parenting

Cara Membuat Anak Paham Makna Berkurban dari Kisah Nabi Ibrahim

Ratih Wulan Pinandu Minggu, 11 Aug 2019 07:45 WIB
Cara Membuat Anak Paham Makna Berkurban dari Kisah Nabi Ibrahim
Jakarta - Si kecil mulai tanya tentang kurban, Bun? Biasanya anak-anak akan antusias bertanya apa itu kurban? Mengapa menyembelih sapi dan kambing? Hingga pernyataan tak terduga, ikut merasakan kesedihan saat melihat hewan kurban disembelih.

Menghadapi pertanyaan kreatif si kecil, Bunda bisa menceritakan kisah Nabi Ibrahim nih. Khususnya mengenai ketaatan Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya Nabi Ismail AS.

Padahal, Nabi Ibrahim AS sudah menanti dalam waktu yang lama sekali untuk diberi keturunan, Bun. Namun, lewat mimpinya, Nabi Ibrahim meyakini ada perintah Allah untuk mengurbankan sang anak.


Mengutip isi ceramah yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA, ternyata ada tiga peristiwa menyentuh di balik penyembelihan itu, sehingga diganti dengan kibas (kambing Arab) yang lebih besar.

"Saat tangan Ismail diikat, ikatan mulai terasa longgar, kata Ismail: 'Duhai Ayahanda, tolong kencangkan ikatan tanganku ini, agar ketika aku disembelih nanti tidak meronta, sehingga membuat Ayah iba dan tidak jadi meyembelihku'. Supaya ayahnya sempurna menjalankan tugas," ungkap Adi, dikutip dari tayangan YouTube Ceramah pendek.

Cara Membuat Anak Paham Makna Berkurban dari Kisah Nabi IbrahimKisah Nabi Ibrahim tentang kurban/ Foto: iStock
Setelah itu, Nabi Ismail memohon agar ayahnya menajamkan pisau yang akan digunakan untuk menyembelihnya, Bun. Hal itu bertujuan agar proses penyembelihan cepat selesai dan mengurangi rasa sakit yang dia rasakan.

Dua permohonan Nabi Ibrahim ini, kemudian dikerjakan dan menjadi sunah memotong hewan kurban hingga sekarang.

"Tiga, ternyata Beliau lipat pakaian luarnya. Lalu berkata, 'duhai Ayahanda, mohon titip pakaian ini kepada satu-satunya Bunda yang saya sayangi, titipkan salamku kepadanya'. Ketika itu dikerjakan, setelah itu turun wahyu 'Telah kau benarkan mimpi itu' sehingga tidak ada kurban saat itu yang ada jadinya korban. Saking dekatnya dengan Allah sampai mimpi saja diamalkan," lanjut Ustaz Adi, menambahkan.

Setelah menceritakan kisah di atas, Bunda juga menegaskan nilai-nilai baik yang terkandung dari ajaran Nabi Ibrahim.

Melansir laman Nu Online, salah satu yang terpenting adalah untuk menanamkan rasa kecintaan manusia pada Allah SWT. Selain itu, Bunda juga bisa menyinggung soal keikhlasan dan ketabahan Nabi Ismail AS memenuhi perintah Allah untuk dikorbankan.

Sedangkan pada anak yang lebih besar, sampaikan bahwa hakikat berkurban adalah bentuk ibadah kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berkurban, diharapkan seseorang dapat memaknai hidupnya untuk mencapai ridha Allah semata. Serta merayakan Hari Raya Idul Adha dan menolong orang yang tidak mampu dengan membagi-bagikan daging kurban.

Simak juga resep masakan kambing saat Idul Adha!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi