HaiBunda

PARENTING

Bunda, Kenali Penyebab dan Gejala Anak Kena Tetanus

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Kamis, 27 Feb 2020 14:20 WIB
Bunda, Kenali Penyebab dan Gejala Anak Kena Tetanus/ Foto: thinkstock
Jakarta - Bunda tentu pernah mendengar soal infeksi tetanus? Namun, tahukah Bunda bahwa penyakit ini sebenarnya sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian.

Dijelaskan spesialis penyakit menular, dr.Fred Lopez, tetanus merupakan infeksi bakteri, yang diakibatkan oleh masuknya bakteri ke dalam luka. Infeksi tetanus ini merupakan penyakit serius dan berbahaya.


"Ini dapat mengikat otot-otot dan sistem saraf yang bisa menyebabkan kejang dan gangguan jalan napas, dan sebagai hasilnya, pasien dapat meninggal karena infeksi tetanus," kata Lopez, dikutip dari Fox 8 Live.


Melansir Medical News Today, bakteri yang disebut Clostridium tetani merupakan penyebab utama tetanus. Spora bakteri dapat ditemukan dalam debu, tempat yang kotor, dan kotoran binatang. Spora adalah sel-sel yang diproduksi oleh organisme tertentu. Mereka umumnya tahan terhadap kondisi lingkungan yang keras, seperti panas tinggi.

Seseorang dapat terinfeksi ketika spora-spora ini memasuki aliran darah melalui luka yang terbuka. Bakteri spora kemudian menyebar ke sistem saraf pusat dan menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin. Racun ini menghalangi sinyal saraf dari sumsum tulang belakang ke otot kita. Ini dapat menyebabkan kejang otot yang parah.

Bunda, Kenali Penyebab dan Gejala Anak Kena Tetanus/ Foto: Thinkstock


Infeksi tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui beberapa kondisi, seperti cedera akibat terhimpit beban berat, cedera atau luka dengan jaringan mati di sekitarnya, terbakar. Luka yang terkontaminasi dengan debu, kotoran, tinja, air liur. Luka tusukan akibat tindikan, tato, penggunaan narkoba suntikan, atau cedera akibat menginjak objek tertentu, seperti paku atau jarum.

Ada pula akibat gigitan hewan, infeksi gigi karena penanganan yang tidak steril, gigitan serangga. Serta infeksi akibat luka yang kronis.

Gejala tetanus biasanya muncul sekitar 7 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Namun, ini dapat bervariasi dari 4 hari hingga sekitar 3 minggu, dan mungkin, dalam beberapa kasus, dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Secara umum, semakin jauh titik cedera dari sistem saraf pusat, semakin lama masa inkubasi. Pasien dengan waktu inkubasi yang lebih pendek atau lebih cepat cenderung memiliki gejala yang lebih parah.

Salah satu gejala yang paling umum dari tetanus adalah kejang otot dan kaku pada rahang. Karena terjadi kaku padang rahang inilah tetanus disebut dengan lockjaw.

Kejang otot biasanya akan menyebar ke leher dan tenggorokan, dan menyebabkan kesulitan menelan. Selain itu, anak yang terkena tetanus juga bisa mengalami sulit bernapas, karena kekakuan otot leher dan dada. Bahkan, pada beberapa orang, otot perut dan tungkai juga bisa terdampak.

Dalam kasus yang parah, tulang belakang akan melengkung ke belakang saat otot-otot punggung terinfeksi. Kondisi ini lebih sering terjadi ketika anak-anak mengalami infeksi tetanus.

Selain itu, orang yang mengalami tetanus juga akan mengalami gejala-gejala di antaranya, feses yang berdarah, diare, demam, sakit kepala, sensitif terhadap sentuhan, sakit tenggorokan, berkeringat, serta detak jantung cepat.


Simak juga manfaat bawang putih untuk redakan sakit gigi dalam video ini:

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Kata Pengganti 'Maaf' yang Buat Seseorang Terlihat Profesional Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

Catat Bun! Ini 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Februari 2026

Mom's Life Amira Salsabila

Jenis Sakit Sebelum Puasa yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Ramadhan

Mom's Life Amira Salsabila

100 Kata-Kata Ucapan Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan Lengkap Islami hingga Lucu

Mom's Life Amira Salsabila

7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Obat Rumahan untuk Mengatasi Mioma atau Fibroid Rahim

7 Materi Kultum Singkat yang Menarik dan Menginspirasi untuk Acara Ramadhan di Sekolah

Jenis Sakit Sebelum Puasa yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Ramadhan

100 Kata-Kata Ucapan Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan Lengkap Islami hingga Lucu

10 Kata Pengganti 'Maaf' yang Buat Seseorang Terlihat Profesional Menurut Psikolog

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK