HaiBunda

PARENTING

Cara Tepat Sikapi Anak yang Keburu Bilang Tak Bisa Sebelum Mencoba

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 03 Jan 2020 15:40 WIB
Ilustrasi anak bilang tak bisa/ Foto: iStock
Jakarta - Kalau anak mengatakan, 'Aku enggak bisa', biasanya orang tua langsung menyemangatinya. Sayang, anak kadang langsung malah enggak percaya dengan apa yang dikatakan orang tuanya. Ini karena apa yang terjadi tak sesuai dengan perasaannya.

Dr.Angharad Rudkin, psikolog klinis mengatakan, saat anak berusia 6 hingga 7 tahun, mereka akan merasa cemas dengan kemampuannya sehingga membuat anak mau mencoba. Jadi, Bunda jangan kaget meski sudah sering mengatakan kalau anak pintar, tapi kok tetap bilang 'enggak bisa'.


"Anak akan membutuhkan orang tuanya untuk mengatasi pikiran yang melemahkannya," tulis Rudkin dalam bukunya What's My Child Thinking? Practical Child Psychology for Modern Parents.


Sebenarnya, apa yang membuat anak berkata enggak bisa? Menurut Rudkin, mengerjakan, entah itu PR atau hal lain, anak akan merasa memang benar ia tak bisa dan harus mendengarkannya.

"Perspektifnya belum berkembang dan cenderung berpikir hitam dan putih. Sekarang dia tidak tahu bagaimana memulainya, dia malah membuat kesimpulan kalau tidak bisa melakukannya," ujarnya.

Kalau mendengar si kecil mengaku tak bisa melakukan sesuatu, lanjur Rudkin, respons ini yang sebaiknya orang tua berikan :

1. Katakan anak dapat memilih untuk tidak mendengarkan pembicaraan negatif ke diri sendiri yang bisa mengintimidasi secara internal

Menurut Rudkin, orang tua bisa mengatakan ke anak bahwa menganggap diri sendiri tak bisa melakukan sesuatu akan mengikat otak dan menghentikannya dari bekerja dengan baik.

ilustrasi anak bilang tak bisa/ Foto: iStock
2. Bantu anak memberi nama suara-suara negatif ini

Bunda bisa mendorong anak membayangkan karakter yang mengatakan dia tidak bisa melakukan pekerjaannya dan memberikan nama ke karakter.

"Misalnya anak menyebut karakter di mana ada karakter yang bisa didominasi sehingga anak yakin dia bisa," ujar Rudkinz

3. Memberi pujian



Apabila anak benar-benar berjuang, kata Rudkin, orang tua jangan memaksanya. Bicaralah dengan guru untuk menilai kemampuannya. Lalu, beri tahu anak agar tak segan menunjukkan tanda-tanda kurang percaya diri. Sehingga, guru bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri anak di sekolah.

"Perhatikan kritik. Terkadang orang tua merasa mereka harus melatih anak-anak mereka melalui sistem sekolah yang semakin kompetitif. Namun, komentar yang Anda maksud untuk membantu malah terasa seperti kritik bagi anak-anak," kata Rudkin.

Kopi bisa cegah demam pada anak? Simak penjelasannya berikut.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Potret Sada Anak Fitri Tropica Jago Ice Skating, Awalnya Cuma Hobi hingga Ikut Kejurnas

Parenting Nadhifa Fitrina

Kumpulan Promo May Day Mei 2026: Diskon Makanan, Minuman hingga Tempat Wisata

Mom's Life Natasha Ardiah

Aktris 'Full House' Han Da Gam Hamil Anak Pertama di Usia 47 Th, Jadi yang Tertua via IVF

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Benarkah Tubuh Ibu Jadi Lebih Subur setelah Keguguran?

Kehamilan Melly Febrida

Cerita Semut dan Merpati Beserta 5 Dongeng Lain yang Penuh Pesan Moral

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tes Kepribadian: Cara Kamu Pegang Gelas Ternyata Ada Artinya!

7 Potret Sada Anak Fitri Tropica Jago Ice Skating, Awalnya Cuma Hobi hingga Ikut Kejurnas

Pernah Kena Cacar Air? Waspada Berkembang Jadi Cacar Api Ya, Bun

Benarkah Tubuh Ibu Jadi Lebih Subur setelah Keguguran?

Ternyata Ini Kebiasaan yang Bikin Rambut Cepat Rusak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK