parenting

Cara Astrid Bagi Waktu Luangnya dan Disiplinkan Anak

Muhayati Faridatun Jumat, 12 Apr 2019 20:00 WIB
Cara Astrid Bagi Waktu Luangnya dan Disiplinkan Anak
Jakarta - Tantangan menjadi ibu bekerja tak lain adalah membagi waktu. Dengan keluarga, bahkan dengan diri sendiri. Hal yang serupa dialami pelantun lagu 'Jadikan Aku yang Kedua', Astrid. Ia harus pintar membagi waktu luangnya dengan anaknya, Alec Djuara Djoewarsa (6).

Diakui Astrid, Alec sudah bisa protes, Bun meski ia sudah mengerti kalau ibunya adalah publik figur.

"Sekarang anak udah bisa protes, kan udah umur 6 tahun tuh. 'Kok kerja terus?'. Tapi sejauh ini sangat mengerti, aku kan enggak kerja dari 9 pagi - 5 sore. Kadang cuma 2 - 3 jam jadi nggak setiap hari. Jadi masih bisa antar jemput ke sekolah," ujar Astrid.

Astrid pun kadang enggak segan untuk membawa anak ke lokasi syuting jika jaraknya dekat dari rumah. Untungnya, Alec bukan tipe yang cranky, ia betah di lokasi syuting. Astrid bilang karena Alec sudah terbiasa dengan kamera.


Diceritakan Astrid, Alec sampai saat ini belum terlalu rebel (nakal). Hal ini karena dari awal, Astrid selalu menekankan disiplin.

"Misalnya dalam hal jam waktu makan, jangan sampai masih kecil udah punya maag. Kelalaian kita (orang tua) untuk kasih makan. Dia udah disiplin, sekarang udah jam makan, nanti jam segini makan lagi. Dia sudah terbiasa," ujarnya.

AjaranĀ Astrid untuk disiplin waktu benar-benar melatih putranya untuk mengerjakan PR (pekerjaan rumah), meskipun masih duduk di bangku TK.

Cara Astrid Bagi Waktu Luangnya dan Disiplinkan AnakFoto: Instagram
"Di jam-jam tertentu 'Ayo ngerjain PR'. Akhirnya dia enggak perlu disuruh, ada tanggung jawab, 'Alec ada PR, Alec tadi disuruh baca buku. Dia sudah tanggung jawab, nggak perlu kita pecut, karena di SD dan seterusnya akan lebih banyak lagi. Jadi aku ajarin dia dari toddler (balita) untuk disiplin waktu," sambungnya.

Menurut Astrid jadi ibu, susah susah gampang. Seringkali Astrid mengaku ia ingin maksimal, di rumah maksimal, kerjaan juga maksimal. Padahal justru hanya bikin pusing saja, Bun.

"Tapi ya.. InsyaAllah harus bisa, selama ini alhamdulillah suami juga mendukung jadi bisa atur waktu juga. Jadi aku kalau misalnya urusan Alec, les dan lain-lain tetap dijalankan," kata Astrid.

Dalam urusan rumah tangga dan urus anak, Astrid bekerja tim dengan suaminya, Arlan Jumarwan Djoewarsa.


"Kalau sama aku lebih kayak belajar, misalnya ngerjain PR. Kalau sama Arlan itu main. Sejauh ini aku sama Arlan bagi tugas, Alec senang banget kalau bapaknya datang (pulang ke rumah) pasti main," tutup Astrid.

Soal waktu sebenarnya bukan kebutuhan anak saja, Bun, tapi juga orang tua. Menurut psikolog anak Najeela Shihab, saat bicara manajemen waktu, kita perlu lihat saat di rumah apakah kita benar-benar berhubungan dengan anak.

"Kualitas hubungan tidak akan tercapai tanpa kuantitas yang cukup. Karena itu, kita sebagai orang tua memang harus benar-benar meluangkan waktu buatĀ anak. Soal banyak sedikitnya waktu memang relatif, tapi yang paling penting adalah saat bersama anak, kita hadir sepenuh hati dan sepenuh tubuh," kata Najeela Shihab.

Bunda, simak juga ya cerita Astrid selengkapnya di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi