sign up SIGN UP search


parenting

15 Tips Merawat Bayi Baru Lahir, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 24 Jun 2020 05:40 WIB
Baby, Newborn, Hand, Pregnant, Sleeping caption
Jakarta -

Dalam beberapa hari dan minggu pertama bayi dilahirkan, ada banyak penyesuaian bagi semua orang di lingkungannya, terutama orang tua. Penyesuaian tersebut bisa berupa bentuk perawatan, baik secara fisiknya, maupun kebutuhannya, Bunda.

Kebutuhan tersebut mestinya sudah disiapkan sebelum bayi dilahirkan, Bunda. Sehingga saat kembali pulang ke rumah setelah persalinan di rumah sakit, bayi bisa diurus dengan baik.

Perawatan untuk bayi baru lahir setelah persalinan merupakan kewajiban. Dan berikut ini sejumlah perawatan pada bayi baru lahir, dikutip dari Parenting Firstcry dan Healthline:


1. Perawatan tali pusat

Selama sembilan bulan, tali pusat merupakan jalur hidup yang menghubungkan Bunda dengan bayi, memberikan oksigen dan makanan yang dibutuhkan bayi dalam kandungan. Setelah bayi lahir, maka tali pusat akan putus karena sudah tak dibutuhkan lagi.

Sisa potongan tali pusat ini disebut dengan tunggul pusat, yang akan terlepas sendiri antara seminggu hingga sebulan. Setelah tali pusat putus, mungkin pusar bayi akan membutuhkan waktu untuk sembuh.

Jika Bunda melihat ada sisa darah atau cairan kuning, tenang yang Bunda karena itu normal. Selama merawat tali pusat, pastikan Bunda menjaga area tersebut tetap kering dan bersih setiap saat. Jangan pernah mencoba menghilangkan tunggul pusat, biarkan itu putus sendiri.

2. Menyusui

Menyusui menjadi tonggak penting dan menantang yang kadang bisa membuat Bunda frustrasi, sakit hingga marah. Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan bergizi untuk bayi dan menyusui juga baik untuk kesehatan Bunda.

Bunda bisa menyusui bayi sekitar satu atau dua jam setelah melahirkan. Awalnya, mungkin Bunda akan melihat ASI tersebut kental dan kekuningan, itu adalah susu yang sangat bergizi dan sehat yang disebut kolostrum. Kolostrum sangat bermanfaat untuk bayi karena mengandung antioksidan dan protein.

Saat menyusui, pastikan posisi Bunda baik dan nyaman. Jangan membawa payudara ke bayi, sebaliknya bawa bayi ke payudara Bunda, sehingga dia tahu bagaimana cara melakukan pelekatan.

Ada juga bayi yang membutuhkan susu formula saat baru lahir, Bunda. Mereka membutuhkan 60 hingga 90 ml setiap kali menyusui selama tiga atau empat jam kali dalam beberapa minggu pertama. Baik menyusu ASI atau formula, bayi yang sedang tidur perlu dibangunkan jika sudah saatnya ia makan ya Bunda. Untuk dua hingga empat hari pertama kehidupan, bayi baru lahir harus diberi makan dengan menyusu setiap dua hingga tiga jam, atau sesuai permintaan.

5. Napas pertama bayi

Saat di dalam kandungan, bayi tidak perlu khawatir tentang bernapas. Namun, setelah kelahiran, paru-paru bayi yang sebelumnya dipenuhi cairan, sekarang dipenuhi udara. Perubahan mendadak ini pasti akan menyulitkan bayi baru lahir, sehingga napas pertama bayi biasanya tidak teratur, dangkal, ngos-ngosan, namun tak perlu khawatir selama napas bayi masih stabil, itu tetap normal.

6. Tes APGAR

Tes APGAR merupakan tes pertama yang akan dilakukan oleh dokter pada anak untuk memastikan bayi normal. APGAR meliputi Activity, Pulse, Grimace, Appearance, dan Respiration.

Semua itu diuji dan akan akan diberikan skor, yang disebut dengan APGAR Score. Jika semuanya normal, tidak ada alasan Bunda untuk khawatir. Skore 7 ke atas dianggap normal, sedangkan skor 4-6 dianggap relatif rendah, sedangkan di bawah 3 dinilai sangat rendah. Jika dokter menentukan bahwa skor bayi terlalu rendah, maka kemungkinan perlu mendapat perhatian medis, Bunda.

7. Menimbang bayi

Kebanyakan bayi baru lahir memiliki berat antara 2-4 kilogram (kg). Bayi baru lahir biasanya turun bobotnya selama seminggu pertama pasca melahirkan karena banyak cairan tubuh yang hilang selama waktu itu. Namun Bunda akan melihat peningkatan berat badan bayi setelah satu minggu atau lebih.

Pertambahan berat badan penting untuk perkembangan fisik dan mental bayi. Jika Bunda merasa bahwa bayi tidak naik bobotnya, maka bisa berkonsultasi dengan dokter anak dan sediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk berkembang.

ilustrasi bayi baru lahirilustrasi bayi baru lahir/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tonefotografia

6. Kotoran pertama

Kotoran pertama bayi disebut dengan meconium, yang berbeda dengan feses, namun itu normal. Bayi saat di dalam kandungan banyak menelan banyak cairan, sehingga kotoran pertamanya mungkin terlihat berbeda. Biasanya kotoran bayi menjadi normal dalam waktu satu atau dua minggu.

Jika Bunda tak melihat meconium setelah lebih dari 24 jam, mungkin karena terjadi penyumbatan usus dan Bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

7. Kulit dengan kulit

Kontak kulit ke kulit sangat penting untuk bayi Bunda. Sepanjang kehamilan, bayi merasa nyaman di dalam rahim, tetapi setelah kelahiran, diperlukan kontak kulit dengan kulit Bunda dan buah hati.

Biarkan bayi tanpa pakaian dan tempelkan pada kulit Bunda, lalu selimuti diri Bunda dan bayi. Cara ini akan membuat bayi merasa rileks dan membuat bayi terbiasa dengan Bunda.

8. Vitamin K

Vitamin ini diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah pendarahan. Vitamin K bisa membantu dalam pembekuan darah, sehingga jika ada pendarahan, vitamin ini membantu menggumpalkan dan mencegah pendarahan.

9. Perawatan mata

Mata bayi baru lahir sangat halus dan sensitif. Dalam 1 jam setelah kelahiran, dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata untuk memastikan mata bayi bebas dari infeksi.

Nah Bunda, pastikan menjaga mata bayi tetap bersih setiap saat. Gunakan kain lembap dan air bersih untuk menyeka mata bayi..

10. Vaksinasi Hepatitis B

Setiap vaksinasi penting untuk anak, sehingga ingat tanggalnya dan pastikan buah hati mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi Hepatitis B sangat penting untuk menangkal penyakit Hepatitis B.

11. Tidur

Bayi yang baru lahir tidak pernah tidur sesuai dengan keinginan Bunda. Sebagian besar waktu, siklus tidur bayi akan membuat Bunda kesal tapi itu adalah tantangan sebagai seorang ibu. Sabar ya Bunda, bayi akan tidur ketika dia menginginkannya.

Bayi yang baru lahir belum bisa membedakan pagi dan malam, sehingga jam tidurnya masih berantakan. Bahkan, terkadang ia bisa tidur selama 8 jam seharian, dan terjaga semalaman. Pola tidurnya tersebut, akan mulai teratur saat bayi mulai menginjak usia 4 bulan.

Bayi baru lahir juga memiliki perut yang sangat kecil. Mereka harus bangun dan menyusu setiap tiga jam sampai sekitar usia 3 bulan. Begitu mereka sedikit lebih besar, maka jam tahan tidak menyusu dan makannya bisa menjadi lebih lama.

The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa bayi harus tidur di kamar orang tuanya untuk setidaknya selama 6 bulan pertama. Itu karena bayi membutuhkan buaian, memudahkan saat ia butuh menyusu, serta dapat membantu untuk mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Jika bayi tidak cukup tidur, mungkin ada masalah yang terjadi. Coba periksa popoknya dan apakah dia lapar. Membedong bayi dan memastikan tidak ada suara berisik adalah cara membantu si kecil tidur nyenyak, Bunda.

12. Mandi

Disarankan selama satu minggu pertama atau lebih, Bunda memberi bayi mandi busa. Gunakan kain lembut dan air hangat dan bersihkan bayi. Bunda juga bisa mencuci muka, tangan, dan area genital bayi dengan air hangat, terutama setelah mengganti popok.

Alasan mengapa Bunda harus menunggu selama seminggu atau lebih sebelum memandikan bayi adalah agar tali pusatnya mengering. Setelah kering, biasanya akan lepas dan itu menjadi tanda bahwa Bunda bisa memberikan mandi air hangat di bak mandi bayi.

Banyak ibu memandikan bayi setiap hari, padahal tiga hari dalam seminggu sudah lebih dari cukup. Itu karena kulit bayi masih sangat sensitif dan cenderung kering. Jadi mandi berlebihan bisa mengeringkan kulit bayi.

Saat memandikan bayi, pastikan air suam-suam kuku ya Bunda. Gunakan sabun lembut agar tidak menyebabkan alergi dan reaksi negatif pada kulit bayi atau Bunda bisa minta rekomendasi sabun yang cocok untuk bayi Bunda.

Bunda juga tidak perlu mencuci rambut bayi setiap hari, dua atau tiga kali dalam seminggu sudah cukup. Pastikan Bunda menggunakan sampo yang ringan. Bunda juga harus mengawasi bayi saat mandi karena sangat mudah bagi mereka untuk tergelincir dan tenggelam di bak mandi.

13. Pemeriksaan fisik

Seperti APGAR, pemeriksaan fisik setelah kelahiran juga diperlukan, Bunda. Dokter akan memeriksa untuk melihat apakah bayi sehat.

14. Memberikan kehangatan

Membedong bayi lebih penting dari yang Bunda kira. Menjaga bayi tetap hangat membantu mengatur suhu tubuhnya. Itu karena bayi yang baru lahir tidak memiliki lemak sebanyak anak-anak atau orang dewasa. Karena itu, pastikan Bunda membungkus bayi dengan pakaian yang hangat terutama ketika cuaca sedang hujan. Dan setelah mandi, pastikan bayi tetap sehat ya Bunda.

15. Perubahan sirkulasi pernapasan dan fisiologis

Saat bayi berada dalam rahim, sistem pernapasan dan peredaran darah beroperasi dengan cara sangat berbeda dibanding setelah kelahiran. Saat di rahim, bayi tergantung dengan tali pusat untuk mendapat oksigen, sementara sirkulasi dan pertukaran gas pernapasan berlangsung cepat selama proses persalinan dan kelahiran, sehingga bayi bisa bernapas di luar rahim dan jantung berfungsi normal.

Dokter akan menampar bokong bayi saat lahir untuk membersihkan saluran udara dan mendorong pernapasan Penting untuk memantau bayi selama 6-10 jam setelah kelahiran karena beberapa perubahan terjadi pada sistem organ utama.

Bunda, simak juga penjelasan mengenai bayi baru lahir yang dibedong dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi