HaiBunda

PARENTING

Alasan Bunda Tak Perlu Takut Pakai Sabun Kewanitaan Saat Haid

Zika Zakiya   |   HaiBunda

Minggu, 19 May 2019 17:00 WIB
Ilustrasi menstruasi/Foto: iStock
Jakarta - Selama dua hingga tiga jam pertama menstruasi, bakteri akan menduplikasi. Akibatnya, bakteri jahat akan berjumlah lebih banyak dibanding bakteri baik yang ada di vagina dan bisa menyebabkan gangguan asam.

Demikian disampaikan Dr.dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) saat berbincang di Media Gathering Mundipharma di bilangan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (15/5). Untuk menyeimbangkan asam itu kembali dibutuhkan cairan dengan kadar antiseptik dan prebiotik yang tepat.


"Darah yang keluar dari vagina dan tertahan harus dibersihkan dengan air yang mengalir. Tapi untuk beberapa orang, butuh bantuan tambahan seperti antiseptik dan prebiotik agar menghilangkan darah tertahan itu," kata Dwiana.


"Jangan takut sama yang namanya antiseptik karena sabun biasa pun menggunakan antiseptik," tambahnya.

k
Ilustrasi menstruasi/ Foto: ilustrasi/thinkstoc

Untuk pergantian pembalut pun minimal empat jam sekali. Jangan sampai lebih dari itu karena hanya membahayakan kesehatan vagina. Jika kurang dari empat jam pun Bunda sudah merasa nggak nyaman, langsung ganti pembalut tak masalah.


"Jangan sampai sehari cuma ganti (pembalut) dua kali," tambah Dwiana yang tergabung dalam Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu.

Ditambahkan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM, kesehatan saat menstruasi nyatanya memang belum mendapat perhatian lebih dari perempuan Indonesia.



Padahal, seharusnya kebersihan area genital sudah mulai harus diperhatikan sejak dari kecil dan diajarkan oleh orang tua. Untuk itulah pihak Kemenkes mulai menggandeng pihak swasta untuk menggalakkan program kebersihan area kewanitaan saat menstruasi. 

Media Gathering Mundipharma/Foto: Inke Maris



Program itu sendiri digalakkan dengan tagar #karenakitaperempuan #salingmenjaga dan diperkenalkan jelang Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh setiap tanggal 28 Mei. Kerja sama untuk program itu dimulai dengan memberikan edukasi ke sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMU.



"Kemenkes sudah mengajarkan terkait kebersihan menstruasi sejak dari SD. Programnya pun diberikan melalui buku saku Sehat dan Bersih Saat Menstruasi yang telah disalurkan ke lebih dari 1.000 sekolah," kata Erna yang menambahkan ini adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Mundipharma sebagai rekanan Kemenkes menyatakan, target awal 1.000 sekolah yang didatangi untuk diedukasi kemungkinan akan bertambah. Sebab, menurut Country Manager Mundipharma, Mada Shinta Dewi, sejumlah pesantren putri di Pulau Jawa sudah meminta mereka untuk datang.


"Bukti nyata keberhasilan kami adalah 100 ribu anak yang teredukasi. Kemudian dengan mengedukasi anak-anak SD hingga SMU, akan terlihat hasilnya lima hingga sepuluh tahun lagi. Mungkin dalam rentang waktu itu mereka akan berkeluarga sehingga informasi ini akan mengalir," kata Mada.

(ziz/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif, 30 Pasien Cuci Darah Terpaksa Tak Bisa Berobat: Apa yang Harus Dilakukan?

Mom's Life Amira Salsabila

5 Doa Mencari Barang Hilang agar Cepat Ketemu

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Suami Kenang Momen Pertama Bertemu Isyana Sarasvati

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Intip 7 Potret Rionaldo Stokhorst dan Istri yang Awet Muda, Kerap Tampil Mesra

Mom's Life Annisa Karnesyia

Momen Saka Anak Ussy Sulistyawati & Andhika Pratama Ikut Olimpiade Sains Tingkat Provinsi

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Drama Korea Roh Jeong Eui, Terbaru 'Our Universe'

5 Doa Mencari Barang Hilang agar Cepat Ketemu

Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif, 30 Pasien Cuci Darah Terpaksa Tak Bisa Berobat: Apa yang Harus Dilakukan?

Terpopuler: Suami Kenang Momen Pertama Bertemu Isyana Sarasvati

Intip 7 Potret Rionaldo Stokhorst dan Istri yang Awet Muda, Kerap Tampil Mesra

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK