sign up SIGN UP search


parenting

5 Cara Temukan Gaya Belajar Anak, Harus Didampingi Ya Bunda

Yuni Ayu Amida Kamis, 21 May 2020 10:20 WIB
ilustrasi anak belajar caption
Jakarta -

Biasanya, anak-anak belajar di sekolah dipandu oleh guru. Tapi, sejak pandemi COVID-19 melanda, proses belajar mengajar saat ini jadi berbeda. Ya, pemerintah memutuskan para siswa belajar di rumah dan memanfaatkan pembelajaran secara virtual atau online.

Dikatakan psikolog Jovita Ferliana, di masa virtual ini, guru dan siswa terpisah jarak. Jadi, cara pengajaran langsung enggak bisa dilakukan guru. Sehingga, orang tualah yang berperan dan mengambil alih posisi tersebut.

"Orang tua menjadi pendamping dan jembatan antara guru dan murid selama proses pembelajaran. Jadi, orang tua perlu mengenal gaya belajar anak agar anak mampu memahami materi secara optimal," jelas Jovita, dalam Virtual Media Gathering Sampoerna Academy, melalui Google Meet, Rabu (20/5/2020).


Lebih lanjut, Jovita menjelaskan, setiap anak punya gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar sendiri adalah cara yang lebih disukai anak dalam berpikir, memproses, dan memahami suatu informasi. Dan gaya belajar anak terbagi dalam empat tipe yakni tipe visual, auditori, read or write, dan kinestetik.

"Anak dengan tipe visual lebih mudah memahami informasi dengan melihat grafik, gambar, diagram, dan warna. Anak auditori lebih mudah memahami informasi dengan mendengar, tipe read or write dengan cara membaca atau menulis. Dan anak kinestetik dengan mencoba melakukan secara langsung, menggunakan gabungan indranya, dan menerapkan di keseharian," tutur Jovita.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan orang tua untuk bisa menemukan gaya belajar anak, khususnya pada sesi belajar online di rumah seperti saat pandemi ini? Begini tipsnya, Bunda.

1. Perhatikan kebiasaan anak sehari-hari

Dikatakan Jovita, cara pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan kebiasaan sehari-hari anak. Misalnya apakah anak itu lebih banyak menggambar, berbicara, membaca buku, melakukan aktivitas yang bergerak, atau mendengarkan orang berbicara. Dari sana kita bisa melihat gaya belajar anak.

"Misalnya anak suka menghabiskan waktunya dengan menggambar, berarti anak tipe visual, kalau anak banyak menghabiskan waktunya membaca buku itu anak read or write. Kalau suka aktivitas bergerak itu biasanya kinestetik. Nah, kalau sukanya mendengarkan orang berbicara, mendengarkan lagu biasanya auditori," paparnya.

Gaya belajar ini ada juga yang kombinasi, Bunda. Karena pada dasarnya dalam diri anak punya keempat gaya belajar tersebut. Tapi kita lihat yang dominasi yang mana.

"Kadang yang dominasi ini bisa dua, misalnya kinestetik atau visual lebih mendominasi daripada read or write dan auditori. Jadi kita lihat yang lebih dominan," jelasnya.

ilustrasi anak belajarilustrasi anak belajar/ Foto: iStock

2. Berikan tugas

Cara kedua adalah berikan tugas, misalnya tugas menyatukan mainan mobil dengan bagiannya yang terpisah. Di sini anak diminta merakit mobil sendiri.

Anak dengan gaya belajar visual biasanya melihat gambar mobilnya secara utuh baru merakit. Anak tipe read or write akan membaca petunjuknya dulu baru mulai merakit. Sementara itu, anak dengan gaya auditori biasanya mendengar tutorial atau meminta ayah dan bundanya menjelaskan tahapan membuatnya.

"Kalau kinestetik, dia akan langsung merakit mainan mobil tanpa membaca petunjuk atau gambar yang ada, dia coba-coba sendiri, kalau ada yang salah dia coba lagi perbaiki," ujar Jovita.

3. Perhatikan gangguan yang merusak konsentrasi anak

Cara ketiga adalah perhatikan gangguan yang merusak konsentrasi anak. Jika anak terganggu dengan hal-hal yang terlihat, misalnya ada orang lewat dan terganggu, berarti dia punya gaya belajar visual.

Kalau terganggu saat mendengar suara, misalnya suara hewan atau kendaraan lewat, anak cenderung auditori. Kalau kinestetik biasanya anak akan merasa tertekan kalau disuruh belajar tenang. Sementara read or write, konsentrasinya bisa terpecah kalau ada gangguan saat membaca atau menulis.

4. Mendampingi anak selama belajar

Orang tua harus mendampingi anak dalam sesi belajar. Dari sini orang tua akan bisa melihat tipe belajar anak.

5. Berkomunikasi dengan guru

Karena guru mendampingi anak belajar selama di sekolah, berkomunikasi dengan guru merupakan hal penting untuk menemukan tipe belajar anak. Jadi, kita juga harus lihat dari kacamata atau sudut pandang guru soal tipe belajar anak selama di sekolah.

"Jadi, kita bisa satukan dengan hasil observasi kita selama anak belajar di rumah," tegas Jovita.

Simak juga tips agar anak suka belajar di rumah dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi