Ketika ibu banyak makan sayur, maka feses bayi bisa berwarna kehijauan.


"Kalau lebih banyak mendapatkan foremilk atau ASI di awal juga bisa membuat tinja bayi kehijauan. Foremilk isinya dominan air dan karbo," lanjut dr Wi, demikian sapaan akrabnya.

Baca juga: Cara Ibu Agar Pipis si Kecil Nggak Berceceran Ini Jadi Viral

Hal yang sama disampaikan dr Meta Hanindita, SpA, dalam wawancara dengan detikHealth. Menyusui yang salah akan membuat bayi hanya mendapat foremilk, sementara hindmilk atau ASI yang kaya protein dan lemak serta keluar belakangan tidak terminum. Inilah yang kemudian membuat warna feses bayi menjadi hijau.

"Biasanya karena ibu ASInya melimpah. Jika terus terjadi, pertambahan berat badan anak dapat terhambat," jelas dr Meta.

Penyebab lainnya adalah bisa jadi karena susu formula. Sebenarnya kalau bayi hanya meminum ASI, maka feses yang berwarna hijau dikatakan dr Meta masih masuk dalam kategori normal. Tapi sebaiknya feses yang hijau tetap diperhatikan dan tidak berlangsung dalam jangka waktu lama.

Konon kalau bayi sedang demam maka fesesnya menjadi hijau. Namun kata dr Meta tidak ada hubungan bayi panas dengan warna BAB hijau.

Baca juga: Hii! Cacing-cacing Ini Bisa Mengancam Tumbuh Kembang Anak Lho

Nah, Bun, perlu banget nih kita perhatikan jika bayi mengeluarkan feses yang disertai darah, berwarna hitam seperti petis, atau malah pucat seperti dempul. Kalau kondisinya begini, ada baiknya segera bawa bayi Anda ke dokter.

"Perlu diwaspadai juga kalau ada perubahan frekuensi BAB dan juga keluhan bayi jadi lebih rewel, perut kembung, teraba keras, sering muntah atau berat tidak kunjung naik," pesan dr Meta. (Nurvita Indarini/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Ciri Kepribadian Orang yang Cenderung Berjalan Cepat, Bukan Tergesa-gesa

Mom's Life Annisa Karnesyia

9 Sikap Orang Tua yang Diam-Diam Bisa Menghambat Perkembangan Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Kehangatan Keluarga Fadli Dukung Sang Putri Zee Eks JKT48 di Premier Film Terbaru

Mom's Life Amira Salsabila

Bolehkah Ibu Menyusui Cat Rambut? Ini Penjelasannya Bun!

Menyusui Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Ibu Bekerja Tetap Bisa Menyusui: Kenali Tantangan dan Cara Mengatasinya

Menyusui Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Apakah Darah Implantasi Berlendir? Ini Faktanya

5 Resep Olahan Ikan Kembung Enak dengan Bumbu Meresap

Bolehkah Ibu Menyusui Cat Rambut? Ini Penjelasannya Bun!

6 Ciri Kepribadian Orang yang Cenderung Berjalan Cepat, Bukan Tergesa-gesa

10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK