sign up SIGN UP search


parenting

Manfaat Skin to Skin Contact untuk Tumbuh Kembang Bayi

Annisa Afani Jumat, 31 Jul 2020 16:22 WIB
skin to skin caption
Jakarta -

Sentuhan orang tua pada bayi baru lahir memberikan dampak besar untuk pertumbuhannya. Itu sebabnya, kini banyak ibu memilih persalinan dengan layanan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Di mana prosesnya, bayi yang baru lahir langsung ditempelkan pada dada ibunya, lalu diselimuti dengan kain hangat untuk selanjutnya melakukan skin to skin contact. IMD ini akan dilakukan pada satu jam pertama setelah kelahiran bayi, Bunda.

Menurut penjelasan dr.Meta Hanindita, Sp.A, bayi akan menemukan puting ibunya, dan secara naluriah akan mulai belajar menyusu. Selain bermanfaat untuk meningkatkan bonding antara keduanya, skin to skin contact juga akan meningkat tubuh bayi lho.


"Setelah tali pusat dipotong dan diikat, bayi akan ditengkurapkan di dada ibu," ujar dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya, dalam bukunya Mommyclopedia Panduan Lengkap Merawat Bayi 0 - 1 Tahun.

Bayi akan merasa sangat nyaman di pelukan ibunya, karena selama di kandungan mereka seperti tidur panjang dengan pelukan penuh cinta, Bunda.

Sehingga, tidak heran jika para peneliti mendukung teori pentingnya menyentuh atau melakukan kontak skin to skin dengan si kecil demi tumbuh kembangnya.

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Stanford, para ahli di Lucile Packard Children's Hospital merekomendasikan agar ibu yang baru melahirkan untuk segera melakukan kontak langsung dengan bayinya.

"Walaupun bayi dilahirkan dengan proses caesar, kegiatan untuk menyentuh bayi ini harus tetap dilakukan dengan segera setelah persalinan demi menjadi awal yang baik bagi keduanya," kata ahli kandungan Susan Crowe , MD, direktur pelayanan obat rawat jalan menyusui di Packard Children's.

Skin to skin yang dilakukan pada bayi baru lahir dapat membuatnya tenang, jarang menangis, dan membantu mereka tidur dengan lebih baik. Dikutip dari Scientific American, beberapa penelitian juga mengatakan bahwa perkembangan otak bayi mungkin dapat difasilitasi dengan tidur yang tenang dan lebih nyenyak.

Mom and newborn baby skin to the skin after birthIlustrasi skin to the skin/ Foto: iStock

Studi lainnya yang terbit pada 2012, dalam jurnal Neonatology menunjukkan bahwa 95 persen ibu menghabiskan waktu untuk skin to skin secara eksklusif 48 jam setelah melahirkan.

Selain memperkuat bonding Bunda dan anak, kegiatan ini juga dapat membantu menjaga bayi untuk tetap hangat, Bunda. Fakta menunjukkan, ternyata suhu tubuh ibu yang melahirkan, khususnya daerah dada, akan lebih hangat dibandingkan bagian lainnya, sehingga menciptakan area yang membuat bayi baru lahir menjadi merasa nyaman.

Menariknya, bagian dada tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengatur suhunya sendiri. Jika suhu bayi turun, maka suhu tubuh ibu akan naik untuk menghangatkan, begitu pula sebaliknya. Tampaknya, hubungan antara ibu dan bayi ini terbentuk dari proses persalinan itu sendiri. Luar biasa ya, Bunda.

Saat bayi tumbuh lebih bear, kegiatan skin to skin lain yang masih dapat dilakukan adalah memijatnya. "Pijat bayi selalu berkaitan dengan bonding, cinta, dan rasa hormat. Bayi berkomunikasi dengan kita sejak mereka dilahirkan melalui bahasa tubuh, suara, dan perilaku," jelas Maureen McCaffrey, instruktur pijat bayi bersertifikat di Packard Children's.

Manfaat skin to skin contact bagi ibu

Selain bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, kegiatan kontak fisik dengan bayi ini juga berguna bagi Bunda, lho. Dengan melakukannya, Bunda bisa mengurangi tingkat stres, depresi dan menjadi lebih rileks. Ditambah lagi, Bunda akan lebih peka terhadap isyarat si Kecil selama tiga bulan pertamanya

Selain menyentuh, interaksi apa yang penting untuk tumbuh kembang bayi?

Salah satu hal yang dipelajari bayi sejak dini dalam kehidupannya adalah respon dari orang lain. Mereka akan belajar dengan mudah saat Bunda memberi balasan atas tindakan yang ia lakukan, sebagai contoh dengan ikut tersenyum saat ia memberikan senyuman.

Ada penelitian yang mengatakan bahwa bayi merasa senang bila sesuatu yang dilakukannya ditiru. Meski kita cenderung meniru perilaku mereka dengan cara berlebihan, namun hal itu memang menjadi hal yang dibutuhkannya, Bunda. Karena dengan cara begitu, kita membantunya belajar tentang pengalaman emosional mereka sendiri.

Semoga membantu ya, Bunda.

Simak juga yuk cara pijat bayi agar lancar BAB, dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi