parenting

Risiko Bercinta Ketika Sekamar dengan Anak Balita

Melly Febrida Selasa, 29 Oct 2019 15:00 WIB
Risiko Bercinta Ketika Sekamar dengan Anak Balita
Jakarta - Anak-anak yang masih kecil umumnya masih tidur bareng orang tua. Dan karena anggapan 'masih kecil' inilah umumnya orang tua nekat saja melakukan 'ehem' alias berhubungan intim dengan alasan anak sudah tidur. Kalau si kecil sudah berusia 3 tahun, berhati-hatilah. Mungkin saja dia sebenarnya melihat.

Kenapa? Kata psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri yang akrab disapa Zena mengatakan anak usia tiga tahun itu sudah bisa pura-pura tidur.

"Jadi aktivitas yang dilakukan suami istri itu bisa saja anaknya pura-pura tidur padahal dia mendengar atau mengintip dan melihat. Jadi, silakan dipertimbangkan bagus enggak buat anak, jelas enggak," kata Zena.


Sementara itu, pakar parenting Dr.Justin Coulson mengatakan hubungan seks memang menguatkan relasi suami istri serta membangun keintiman yang bikin keluarga lebih bahagia. Tapi, anak-anak memang tidak sepantasnya melihat aktivitas seksual orang tuanya.

Kalau tiba-tiba saja sang balita melek, biasanya mereka sangat memperhatikan keselamatan Bundanya. Makanya, Bunda bisa jelaskan bahwa yang dilakukan Ayah pada Bunda enggak menyakiti kok.

Sementara itu, Hanna McDonough, psikoterapis keluarga dan pasangan mengatakan, saat anak memergoki orang tuanya sedang bercinta, Bunda dan Ayah jangan berpura-pura tidak tahu apa-apa atau bertindak seolah itu tidak pernah terjadi. Meskipun canggung, orang tua harus membicarakannya.

Risiko bercinta ketika sekamar dengan anak balitaRisiko bercinta ketika sekamar dengan anak balita/ Foto: iStock
"Tidak perlu malu dengan hubungan seksual. Kita bisa menjelaskan ke anak sesuai usianya. Misal, katakan bahwa hubungan seks bentuk rasa sayang orang tua. Tapi tak perlu terlalu vulgar dan detail," tambahnya.

Simak jugaceritaMonaRatuliu jadi mama keren di video berikut. 

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi