HaiBunda

PARENTING

Cara Mengatasi Rasa Kecewa Anak Saat Tak Dapat Angpao Lebaran

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Minggu, 02 Jun 2019 08:03 WIB
Cara Mengatasi Rasa Kecewa Anak Saat Tak Dapat Angpao Lebaran /Foto: iStock
Jakarta - Setiap tahun pada momen Lebaran, Bunda rutin memberikan angpao pada anak? Namun pada suatu waktu, Bunda tak lagi memberinya angpao dan anak merasa kecewa. Bagaimana cara mengatasinya ya?

Menurut psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S. Psi, sebenarnya THR tidak perlu dijadikan kebiasaan karena dikhawatirkan anak mementingkan THR daripada nilai ibadahnya. JIka sudah terlanjur, lalu kebetulan tidak lagi diberikan, orang tua perlu jelaskan apa alasannya.

"Termasuk jika memang tidak ada lagi dana untuk itu karena terpakai untuk kepentingan lain, atau ditabung untuk kepentingan di masa yang akan datang," jelas Vera, saat dihubungi HaiBunda baru-baru ini.



Sebenarnya, kata Vera, manfaat memberikan angpao atau THR pada anak adalah sebagai motivasi eksternal karena pada anak, motivasi internalnya belum berperan maksimal. Namun, jika menjadi kebiasaan, Vera khawatir anak jadi mementingkan THR. Selain itu, anak cenderung jadi konsumtif dan merasa perlu 'dibayar' untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya banyak kegunaan untuk dirinya.

Angpao lebaran sebenarnya bisa berbentuk banyak hal, Bunda. Namun, Vera mengatakan, apapun itu penting untuk dibicarakan dengan anak apa yang dia butuhkan dan jangan berlebihan.

Foto: Maya Sofia/HaiBunda
Seiring dengan itu, kembangkan motivasi internal anak sehingga lambat laun, dia tidak lagi butuh THR atau barang apapun untuk melakukan suatu kewajiban. Namun, Vera pribadi tidak menyarankan untuk memberikan reward pada anak berupa uang.

"Saya tidak sarankan untuk dijadikan kebiasaan memberikan reward berupa uang," katanya.


Tapi, jika anak sudah terlanjur diberikan angpao lebaran berupa uang dan nominalnya pun cukup besar, Vera menyarankan, sebaiknya Bunda membantunya untuk mengelola uang THR tersebut. Bantu dia untuk menyisihkan terlebih dulu untuk ditabung. Jadi, bukan dibelanjakan dulu baru sisanya ditabung.

"Sebelum digunakan, uang dibagi berapa yang ditabung, dibelanjakan dan jika perlu sisihkan juga untuk disumbangkan, untuk amal atau sedekah, sehingga anak juga belajar berbagi," terang Vera.

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Kimova Anak Kevin Aprilio Baru Rayakan Ultah ke-2 Bareng Kakek-Nenek

Parenting Annisa Karnesyia

5 Potret Anggun Shin Min Ah sebagai Permaisuri Navier di Drama Korea The Remarried Empress

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Haru Pengantin Yatim Undang Netizen Lewat TikTok, Tak Disangka Ribuan Tamu Datang hingga Bawa Hadiah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Studi Temukan Masyarakat Yunani Kuno Menyusui Anak hingga Usia 4 Tahun!

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Cara Mengatasi Trauma dan Siap untuk Hamil Lagi setelah Bunda Alami Stillbirth

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Gaya Berpakaian Orang IQ Tinggi yang Mencerminkan Karakter Menurut Psikologi

Potret Kimova Anak Kevin Aprilio Baru Rayakan Ultah ke-2 Bareng Kakek-Nenek

5 Potret Anggun Shin Min Ah sebagai Permaisuri Navier di Drama Korea The Remarried Empress

Studi Temukan Masyarakat Yunani Kuno Menyusui Anak hingga Usia 4 Tahun!

Kisah Haru Pengantin Yatim Undang Netizen Lewat TikTok, Tak Disangka Ribuan Tamu Datang hingga Bawa Hadiah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK