PARENTING
Anak-anak Enggak Tertarik Belajar via Zoom? Ternyata Ini Alasannya
Melly Febrida | HaiBunda
Rabu, 20 May 2020 19:08 WIBAnak-anak sudah mulai libur sekolah, Bunda? Ini artinya, Bunda bebas dari home learning untuk beberapa saat. Setidaknya, enggak perlu memaksa anak agar mau video call via aplikasi Zoom, bersama guru dan teman-temannya.
Seperti anak Bubun yang masih Taman Kanak-kanak (TK), untuk video call dengan guru dan teman-teman saja, harus ekstra membujuk dan kejar-kejaran. Kadang, anak sibuk main malah Bubun yang ikutan nge-Zoom. Bunda juga mengalaminya?
Anak menolak komunikasi via Zoom bukan berarti enggak kangen dengan teman-temannya, Bunda. Kalau si kecil termasuk yang sulit diajak nge-Zoom, Bunda enggak sendirian. Tak perlu cemas ya.
Menurut Joshua Castillo, pelatih pengasuhan anak yang berbasis di Los Angeles dan konsultan anak usia dini, hanya sekitar sepertiga anak-anak yang senang berkomunikasi dengan teman-temannya melalui video. Banyak anak yang belum tertarik pada pertemanan virtual.
Begitu pula yang disampaikan Dr. Lori Baudino, seorang psikolog klinis yang spesialisasi dalam perkembangan anak. Ia mengatakan, sistem virtual itu sangat baru untuk anak-anak.
"Dan kurangnya kontrol dari teknologi ini yang membuatnya jauh lebih sulit untuk melibatkan anak ke anak," kata Baudino, dilansir NY Times.
Pada saat video call, kata Baudino, anak malah sering berbicara dengan orang tuanya, atau melakukan hal lain selama Zoom jika bukan gilirannya berbicara. Anak-anak merasa kalau tak berbicara, berarti mereka tak ada di sana.
Supaya Zoom bisa berjalan, Baudino merekomendasikan untuk memberi anak-anak waktu sebelum anak menggunakan Zoom, agar merasa nyaman dengan platform yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan guru dan teman-teman sekolah.
Sementara itu, dikatakan Courtney Bolton, Ph.D., psikolog anak dan keluarga yang berbasis di London dan pelatih pengasuhan anak, tantangan yang anak-anak hadapi saat menggunakan Zoom adalah cara berinteraksi.
"Orang tua lupa ya kalau anak-anak itu belum ahli dalam obrolan ringan," kata Bolton.
Kita selama ini melatih anak-anak cara berbicara dengan orang dewasa, tetapi tidak sebanyak interaksi dengan teman sebaya.
"Berarti, ketika kita memintanya di depan layar dan berkata, 'Hai, saatnya untuk Zoom dengan sahabatmu, bersenang-senanglah!' tanpa kegiatan atau percakapan yang memandu mereka, beberapa anak tidak tahu bagaimana memulai dan bisa dengan cepat jadi frustrasi atau kehilangan minat," ujarnya.
Tentang pembelajaran secara daring (online) selama pandemi Corona ini memang digembar-gemborkan jadi solusi. Hanya saja, pembelajaran secara daring tak semudah yang dibayangkan.
Titi (bukan nama sebenarnya), tenaga pendidik di salah satu sekolah dasar (SD) di Batam, harus menyiasatinya lagi. Google Class, Zoom, Skype, serta aplikasi-aplikasi lain tak bisa diandalkannya.
"Saya mengajar kelas 2 SD. Ada meeting (pertemuan) pakai Zoom. Tapi, enggak semua anak bisa akses karena ada yang orang tuanya masih kerja, ada juga orang tua yang gagap teknologi, tidak fasih menggunakan aplikasi," kata Titi, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Bunda, simak juga yuk cara Kirana Larasati membuat anaknya happy belajar di rumah. Di video Intimate Interview berikut ini:
(muf/muf)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan Doa Sebelum dan Sesudah Belajar untuk Anak
Catat Bunda, Usia Ideal Anak Belajar Menulis dan Membaca
5 Cara Mengenalkan Bentuk pada Anak Usia 2 Tahun
Anak Tak Bisa Diam Saat Belajar? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
TERPOPULER
Bukan Sekadar Pintar, Ini 7 Ciri Orang IQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
Cara Mengenali Orang Cerdas Dilihat dari 7 Hal di Handphonenya
Potret Surinala Anak Putri Marino & Chicco Jericho, Dipuji Cantik bak Kembaran Ibunda
Tanda-tanda Burnout Kerja: Saat Tubuh dan Pikiran Mulai Kelelahan
Puluhan Orang Dirawat di RS usai Konsumsi Mi Instan Rasa Ayam Bawang Terkontaminasi Salmonella
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel 316 Terbaik, Lebih Aman, Tahan Panas & Karat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Makan Pedas Menurut Psikologi
Potret Surinala Anak Putri Marino & Chicco Jericho, Dipuji Cantik bak Kembaran Ibunda
Tanda-tanda Burnout Kerja: Saat Tubuh dan Pikiran Mulai Kelelahan
Bukan Sekadar Pintar, Ini 7 Ciri Orang IQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
7 Hal yang Bisa Dipelajari Anak saat Diajak Belanja ke Supermarket
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Usai Putus, Manohara Kini Jomlo & Siap Buka Hati
-
Beautynesia
4 Kalimat yang Diucap Orang Kurang Berkelas saat Mengobrol
-
Female Daily
Elegan Tanpa Berlebihan, Intip Style Para Selebriti yang Menghadiri Pernikahan Taylor Swift!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: True Goddess! Zendaya Bak Dewi Yunani di Premier The Odyssey
-
Mommies Daily
Living Apart Together: Tren Pasangan Menikah tapi Pilih Tinggal Terpisah