HaiBunda

PARENTING

Mengajarkan Disiplin pada Anak Bukan Berarti Harus Pakai Kekerasan

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Jumat, 25 May 2018 18:22 WIB
Mengajarkan Disiplin pada Anak Bukan Berarti Harus Pakai Kekerasan (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Mengajarkan disiplin ke anak memang penting. Tapi, bukan berarti harus dengan cara kekerasan, Bun. Ya, misalnya ketika anak nggak mau mengerjakan PR. Baiknya hindari memberi hukuman pada anak berupa kekerasan fisik.

Kata psikolog anak dan keluarga, Ajeng Raviando, yang namanya disiplin itu pastinya harus tetap ada. Kita perlu banget mengajari anak disiplin sejak dini. Tapi itu tadi, caranya bukan dengan kekerasan, apalagi kekerasan fisik ya, Bun.

"Dulu ada namanya disiplin fisik. Tapi itu banyak efeknya juga, misal nantinya anak bisa melakukan KDRT atau kekerasan fisik dalam mengasuh anaknya kelak," ungkap Ajeng di sela-sela acara Kuasai 'Homework Resque' dengan Printer HP Deskjet Ink Advantage di Tanamera Coffee, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.




Jelas, menurut Ajeng, pola begini nggak bisa dipaksakan untuk mengasuh anak zaman sekarang. Soalnya, bukan nggak mungkin akan ada masalah ketika mereka dewasa nanti, Bun.

"Tapi orang tua sekarang juga cenderung paranoid. Kalau 'lepasin' anak tuh kayak ketakutan juga, karena flooding informasi jadi suka bikin kita cemas dan ketakutan sendiri," tutur wanita yang sudah menjadi psikolog selama 15 tahun ini.

Karena itu, Ajeng menyarankan agar kita para orang tua mencoba menerapkan positive parenting dengan menerapkan disiplin efektif dan interaksi yang menyenangkan dengan anak. Pola seperti ini menekankan supaya orang tua bersikap positif dan menghargai sudut pandang anak.

"Positive parenting harus ada balance-nya juga. Bukan ikutin anak maunya apa lho, tapi gimana cara kita menerapkan pola asuh yang positif tadi tapi anak juga ngerti," ungkap Ajeng.



Tanggung jawab itu harus ada sejak dini. Maka dari itu, Ajeng mengingatkan orang tua untuk nggak terlalu memanjakan anak sehingga anak terlatih bertanggung jawab sejak kecil.

"Okelah kelas 1 dan 2 SD masih didampingi. Nanti, kelas 2, 3 kemudian seterusnya kalau saya ke anak saya mulai tuh saya lepas sendiri-sendiri," tutur Ajeng.

Ajeng bilang dalam mengasuh si kecil dia juga lebih berfokus pada proses yang dilalui. Memang tumbuh kembang tiap anak nggak bisa disamakan tapi menanamkan nilai tanggung jawab perlu dilakukan ke semua anak. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Bermental Kuat tapi Baik Hati dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan

Mom's Life Elia Amaliana

Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba

Parenting Tim HaiBunda

Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu

Mom's Life Elia Amaliana

Sekolah di Jakarta Diizinkan PJJ 18 Agustus 2026, Simak Ketentuan Lengkapnya Bun!

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang Bermental Kuat tapi Baik Hati dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan

Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli

Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba

[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas

Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK