sign up SIGN UP search


parenting

Pendidikan Seks untuk Remaja: Konsekuensi Menghamili atau Dihamili Setelah Puber

Melly Febrida Senin, 11 Nov 2019 17:21 WIB
Anak-anak yang sudah puber perlu memahami ada konsekuensi yang harus mereka hadapi setelah memasuki masa pubertas. caption
Jakarta - Ketika anak sudah baligh atau pubertas, orang tua tak cukup hanya menjelaskan akan terjadi perubahan pada tubuh mereka. Anak juga perlu tahu konsekuensi yang mereka hadapi setelah puber.

Psikolog Septiana Runikasari mengatakan semua remaja normal pasti mulai merasakan jatuh cinta atau ketertarikan secara seksual dengan lawan jenisnya. Tapi, remaja memerlukan bantuan orang tua agar dorongan dan perilaku seksual remaja berkembang sesuai dengan peran sosial mereka.

"Orang tua perlu mengarahkan dengan baik dan menggunakan pendekatan yang tepat sesuai dengan karakteristik anak. Orang tua disarankan menempatkan diri sebagai teman karena anak remaja memiliki keterikatan yang kuat dengan teman sebayanya," tulis Septiana dalam buku berjudul How to Make a Baby, Mommy?.


Menurutnya, pemberian bekal ilmu dan iman pada anak usia remaja menjadi sangat penting, tetapi tetap perlu dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik anak. Lalu, tidak dengan cara yang memaksa. Tapi lebih memberikan pengertian dan pemahaman.

Sementara itu, dalam buku berjudul 1001 Cara Bicara Orang Tua dengan Remaja dari BKKBN dan John Hopkins Center for Communication Programs dijelaskan bahwa orang tua perlu memberi pemahaman kepada remajanya soal pubertas. Orang tua bisa menjelaskan pubertas berarti fungsi reproduksi anak sudah sama seperti orang dewasa.

Ilustrasi pendidikan seks pada remajaIlustrasi pendidikan seks pada remaja/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Misalnya saja untuk remaja putri, ia sudah bisa hamil. Sedangkan untuk pria, sudah memiliki kemampuan menghamili. Remaja perlu diberi pemahaman dengan berhubungan intim, wanita bisa hamil. Sehingga, si pria dan wanita harus bertanggung jawab dengan kehidupan manusia lain, yakni janin yang ada di kandungan.

"Namun, karena pemikiran remaja masih belum matang, orang tua perlu memberi pendampingan terus menerus. Anak juga harus mengetahui tanggung jawab tidak berhenti hanya sampai bayi lahir, tapi berlanjut dengan tanggung jawab merawat, mengasuh, dan mendidiknya," papar tim penulis.

Cari tahu alasan Shahnaz Haque masih merasa jadi ibu gagal di video ini.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi