HaiBunda

PARENTING

5 Hal Perlu Diperhatikan Saat Ajari Balita Berpuasa

Muhayati Faridatun   |   HaiBunda

Sabtu, 09 May 2020 19:19 WIB
Ilustrasi anak belajar puasa/ Foto: Getty Images/iStockphoto/arapix
Jakarta - Si bungsu masih usia balita, tapi ingin ikut berpuasa seperti kakaknya. Anak Bunda juga seperti itu? Sebenarnya, boleh enggak sih anak balita belajar puasa?

Sebagian bunda mungkin khawatir kalau anak yang masih balita ingin berpuasa. Bagaimana dengan asupan gizinya? Apakah pertumbuhan berat badannya akan terganggu? Sederet pertanyaan lain mungkin bersarang di pikiran Bunda.


Nah, supaya puasa si kecil lancar, Bunda juga tenang, sebaiknya simak 5 hal yang perlu diperhatikan saat mengajari balita berpuasa.


1. Balita tidak wajib puasa

Dalam Islam, dijelaskan Ustazah Aini Aryani, anak mulai diajari beribadah dari usia 7 tahun. Hanya saja, Bunda tidak boleh memaksa. Misal saat mengajari si kecil berpuasa, jangan memaksa dia meneruskan puasa kalau sudah mengeluh lapar.

"Karena bila anak dipaksa, dia justru bisa berbohong," ujar Aini.

Ilustrasi mengajari anak puasa/ Foto: Getty Images/JulieanneBirch

2. Kondisi anak sehat

Dikatakan dr.Alinda Rubianti Wibowo, Sp.A, dari tim Applicative MedicalCare System (AMS), bila anak dalam kondisi sehat, puasa tidak akan mengganggu sistem pencernaannya.

"Asalkan diperhatikan asupan nutrisi yang etpat saat sahur dan berbuka," terang Alinda kepada HaiBunda, melalui pesan WhatsApp, belum lama ini.

3. Menu sahur

Alinda mengingatkan, tujuan makan sahur adalah agar tubuh mendapatkan energi, nutrisi, dan meningkatkan imunitas. Untuk itu, makanan yang dianjurkan saat si kecil sahur yakni:

- Lauk berprotein tinggi (ikan, tempe, daging, ayam)
- Menu dengan indeks glikemik rendah (nasi merah, ubi jalar, kacang hijau, ayam panggang)
- Air putih cukup
- Buah, vitamin, dan susu

4. Menu buka puasa

Menu saat anak berbuka puasa juga perlu diperhatikan, Bunda. Alinda menerangkan, nutrisi dalam menu buka puasa bermanfaat untuk mengembalikan kadar gula darah dan mengganti cairan tubuh. Menu yang dianjurkan yakni:

- Minum air putih atau teh manis hangat
- Menu berkadar indeks glikemik tinggi (nasi putih, kentang, roti, macaroni, keju)
- Lauk berprotein tinggi dan berserat (ikan, ayam, sayur hijau, kacang-kacangan)
- Buah-buahan yang mengandung air (melon, apel, pepaya, air kelapa)

"Jangan makan makanan berlemak tinggi, ini harus dihindari," dokter yang praktik di RSIA Kemang Medical Care ini mengingatkan.

5. Susu dan vitamin

Kalau setiap hari si kecil terbiasa minum susu dan vitamin, Alinda menyarankan, Bunda bisa tetap memberikannya. "Sebaiknya dikonsumsi saat sahur," jelasnya.


Bunda, simak juga tips mengajari anak salat dan mengaji, dalam video di bawah ini:

(muf/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK