sign up SIGN UP search


parenting

Tips Mencegah dan Mengatasi Anak Cengeng di Fase Terrible Two

Melly Febrida Minggu, 10 May 2020 10:21 WIB
A mother holding a crying toddler daughter indoors in kitchen when cooking. caption
Jakarta - Anak usia dua tahun disebut-sebut masa terrible two. Perilaku anak mulai membuat orang tua pening. Anak jadi sering banget tantrum, cengeng, bertingkah dan bahkan sering bikin kita kesal. Tapi, sebuah penelitian menemukan cara untuk mengatasinya, Bunda.

Sebuah penelitian dari University of Cambridge yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Science menemukan, terrible two dapat dihindari pada anak-anak yang sebenarnya memiliki suasana hati yang bahagia dan mudah beradaptasi. Orang tua sebaiknya menggunakan pengasuhan suportif autonomi, yang menekankan anak sebagai pemimpin.


"Ini bukan tentang melakukan segalanya untuk anak Anda, atau mengarahkan tindakan mereka. Ini lebih merupakan bolak-balik antara orang tua dan anak," kata profesor Claire Hughes, Wakil Direktur Pusat Penelitian Keluarga di Universitas Cambridge, dalam siaran pers.


Dikutip dari The Atlanta Journal-Constitution, Hughes mengatakan, hal terbaik yang dilakukan orang tua yakni duduk dan melihat anak ketika berhasil dengan sesuatu. Tapi, orang tua akan memberikan dukungan lebih ketika melihat anaknya berjuang.

Pada penelitian ini merekrut 400 pasangan yang memiliki bayi. Untuk setiap pasangan, para peneliti mengunjungi ketika bayi mereka berusia 4 bulan, 14 bulan, dan 24 bulan. Peneliti mendokumentasikan interaksi pasangan dengan anak-anak mereka saat melakukan berbagai tugas tertentu.

Tim peneliti kemudian menilai tingkat dukungan orang tua dalam setiap interaksi. Orang tua juga menilai temperamen bayi dan masalah perilaku anak mereka pada usia 14 dan 24 bulan.

"Apabila Anda dikaruniai bayi yang bahagia, maka Anda bisa melalui terrible two yang tidak terlalu buruk atau berlangsung terlalu lama. Jadilah fleksibel dalam cara Anda bermain dengan anak antara usia 14 dan 24 bulan," kata Hughes, yang merupakan penulis utama penelitian bersama Rory Devine, Ph.D., di Fakultas Psikologi Universitas Birmingham.

Ilustrasi anak tantrum di fase terrible twoIlustrasi anak tantrum di fase terrible two/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Halfpoint
Misalnya saja saat bermain puzzle, Bunda. Menurut Hughes, ini bisa berubah jadi game yang sangat berbeda apabila Bunda membiarkan anak yang memimpin. Saat penelitian, beberapa orang tua membantu anaknya ketika terlihat bingung meletakkan puzzle kayu di posisi yang benar. Tapi, orang tua lain membiarkan sesuai pilihan anak.

"Pola asuh yang mendukung autonomi adalah tentang bersikap fleksibel, mengikuti petunjuk seorang anak, dan memberikan tantangan yang tepat," lanjutnya.

Dari penelitian ini, para peneliti menemukan hubungan antara fungsi eksekutif, yang didefinisikan Weill Institute for Neurosciences University of California San Francisco, sebagai keterampilan kognitif tingkat tinggi yang digunakan untuk mengendalikan dan mengoordinasikan kemampuan dan perilaku kognitif yang lain, yakni di usia 14 bulan, serta mengurangi masalah perilaku di usia 24 bulan.

Peru Bunda ketahui, ini juga berlaku saat mengendalikan faktor-faktor seperti keterampilan bahasa anak dan kualitas interaksi ibu dan anak.


Tentang terrible two ini, dikatakan psikolog anak Wikan Putri Larasati, M.Psi, ini adalah istilah yang diberikan karena anak usia 2 tahun memiliki karakteristik umum, seperti sering berkata 'tidak' karena dia enggak mau menuruti orang tua.

"Lebih sering marah terkadang sampai temper tantrum, memaksakan keinginannya, dan sebagainya," kata Wikan kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Pada masa terrible two, Wikan menyarankan orang tua mulai memberikan kesempatan ke anak untuk mengontrol atau membuat keputusan dengan cara memberi pilihan sederhana, mengingat anak sedang berada dalam fase autonomi.

Bunda, simak juga yuk cara Eriska Rein mengatasi putra kecilnya saat mogok sekolah, dalam video Intimate Interview di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi