sign up SIGN UP search


parenting

7 Hal Penting agar Anak Tak Mudah Lapar dan Haus Saat Puasa

Melly Febrida Kamis, 07 May 2020 10:17 WIB
Asian family lunch outdoors, children having fun at table, Father helps feed daughter caption
Jakarta - Bunda yang anaknya pilih-pilih makanan alias picky eater tapi berpuasa, biasanya kebingungan saat memilih menu sahur. Bunda masak sayur si kecil enggak mau makan, maunya malah menu favorit seperti telur saja atau tempe. Itu lagi... Itu lagi...

Dokter anak dari Amerika Serikat (AS), Omar Jaber, M.D., M.P.H., mengingatkan, makanan saat sahur itu bagian penting dari berpuasa, terutama untuk anak-anak.


"Makanan sahur harus mencakup makanan yang kaya serat seperti sereal gandum, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran, serta sumber protein yang baik seperti daging tanpa lemak, selai kacang, telur dan produk susu, agar anak merasa kenyang dalam waktu lama," kata Jaber, mengutip BCM Edu.


Nah, selain makanan yang wajib dikonsumsi, ada juga yang harus diperhatikan agar anak enggak mudah lapar dan haus. Apa saja?

1. Gula tinggi

Hindari makanan yang kandungan gulanya tinggi. Makanan jenis ini akan meningkatkan keinginan makan dan memberikan sedikit nutrisi dalam kalori.

Dikutip dari The Star, ahli diet di Tuanku Mizan Armed Forces Hospital, Major Razni Shauna Abdul Razak menjelaskan, gula dapat mengganggu kadar gula darah alami tubuh. Inilah yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan menginginkan makanan yang tidak perlu.

Cobalah mengonsumsi kurma, kue, dan roti sebagai sumber energi yang sangat baik.

Ilustrasi anak makanIlustrasi anak makan/ Foto: Getty Images/JulieanneBirch
2. Makanan asin, junk food, gorengan

Menurut Razak, makanan olahan dan junk food meski enak hanya bisa menambah rasa haus. Makanan yang digoreng juga bisa menyebabkan kelelahan dan penambahan berat badan yang tidak sehat.

3. Olahraga

Anak-anak yang senang berolahraga, hindari olahraga dengan intensitas tinggi, dan minum banyak cairan selama jam-jam di luar puasa agar tetap terhidrasi.

4. Makan berlebih

Hindari memaksa anak makan berlebihan untuk mengimbangi penurunan kalori. Makan berlebihan hanya akan menyebabkan gangguan pencernaan, kembung dan tidak nyaman.

5. Minuman berkarbonasi

Daripada memberikan minuman berkarbonasi, Razak menyarankan memberikan kurma atau minum jus buah segar, sehingga bisa mengisi kembali cadangan di tubuh setelah berpuasa.

6. Cukup cairan

Razak mengingatkan, pastikan anak minum cukup cairan setiap hari untuk menjaga hidrasi, terutama air. Air akan menjaga tubuh anak terhidrasi dari fajar hingga senja. Selain itu, hindari minuman yang mengandung gula, atau minuman diuretik seperti soda, teh hitam, dan kopi.

7. Karbohidrat dan protein kompleks

Karbohidrat kompleks membantu melepaskan energi secara perlahan selama jam-jam puasa. Sementara itu, protein membantu membuat anak kenyang saat puasa.

"Idealnya, makanan sahur harus mencakup telur, keju, roti gandum dan sayuran segar," ujar Razak.


Lantas bagaimana dengan makanan asam? Menurut ketua PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Hardinsyah, MS, Ph.D, anak boleh mengonsumsi makanan asam dan manis selama bulan puasa. Namun, baiknya ini tak dilakukan jika perut anak dalam keadaan kosong. Sebab, pencernaan anak bisa mengalami inflamasi atau terjadi pendarahan pada lambung.

"Beberapa jenis makanan yang dilarang saat sahur atau berbuka adalah yang mengandung bahan berbahaya. Contohnya, pewarna tekstil, formalin, dan boraks. Kalau makanan yang serba 'ter' seperti termanis dan terasam, tentu boleh dimakan, tapi jangan saat perut kosong," kata profesor yang akrab disapa Hardin ini.

Bunda, simak juga cara memilih gizi yang tepat untuk anak, dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi