HaiBunda

PARENTING

Hal Penting yang Perlu Bunda Perhatikan Saat Membuat MPASI

  |   HaiBunda

Selasa, 28 May 2019 11:53 WIB
ilustrasi MPASI/ Foto: shutterstock
Jakarta - Bun, tahu kan kalau si kecil sudah bisa diberi Makanan Pendamping ASI atau MPASI sejak ia berusia 6 bulan? Untuk itu, Bunda harus mulai memberi makanan tambahan sebagai pendamping ASI untuk si kecil.

Saat si kecil sudah bisa diberi MPASI, ia akan menunjukkan beberapa tanda kalau ia lapar dan sudah siap makan. Tanda tersebut di antaranya anak sudah bisa menegakkan kepala, sering membuka mulut, dan memasukkan sesuatu ke mulutnya. Kemudian, produksi air liurnya meningkat.


"Tanda lainnya adalah si kecil sudah mulai menggapai dan tertarik dengan sesuatu. Walaupun sudah berusia 4 - 5 bulan, artinya dia sudah mulai siap diberikan makanan tambahan atau MPASI," ujar Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr.Muliaman Mansyur kepada HaiBunda, Selasa (27/5/2019).


Menurutnya, tujuan pemberian MPASI adalah untuk memberi dan melengkapi nutrisi anak sekaligus melatih refleks makannya. Misalnya saja refleks mengisap, menelan, menggapai, dan memegang sehingga anak dapat terstimulasi melalui aktivitas itu.

"Pada saat makan, anak akan melihat, merasa, mencium rasa dan tekstur makanan, maka dia akan melatih panca indranya. Harus diperhatikan bahwa pada awal-awal pemberian MPASI, MPASI-nya diberikan bertahap dalam bentuk cair, lembut, lunak, dan seterusnya sesuai dengan umur, dan jumlahnya juga bertahap," lanjut Muliaman.

Untuk itu, saat membuat MPASI untuk si kecil, Bunda harus memperhatikan beberapa hal seperti kebersihan alat yang digunakan dan cara membuat serta melarutkan MPASI.

"Yang terpenting juga adalah sumber air bersih saat penyajian MPASI. Air yang dicampurkan ke dalam MPASI juga harus benar diperhatikan seperti harus sudah masak, kualitasnya terutama kebersihan, steril dari bakteri jahat, virus, parasit, jamur, dan juga dari partikel-partikel dan mineral yang tidak perlu atau berlebih," jelas Muliaman.

Ada banyak sumber air yang bisa dipilih dalam membuat MPASI, misalnya air mineral, air PAM, hingga air demineral. Namun, Bunda harus memastikan agar kandungan dalam MPASI tidak tercampur dengan kandungan dari air yang digunakan.


Untuk menjaga kebersihan dan kemurnian air yang digunakan dalam memasak dan melarutkan MPASI, bunda bisa memilih Morinaga Heiko+ Water. Air demineral ini telah diproses dengan 7 tahap teknologi penyaringan air. Di antaranya aseptik filling, magnet trap, dan multistage filtration.

Selain itu, Morinaga Heiko+ Water juga sudah melewati proses UHT sehingga Bunda tidak perlu mendidihkannya lagi. Air demineral ini pun murni dan bebas mineral sehingga tidak menambah jumlah mineral yang memang sudah ada pada MPASI. (ega/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Th Nikah, Arie Kriting Bongkar Kisah Awal Dekati Indah Permatasari hingga Dapat Restu Ayah Mertua

Mom's Life Annisa Karnesyia

Pedagang Tanah Abang Mulai Panen Cuan Berkat Tren Baju Lebaran Gamis Rompi Lepas

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Merasa Sesak Usai Baca Broken Strings, Ternyata Ini Penyebabnya

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Tak di Rumah Sakit, Perempuan Ini Pilih Melahirkan di Tengah Ombak Laut Pasifik

Kehamilan Annisa Karnesyia

100 Kata-kata Semangat untuk Diri Sendiri dalam yang Estetik hingga dalam Bahasa Inggris

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dokter Ungkap Cacar Air Bisa Menular ke 12 Anak, Hati-hati di Sekolah!

9 Manfaat Rebusan Batang Serai, Cegah Risiko Kanker

Pedagang Tanah Abang Mulai Panen Cuan Berkat Tren Baju Lebaran Gamis 'Bini Orang'

5 Th Nikah, Arie Kriting Bongkar Kisah Awal Dekati Indah Permatasari hingga Dapat Restu Ayah Mertua

Tak di Rumah Sakit, Perempuan Ini Pilih Melahirkan di Tengah Ombak Laut Pasifik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK