sign up SIGN UP search


parenting

Catat Bunda, Imunisasi Dasar Wajib Dilakukan untuk Bayi 1 Bulan

Asri Ediyati Senin, 14 Oct 2019 17:42 WIB
Perlu dicatat nih, Bunda, jenis imunisasi dasar yang diberikan untuk bayi satu bulan. caption
Jakarta - Hidup di negara berkembang dan beberapa daerah memiliki endemik penyakit membuat kita, sebagai orang tua sadar pentingnya imunisasi. Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, saat ini di Indonesia masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Bahkan, ada juga yang tak pernah mendapatkan imunisasi sejak lahir.

Inilah yang menyebabkan beberapa anak mudah tertular penyakit berbahaya karena tak ada kekebalan tambahan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahun. Mereka terkena penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi.

"Pada 2018, terdapat kurang lebih 20 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap dan bahkan ada anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali," tulis WHO.

Kemenkes RI mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Hal ini karena imunisasi dasar saja enggak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.


Pemberian imunisasi pun harus disesuaikan dengan usia anak. Kali ini, HaiBunda akan membahas imunisasi yang diberikan pada bayi usia satu bulan. Apa saja? Simak daftar imunisasi berikut.

1. Hepatitis B (HB-0)

Atas rekomendasi Kemenkes RI, untuk imunisasi dasar, bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0). Imunisasi Hepatitis B adalah vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infecious, berasal dari HBsAg. Pemberian sebanyak 3 dosis, yang pertama usia 0-7 hari, dosis berikutnya interval minimum 4 minggu (1 bulan).

Efek samping dari pemberian imunisasi Hepatitis B adalah adanya reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah dua hari.

Penanganan efek samping:

- Orang tua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI).
- Jika demam, kenakan pakaian yang tipis.
- Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
- Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3-4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
- Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
ilustrasi imunisasi/ilustrasi imunisasi// Foto: iStock

2. BCG

Untuk bayi usia satu bulan, imunisasi dasar yang wajib diberikan adalah BCG. Imunisasi ini merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycrobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain paris. Dosis pemberian diberikan sebanyak satu kali.

Mengutip dari Petunjuk Praktis Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI, BCG tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia, dalam pengobatan steroid jangka panjang, infeksi HIV, dan lain lain). Apabila BCG diberikan pada umur > 3bulan, sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

Efek sampingnya, setelah 2 - 6 minggu imunisasi BCG daerah bekas suntikan timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan, kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut dengan diameter 2-10 mm.

Penanganan efek samping:

- Apabila ulkus mengeluarkan cairan perlu dikompres dengan cairan antiseptik.
- Apabila cairan bertambah banyak atau koreng semakin membesar maka orang tua perlu membawa bayi ke ke tenaga kesehatan.

3. Polio 1

Imunisasi selanjutnya adalah polio 1. Imunisasi Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi virus poliomyelitis tipe 1, 2, dan 3 (strain Sabin) yang sudah dilemahkan. Perlu Bunda catat, pemberian polio 1 harus dilakukan saat bayi masih berada di rumah bersalin atau rumah sakit, dianjurkan vaksin polio diberikan pada saat bayi akan dipulangkan agar tidak mencemari bayi lain.

Hal ini mengingat virus polio hidup dapat diekskresi melalui tinja. Imunisasi polio diberikan secara bertahap setelah polio 1 akan ada 2, 3, 4 dengan masing-masing interval 4 minggu. Imunisasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio 4, selanjutnya saat masuk sekolah
(5-6 tahun).

Sangat jarang terjadi reaksi efek samping sesudah imunisasi polio oral. Setelah mendapat vaksin polio oral bayi boleh makan minum seperti biasa. Apabila muntah dalam 30 menit segera diberi dosis ulang. Selain itu orang tua tidak perlu melakukan tindakan apa pun untuk penanganan efek samping imunisasi.

Pahami risiko jika Bunda tak mau berikan imunisasi pada anak melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi