HaiBunda

PARENTING

Teknologi Berkembang, Kemungkinan Tak Ada Lagi Cabut Gigi

Zika Zakiya   |   HaiBunda

Rabu, 14 Nov 2018 18:12 WIB
Ilustrasi sakit gigi/Foto: Thinkstock
Jakarta - Sakitnya gigi tidak ada yang mengalahkan ya, Bunda. Sakit di gigi bisa berakibat pusing tidak kepalang, nyeri di bagian mulut, hingga tidak bisa makan dan tidur.


Salah satu bentuk pengobatan yang ada adalah pencabutan gigi. Sebuah kata yang mungkin menakutkan buat sebagian orang. Tapi dengan adanya perkembangan teknologi, pencabutan gigi mungkin tidak akan diperlukan lagi.

Demikian disampaikan drg.Diono Susilo sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam jumpa pers Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) 2019 di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (14/11).

Jumpa pers IDEC di Jakarta Foto: Zika Zakiya


"Akan ada beberapa sistem dan tata laksana yang lebih nyaman untuk pasien dengan adanya kemunculan teknik dan tekonologi baru. Yang tadinya gigi dicabut, dengan tata laksana yang bagus, sistemnya akan berubah," kata drg.Diono yang akan berperan sebagai Ketua IDEC 2019.

Selain untuk metode penyembuhan, metode pengobatan pun kini sudah dengan teknologi CDCT di mana gigi yang bermasalah bisa diketahui melalui foto 4D. "Dengan begitu, gigi bermasalah bisa didiagnosa secara tepat dan bisa dilihat dari segala sisi, seperti lihat boneka, diputar kemana saja bisa," tambahnya.

Ilustrasi sakit gigi Foto: ilustrasi/thinkstock


IDEC sendiri akan digelar pada 13 - 15 September 2019 mendatang. Di mana pesertanya adalah 229 brand eksibitor dan lima pavilion nasional dari 13 negara. Tujuan utamanya adalah transfer ilmu, teknologi, dan perkembangan dunia dokter gigi dari ranah internasional ke nasional.

Dikatakan Dr.drg.Hananto Seno,SP.BM,MM, bahwa gelaran IDEC juga menjadi langkah dimulainya standar internasional pada pengobatan gigi di Indonesia. Dengan demikian, teknologi dan pengetahuan dokter gigi bisa lebih maju dari apa yang dipaparkan secara gamblang di dunia maya.


"Kita menggelar IDEC supaya ada standar internasional dan punya gambaran teknologi terbaru. Kita bisa lebih maju dengan mengadopsi (teknologi) supaya kita ngga ketinggalan," ujar drg.Hananto yang juga Ketua Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Bukan tidak mungkin, dengan penyerapan teknologi yang ada, Indonesia akan mampu memproduksi perangkat kedokteran sendiri di masa depan.


(ziz/ziz)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Gula Alami ASI Tetap Bermanfaat bagi Usus & Otak Anak Bahkan setelah 1 Th Menyusu

Menyusui Indah Ramadhani

7 Ide Kegiatan Seru di Rumah Saat Libur Lebaran Bersama Keluarga

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Usai Akui Anak, Denada Bertemu dengan Ressa Rizky di Momen Lebaran 2026

Mom's Life Annisa Karnesyia

Deretan Artis Rayakan Lebaran 2026 & Hamil Anak Pertama, Termasuk Alyssa Daguise

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Keluarga Kerajaan yang Mengumumkan Bayi Pertama Secara Tak Terduga, Ternyata...

Gula Alami ASI Tetap Bermanfaat bagi Usus & Otak Anak Bahkan setelah 1 Th Menyusu

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Makanan Manis Berderet saat Lebaran, Ini Batas Konsumsinya untuk Anak Menurut Dokter

Deretan Artis Rayakan Lebaran 2026 & Hamil Anak Pertama, Termasuk Alyssa Daguise

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK