HaiBunda

PARENTING

Tahapan Pemberian Makan Anak Saat Mulai Masa MPASI

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 29 May 2019 13:30 WIB
Ilustrasi bayi makan MPASI/ Foto: istock
Jakarta - Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) enggak boleh sembarangan, Bun. Tidak hanya memperhatikan jenis makanan yang diberikan, kita juga harus melihat kesiapan anak.

Selain itu, jangan lupakan tahap perkembangannya ya. Menurut dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, dr.Frieda Handayani, SpA(K), anak harus siap secara fisik dan mental sebelum diberi MPASI.

"Anak yang sudah cukup usia, siap secara fisik dan mental, mulai bisa diperkenalkan dengan MPASI. Baik nutrisi, frekuensi, tekstur, dan porsi juga harus disesuikan dengan kebutuhan anak," kata Frieda, dalam acara 'Bincang Gizi Bersama Danone Indonesia' di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan baru-baru ini.


Menurutnya, kriteria ini harus sesuai dengan panduan MPASI yang diberikan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bila ada kesalahan pemberian, akibatnya anak sulit makan dan nutrisi menurun dan akhirnya terjadi malnutrisi, seperti stunting.


Data Riskesdas 2018 menunjukkan, 30,8 persen balita Indonesia masih mengalami pendek dan sangat pendek (stunting). Sedangkan, 17,7 persen masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk.

Bagi Bunda yang ingin memulai MPASI, sebaiknya paham kebutuhan gizi anak.

"Kebutuhan gizi anak usia weaning atau MPASI terdiri dari karbohidrat, lemak, protein (makronutrien), dan vitamin dan mineral (mikronutrien)," ujar Frieda.

Ilustrasi bayi makan MPASI/ Foto: iStock

Anak bisa mulai dikenalkan MPASI pada usia 6 sampai 12 bulan. Saat usia 12 sampai 24 bulan, anak bisa mulai dikenalkan makanan keluarga.

"WHO menyarankan usia 6 bulan untuk mulai MPASI. Tapi, kebanyakan dokter gizi dan anak membolehkan untuk mulai MPASI di usia 4 sampai 5 bulan, tentunya dengan pertimbangan khusus. Seperti melihat kurva pertumbuhan anak dan produksi ASI ibu. Jika sudah bisa, anak pun hanya boleh diberi bubur sereal halus yang disaring," paparnya

Untuk tekstur, kata Frieda, bisa melihat usia anaknya. Saat usia 6 sampai 7 bulan disarankan mengonsumsi makanan yang dihaluskan dan disaring dengan tekstur lumat dan kental.


Di usia 8 sampai 9 bulan, beri anak makanan yang dilumatkan. Memasuki usia 9 sampai 12 bulan, berikan makanan bertekstur kasar dan lauk yang dicincang kasar. Nah, saat usia anak di atas 1 tahun, dia bisa mulai diberi makanan keluarga.

"Saat diberi makanan keluarga, jangan berikan makanan pedas dan berbumbu tajam, buah-buahan asam, dan makanan mengandung gas. Selain itu, hindari makanan yang mengandung banyak gula, garam, penyedap rasa, dan yang berlemak jenuh," tutup Frieda.

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Unik! Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghal yang Berulang tahun

Mom's Life Annisa Karnesyia

Audy Item Alami Keguguran Hamil Anak Ketiga, Kehilangan Janin di Usia 7 Minggu

Kehamilan Annisa Karnesyia

Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru

Parenting Annisa Karnesyia

Anak Perempuan 4 Tahun Terserang Stroke, Berawal Keluhkan Gejala Tak Biasa Ini

Parenting Pritadanes

Setop Bilang 'Enggak Ada Uang' ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar

Parenting Annisya Asri Diarta

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gerhana Matahari 12 Agustus 2026: Bacaan Doa untuk Ibu Hamil Lengkap Arab, Latin & Artinya

Unik! Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghal yang Berulang tahun

Audy Item Alami Keguguran Hamil Anak Ketiga, Kehilangan Janin di Usia 7 Minggu

Anak Perempuan 4 Tahun Terserang Stroke, Berawal Keluhkan Gejala Tak Biasa Ini

Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK