parenting

Pesan di Balik Putusan Hak Asuh Anak Atalarik Syah-Tsania Marwa

Annisa Karnesyia Rabu, 04 Sep 2019 19:00 WIB
Pesan di Balik Putusan Hak Asuh Anak Atalarik Syah-Tsania Marwa
Jakarta - Atalarik Syah dan Tsania Marwa resmi bercerai pada 2017. Selama dua tahun sejak perceraian, keduanya berseteru soal hak asuh anak.

Dikutip dari InsertLive, akhirnya hakim memutuskan hak asuh kedua buah hati mereka yaitu Syarif Muhammad Fajri (6) dan Aisyah Shabira (4) ada di tangan Atalarik dan Tsania. Hakim juga memberi kebebasan pada anak-anak untuk bertemu kedua orang tuanya kapan saja.

Sebelumnya, Tsania meminta untuk bertemu anak-anaknya di sekolah. Sementara itu, Atalarik menawarkan agar sang mantan istri bertemu di rumah setiap dua hari kerja dan satu hari pada akhir pekan.


"Hingga tadi putusan, Marwa tidak datang, hakim juga ikut menawarkan untuk menerima tawaran bertemu tadi, cuma ditolak dan mereka maunya bertemu di sekolah," ujar Jaenudin, kuasa hukum Atalarik Syah.

Tsania memang pernah bertemu anaknya di sekolah, Bun. Namun, menurut Atalarik, anaknya justru merasa terganggu jika sang ibu datang ke sekolah.

Perseteruan keduanya pernah dikomentari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam surat edaran KPAI tahun lalu, Atalarik dan Tsania disarankan untuk tetap menjalin komunikasi demi tumbuh kembang anak-anaknya. Salah satunya dengan membuka akses bertemu anak dan memberi pengasuhan berkualitas.

Atalarik Syah dan Tsania Marwa saat masih bersamaAtalarik Syah dan Tsania Marwa saat masih bersama/ Foto: Palevi S/detikHOT

Perceraian memang bisa berdampak buruk pada anak. Namun, hal ini bisa dikurangi jika kedua orang tua bisa saling mendukung untuk menolong anak beradaptasi dengan perubahan keseharian mereka setelah orang tuanya bercerai.

"Pada anak yang kecil, mereka biasanya sulit mengerti kenapa harus pergi ke dua rumah berbeda. Tidak jarang mereka khawatir kalau suatu hari orang tuanya berhenti mencintainya," kata psikoterapis dan pengajar di Northeastern University, dikutip dari Very Well Family.

Dalam jurnal The Impact of Family Structure on the Health of Children: Effects of Divorce, konflik intens antara orang tua setelah bercerai menunjukkan peningkatan stres pada anak-anak. Pertengkaran seperti berteriak atau saling mengancam satu sama lain dikaitkan dengan masalah perilaku anak.

"Tetapi ketegangan kecil juga dapat meningkatkan stres anak. Jika orang tua bercerai mengalami masalah sebaiknya cari bantuan profesional," ujar penulis jurnal dan profesor klinik bagian pediatri di University of California, Dr.Jane Anderson.

Psikolog anak dari Rumah Dandelion, Carmelia Riyadhni atau Carmel menyarankan agar orang tua yang bercerai tetap menjaga hubungan baik. Ini mengingat dampak buruk yang bisa dialami anak.

"Bagaimanapun perceraian orang tua pasti akan berdampak pada kondisi anak di mana nanti dia merasa sedih, murung, atau bahkan emosinya tidak stabil," kata Carmel.

Perihal hasil putusan hak asuh anak Atalarik Syah dan Tsania Marwa, Bunda bisa simak selengkapnya di video berikut.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi