parenting

Pola Diet Anak Obesitas untuk Turunkan Berat Badan

Melly Febrida Senin, 21 Oct 2019 07:01 WIB
Pola Diet Anak Obesitas untuk Turunkan Berat Badan caption
Jakarta - Jumlah anak obesitas terus meningkat. Padahal, anak-anak yang kelebihan berat badan berisiko tinggi mengalami obesitas ketika remaja dan dewasa. Ini membuat mereka rawan kena penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes di kemudian hari.

Kita tentu sering mendengar apa yang membuat makin banyak anak obesitas. Apalagi kalau bukan pola makan dan jarang bergerak. Dokter anak di Children's Carecare Atlanta Care Group, Renee A. Alli, MD, mengatakan sebenarnya banyak faktor yang membuat anak obesitas.

"Penyebab paling umum adalah faktor genetik, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, atau kombinasi dari faktor-faktor ini. Hanya dalam kasus yang jarang terjadi kelebihan berat badan yang disebabkan oleh kondisi medis seperti masalah hormon," kata Alli mengutip Web MD.


Lantas, kalau ayah bundanya obesitas apa anak otomatis ikut obesitas? Alli bilang tidak semua anak dengan riwayat keluarga obesitas juga akan mengalami kelebihan berat badan, Bun.

Menurutnya, anak-anak yang orang tua, saudara laki-laki. atau saudara perempuannya kelebihan berat badan, bisa jadi berisiko lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan. Tetapi, ini dapat dikaitkan dengan perilaku keluarga, misal dalam kebiasaan makan dan aktivitas fisik.

Kalau anak sudah obesitas, apa cara terbaik untuk membantunya menurunkan berat badan? Yang jelas bukan dengan diet yang menyiksa. Seringkali, apa yang berhasil untuk orang dewasa bukan yang terbaik untuk anak-anak, Bun.

Dokter anak Roy Benaroch, MD, mengatakan cobalah berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan anak tidur dengan cara yang aman. Tetapi Bunda juga bisa menjalani langkah-langkah sederhana ini:

1. Tentukan berat badan yang tepat

Kebanyakan anak seharusnya tidak mengurangi berat badan. Ini karena mereka masih tumbuh. "Mereka mungkin perlu mempertahankan berat badan atau kenaikan pada tingkat yang lebih lambat," kata ahli diet Tamara Melton. Makanya, Bunda perlu mengatur menu diet anak obesitas. 

Ilustrasi anak obesitasIlustrasi anak obesitas/ Foto: iStock
2. Jangan pakai diet ketat dan suplemen

Orang tua mungkin ingin anak berdiet, tapi hindari cara ini kecuali bila dokter menyarankan. Sama halnya dengan obat atau suplemen penurun berat badan, jangan sembarangan memberi.

3. Libatkan anggota keluarga lain

Cobalah membicarakan dengan seluruh keluarga tentang bagaimana rencana perubahan yang sehat untuk semua orang, termasuk Bunda.

"Anak-anak belajar kebiasaan mereka dari orang tua dan keluarga," kata Melton.

4. Mulai dari hal kecil

Jangan mencoba merombak diet keluarga sekaligus. Tapi mulai dari hal kecil dan mudah diatur. Misalnya, membeli lebih banyak buah-buahan dan sayuran, serta camilan sehat. Serta mengganti ukuran piring dan gelas, karena alat makan dengan ukuran besar bisa mendorong orang makan lebih banyak.

5. Makan bersama

Makan bersama keluarga akan mendorong kebiasaan yang lebih sehat.



6. Perbanyak buah dan sayur

Bunda bisa memanfaatkan buah dan sayur sebagai kudapan lezat sebagai salah satu cara diet anak obesitas. Misalnya puding, buah, salad sayur dengan dressing minyak zaitun, atau buah potong plus yoghurt.

7. Ajak anak bergerak

Para ahli mengatakan anak-anak membutuhkan 60 menit aktivitas fisik setiap hari. Jika anak belum aktif, ajak mereka menghabiskan waktu di luar ruangan. Misalnya, ajak mereka olahraga di taman, main bolak atau sekadar jalan-jalan keliling komplek.

Berenang bikin anak tinggi? Simak penjelasannya di video ini.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi