HaiBunda

PARENTING

4 Fakta tentang Pelecehan Seksual yang Perlu Anak Tahu

Siti Hafadzoh   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Nov 2018 09:01 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Baru-baru ini terjadi pelecehan seksual yang menimpa seorang ibu di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nuril. Beberapa waktu lalu, ia menerima telepon dari atasannya. Percakapan itu mengarah ke pelecehan seksual. Makanya, dia merekam percakapan tersebut sebagai bukti.

Tapi, Nuril malah dihukum penjara dan dikenakan denda. Ia dikenakan sanksi Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) karena dituduh menyebarkan rekaman tersebut. Padahal, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, belum tentu Nuril yang menyebarkan rekaman itu.

"Kasus hukumnya yang mencuat seolah ibu Nuril yang menyebarkan informasinya ataupun menyebar rekamannya kemana-mana. Padahal, perlu dicek lagi, itu sebetulnya siapa yang menyebarkan informasi, ibu Nuril atau tidak. Nah memang ponselnya memang dipakai ponsel bu Nuril," ujar Rudiantara kepada detikcom.




Nah, soal pelecehan seksual, ada empat hal yang bisa Bunda sampaikan ke si kecil. Ini sebagai upaya meminimalkan kejadian anak mengalami pelecehan seksual.

1. Apa itu pelecehan seksual?

Dikutip dari Kids Help Phone, pelecehan seksual adalah perilaku verbal atau fisik yang tidak diinginkan yang bersifat seksual. Perilaku ini membuat anak nggak nyaman, malu, tersinggung, dan merasa tidak aman. Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja, termasuk sekolah.

Ilustrasi pelecehan seksual/ Foto: Thinkstock
2. Tindakan yang termasuk pelecehan seksual

Karena pelecehan seksual bentuknya nggak cuma secara fisik, jelaskan pada anak tentang tindakan atau percakapan yang termasuk pelecehan seksual berikut ini.

- Menatap dengan tatapan yang tidak pantas.
- Mengatakan lelucon seksual.
- Menampilkan atau mengirim gambar seksual.
- Memaksa memberikan pelukan, kencan, atau perilaku seksual.
- Mengajukan pertanyaan seputar seksualitas dan bagian tubuh.
- Sentuhan yang tidak diinginkan.

3. Efek pada korban

Jika seseorang dilecehkan, itu bukanlah kesalahan dia. Dia nggak perlu bertanggungjawab atas perilaku pelecehan tersebut. Beberapa efek samping secara emosional dan fisik pun normal terjadi pada korban. Misalnya, cemas, depresi, hingga masalah pada kepercayaan diri.

4. Anak laki-laki juga bisa jadi korban

Dilansir 1&6, pelecehan seksual nggak cuma terjadi pada anak perempuan, Bun. Anak laki-laki juga punya risiko mengalaminya. Maka dari itu, anak laki-laki juga perlu tahu tentang kasus ini. Pelecehan seksual pada anak laki-laki mungkin dilakukan oleh sesama laki-laki atau juga perempuan.

Nggak hanya orang dewasa seperti Nuril yang bisa menjadi korban pelecehan seksual. Bunda tentu juga pernah mendengar beberapa kasus pelecehan seksual kepada anak. Karena kasus pelecehan seksual yang semakin marak, Bunda dan Ayah sebagai orang tua harus mengedukasi anak tentang fakta-fakta pelecehan seksual ini.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend

Mom's Life Tim HaiBunda

Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung

Mom's Life Amira Salsabila

Sosok Christina Pusporini Messakh, Istri Menkeu Baru Suahasil Nazara yang Gantikan Purbaya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah

Parenting Dilla Atqia Rahmah

Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa

Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend

Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung

Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK