parenting

Waspada, Bayi Juga Bisa Kena Stroke

Asri Ediyati Rabu, 09 May 2018 09:05 WIB
Waspada, Bayi Juga Bisa Kena Stroke
Hartsville, South Carolina - Pernah mendengar bayi kena stroke, Bun? Terdengar menyeramkan dan menyedihkan, namun ini nyata terjadi.

Hal ini dialami keluarga Tedder asal Hartsville, South Carolina, AS. Sang ibu, Denise Tedder curiga akan ada komplikasi ketika ia mengandung anak laki-lakinya.

Hal ini karena dia sebelumnya kehilangan anak pertamanya di usia lima minggu karena kondisi hidrops. Ini merupakan kondisi pada janin yang disebabkan oleh akumulasi cairan abnormal dalam kompartemen janin.


"Golongan darah saya Rh-negatif dengan antibodi, dan janin akan memiliki darah positif seperti ayahnya. Pada dasarnya, yang terjadi adalah antibodi saya mengenali darah positif janin sebagai benda asing dan akan melakukan tugasnya sebagai antibodi untuk mencoba melindungi saya dan menghambat pasokan darah janin," kata Denise dikutip dari Love What Matters.

Lalu Denise bertemu dengan seorang spesialis di Charlotte untuk membuat rencana guna menjaga dirinya dan janinnya agar aman. Denise lalu menjalani plasmapheresis, prosedur yang menghilangkan plasma dari sel-sel darah, dan terapi imunoglobulin, untuk memperkenalkan antibodi untuk membantu mencegah infeksi. Janin itu kemudian diberi darah melalui tali pusar Denise, yang dikenal sebagai transfusi darah janin.

"Tiba saatnya si kecil lahir, Cannon (nama anaknya) memiliki tujuh transfusi sebelum ia dilahirkan melalui C-section. Beratnya 2,3 kg dan menangis layaknya bayi normal," kata Denise.



Cannon kemudian dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU) Novant Health selama dua minggu karena masalah makan, serta untuk menerima lebih banyak transfusi darah. Tapi secara keseluruhan, menurut ibunya, Cannon adalah bayi yang sehat. Sampai akhirnya, sang ibu menyadari sesuatu yang nggak biasa enam bulan kemudian.

"Dia terus menyimpan tangannya dengan kepalan tangan dan menyelipkan ibu jarinya ke dalamnya dan dokter menyadarinya," kata Denise dikutip dari Fox News.

Waspada, Bayi Juga Bisa Kena Stroke/Waspada, Bayi Juga Bisa Kena Stroke/ Foto: Thinkstock


Denise dan suaminya, Dustin, membawa putra mereka ke spesialis saraf, yang melakukan X-ray dan melakukan beberapa tes. Hasilnya menunjukkan putra mereka kemungkinan besar menderita stroke.

"Yang kami tahu bayi kami tidak terserang stroke. Dia tidak pernah mengalami kejang dan bayi tidak terkena stroke, itulah yang kami pikirkan," tulis Denise.

Denise dan suami seketika shock saat dokter menunjukkan hasil "mengerikan" dari MRI scan Cannon, yang menunjukkan seluruh sisi kiri otaknya rusak. "Dia menderita stroke, itu stroke besar. Cukup besar untuk membunuh lelaki dewasa. Sisi kiri otaknya tampak hitam dan kosong," terang Denise.

Sekitar 14 bulan kemudian, mereka mendapat diagnosis resmi untuk Cannon. Ia ternyata mengalami hemiparesis, yang merupakan kelemahan dari satu sisi tubuh (hemi berarti setengah). Denise juga menjelaskan, transfusi darah nggak ada hubungannya dengan stroke.

"Sisi kanannya terpengaruh. Stroke terjadi di otak sebelah kirinya. Dan dia memiliki cerebral palsy ringan," sambung Denise

Bulan Mei adalah Bulan Kesadaran Stroke Pediatrik, Denise ingin berbagi cerita Cannon dengan harapan orang tua lain akan melihat tanda-tanda stroke pada anak-anak mereka bahkan lebih awal daripada yang dia lakukan.



"Dia (Cannon) menjalani terapi okupasi dua kali seminggu, terapi fisik seminggu sekali dan terapi bicara seminggu sekali. Baru-baru ini dia menyelesaikan terapi gerakan yang diinduksi selama tiga minggu di Children's's Hospital of Alabama. Saya juga mencari suntikan Botox, yang dapat membantu mengendurkan sebagian ototnya," tutup Denise.

Menurut American Stroke Association, stroke adalah salah satu dari 10 penyebab kematian untuk anak-anak berusia 19 tahun ke bawah. Stroke dapat terjadi pada janin, bayi atau anak-anak. Ada beberapa wanita yang memiliki kehamilan sempurna dan melahirkan tapi anak-anak mereka mengalami stroke. (aci)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi