HaiBunda

PARENTING

Dampak Jika Anak Dipaksa Meminta Maaf

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Aug 2018 08:00 WIB
Ilustrasi anak dipaksa minta maaf/ Foto: thinkstock
Jakarta - Sudah lumrah ketika anak melakukan kesalahan dia minta maaf. Tapi, kadang ada anak terutama balita yang enggan minta maaf nih, Bun. Kadang, orang tua pun memaksa anak minta maaf.

Saya sendiri pernah memaksa keponakan saya yang umurnya 3,5 tahun meminta maaf karena sudah memukul lutut saya sampai merah. Saat saya paksa, si keponakan malah menangis. Duh, kesal juga hati ini. Dia yang salah kenapa saat disuruh minta maaf malah menangis, batin saya. Bunda pernah berada di situasi kayak gitu?

Memaksa anak minta maaf sebenarnya justru membuat anak nggak mengerti kenapa dia disuruh minta maaf, Bun, demikian disampaikan psikolog anak dari Tiga Generasi Marcelina Melisa yang akrab disapa Lina. Daripada menyuruh anak minta maaf Lina menyarankan kita jelasin dulu kenapa anak perlu minta maaf.


"Misal anak rebutan mainan terus melempar balok ke temannya. Kita coba tanya apa yang tadi dia lakukan. Kita pancing sampai anak bilang dia yang melempar karena kesal misalnya. Terus kita balikin ke anak dengan tanya sakit nggak kalau dilempar. Kan ada anak yang bilang sakit ada yang nggak ya," kata Lina waktu ngobrol sama HaiBunda.



Kalau anak bilang nggak sakit, coba tekankan bahwa kebetulan aja lemparan mainannya nggak pas kena di mata makanya nggak sakit. Secara nggak langsung kita memberi pengertian ke anak bahwa apa yang dia lakukan sudah menyakiti orang lain.



Lina bilang penjelasan sederhana tapi logis bisa membantu anak paham dia meminta maaf bukan karena harus minta maaf tapi karena memang dirinya salah. Ke depannya, ini berpengaruh pada refleks minta maaf yang dilakukan anak. Ya, jadi anak nggak akan meminta maaf atas sesuatu yang memang bukan kesalahan dia, Bun.

Sebenarnya, di umur 1 tahun kita sudah bisa lho mengajarkan anak minta maaf. Memang, anak mungkin belum lancar bicara. Tapi di usia itu anak udah bisa menyerap di situasi seperti apa kita mesti minta maaf. Nah, di sinilah peran orang tua bermain. Dalam keseharian, Ayah atau Bunda bisa bercerita ke anak bahwa tadi ayah atau bundanya minta maaf karena sudah menginjak kaki orang lain misalnya.

"Dengan bahasa sederhana dan kalau bisa memang anaknya melihat, itu akan jadi contoh konkret buat anak. Nah, saat anak umur 1,5 sampai 2 tahun saat dia sudah mulai latihan bicara, kita ajarkan gimana sih cara menyampaikan maaf," kata Lina. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Perayaan Ulang Tahun Zoey Anak Joanna Alexandra, Sederhana tapi Penuh Kebersamaan

Parenting Annisa Karnesyia

Kasus Influenza A Naik, Kemenkes Imbau Tak Panik dan Jangan Sembarangan Minum Oseltamivir

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Sopan, Mindful, dan Kreatif

Parenting Annisa Karnesyia

Julie Estelle Melahirkan Anak Kedua, Nama Bayi Laki-lakinya Curi Perhatian

Kehamilan Annisa Karnesyia

Resep Udang Saus Padang yang Gurih dan Pedas, Praktis Dibuat di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Orang dengan 3 Tanggal Lahir Ini Disebut Memiliki Bakat Jenius Sejak Lahir

Perayaan Ulang Tahun Zoey Anak Joanna Alexandra, Sederhana tapi Penuh Kebersamaan

Kasus Influenza A Naik, Kemenkes Imbau Tak Panik dan Jangan Sembarangan Minum Oseltamivir

Momen Arie Kriting dan Orang Tua Saling Menguatkan Selepas Adik Meninggal, Intip Potret Harunya

Resep Udang Saus Padang yang Gurih dan Pedas, Praktis Dibuat di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK