HaiBunda

PARENTING

#dearRiver, Berterima Kasih di Hari yang Biasa

Fauzan Mukrim   |   HaiBunda

Minggu, 24 Nov 2019 10:43 WIB
#dearRiver, Berterima Kasih di Hari yang Biasa/ Foto: thinkstock
Jakarta - #dearRiver,

Minggu lalu, Om Djarot Harnanto, ayahnya Ghazy, teman sekelasmu, mengalami sedikit masalah di Bandara El Tari, Kupang. Om Djarot terserang vertigo ketika menerbangkan pesawat Airbus A-320 dari Cengkareng ke Kupang. Di berita yang beredar, kopilot menyebut Om Djarot sempat pingsan.

Untungnya ia masih bisa mendaratkan pesawat sebelum pingsan. Begitu pesawat mendarat, ambulans sudah menanti di runway dan Om Djarot kemudian dibawa ke rumah sakit. Dua hari dirawat di RS. Siloam Kupang, Om Djarot sudah bisa pulang ke Jakarta lagi.


Di maskapai tempatnya bekerja, Om Djarot memang terhitung pilot senior sekaligus instruktur. Beberapa hari setelah kejadian itu, maskapai tempatnya bekerja merilis kronologi kejadian sekaligus menyampaikan terima kasih khusus kepada Om Djarot atas kesigapannya dalam kondisi darurat. Berkat dedikasinya, 148 penumpang yang terbang dari Cengkareng semuanya selamat. Tidak ada yang terluka.

Kemarin, waktu kita singgah shalat di masjid kompleks dekat rumah Ghazy, kamu bilang melihat Om Djarot sudah ikut shalat berjamaah lagi. Alhamdulillah. Ketika berangkat bekerja tadi malam, di atas bus Transjakarta yang membawaku dari Ciledug, aku memikirkan soal itu lagi. Di jalur layang ini setidaknya ada tiga titik tertinggi. Di atas persimpangan JORR, melewati pasar Cipulir, dan halte CSW. Tingginya sekitar 23 meter. Itu sebabnya, tidak sembarang sopir yang boleh mengemudi di koridor ini.

Ini perjalanan normal, nyaman seperti hari-hari biasa. Aku sampai di halte Tendean dengan durasi waktu tempuh yang relatif sama. Di halte Tendean, penumpang sudah turun semua, bus akan melanjutkan perjalanan ke Blok M. Ketika melewati pramudi atau kondektur bus yang memberi hormat di pintu bus, hampir semua penumpang berlalu begitu saja. Tidak ada yang mengucapkan terima kasih.

Lalu saya ingat lagi kejadian yang menimpa Om Djarot itu. Kenapa kita tidak terbiasa mengucapkan terima kasih untuk sesuatu yang biasa? Kenapa ketika situasi aman dan tenteram, kita cenderung melupakan jasa orang lain untuk kita? Kita tidak berterima kasih kepada satpam yang menjaga kompleks kita ketika kita melewatinya di pagi hari.

Tapi, ketika misalnya ada kasus pencurian, bisa jadi dia orang pertama disalahkan. Kenapa dia tidak waspada? Kan sudah dibayar untuk itu. Berterima kasih barangkali seperti menyayangi. Karena sudah terlalu biasa atau rutin, kadang kita lupa memberikan.

#dearRiver, Berterima Kasih di Hari yang Biasa/ Foto: thinkstock
Setiap hari, ibu memasak dan mencuci baju. Kita lupa mengucapkan terima kasih, karena itu hal yang biasa. Ada orang yang setiap hari bersama kita, tidur bersama kita, lalu kita lupa menyayanginya. Karena itu sudah jadi hal yang biasa.

Dalam sepakbola, kiper atau penjaga gawang adalah posisi yang mungkin paling tidak populer. Di tim sepakbola sekolahan atau tarkam (antar kampung), yang jadi kiper biasanya anak yang paling gendut. Ketika sebuah tim kalah dan kebobolan banyak, kiper yang paling sering disalahkan. Tapi, ketika sebuah tim menang mudah, semua mata akan tertuju pada striker.

Kiper hampir pasti akan dilupakan. Kita sering kali lupa berterima kasih kepada seseorang hanya karena ia ada di situ dan melakukan tugas rutinnya. Seperti kita terbiasa melewati begitu saja tukang pel lantai di lobi kantor. Kita tidak menganggap itu jasa yang perlu dihargai.



Fauzan Mukrim
Ayah River dan Rain. Menulis seri buku #DearRiver dan Berjalan Jauh, juga sebuah novel Mencari Tepi Langit. Jurnalis di CNN Indonesia TV, dan sedang belajar membuat kue. IG: @mukrimfauzan. Buku terbarunya, #DearRain, sudah terbit pada September 2019. (rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sayyidul Istighfar: Arti, Cara Mengamalkan Doa, dan Keutamaan yang Dijanjikan Allah

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Parenting Annisa Karnesyia

150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Benarkah Sakit Parah saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Anak? Ini Kata Studi

Kehamilan Annisa Karnesyia

Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Menikah di Tanggal Cantik, Nuri Shaden & Hikmal Abrar Rayakan Anniversary ke-17 Bersama Ketiga Anak

Sayyidul Istighfar: Arti, Cara Mengamalkan Doa, dan Keutamaan yang Dijanjikan Allah

Benarkah Sakit Parah saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Anak? Ini Kata Studi

150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Raja Charles III Kirim Surat ke Pangeran Harry & Meghan Markle, Tegaskan Status Keduanya Non-Working Royal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK