sign up SIGN UP search


parenting

Hindari 5 Kesalahan Mengatasi Jerawat Bayi agar Tak Makin Parah

Asri Ediyati Kamis, 30 Jul 2020 16:34 WIB
Female hand applying the cream on baby's face caption
Jakarta -

Mengurus bayi baru lahir memang penuh tantangan. Terutama bagi ibu baru yang belum punya pengalaman sebelumnya. Apalagi saat tiba-tiba wajah bayi dipenuhi jerawat kemerahan.

Duh, rasanya enggak tega ya, Bunda. Kasian melihat kulut mulusnya dipenuhi bintik merah dan kadang disertai cairan putih seperti nanah. Bayi kok bisa jerawatan ya?

Jerawat bayi tergolong hal umum dan normal. Ada dua jenis jerawat dan ini tergantung pada usia bayi, Bunda. Tipe pertama yaitu jerawat bayi baru lahir atau dikenal sebagai jerawat neonatal.


Jerawat neonatal ini dapat muncul saat bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan. "Jerawat neonatal adalah kondisi kulit jinak yang dimiliki sekitar 20 persen bayi baru lahir," jelas Katie Pyle, DO, seorang dokter anak di UCHealth Pediatric Care Clinic, Firestone, Colorado.

"Kami tidak benar-benar tahu penyebabnya, tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh stimulasi kelenjar minyak bayi dari hormon ibu atau reaksi peradangan terhadap jenis yeast yang berkoloni pada kulit bayi," ujarnya dikutip dari The Bump.

Berita baiknya, walaupun bayi mungkin memiliki beberapa jerawat, jerawat yang baru lahir tidak berdampak pada kulitnya di masa depan, Bunda.

Nah, jika bayi berusia lebih dari 3 bulan, mungkin mengalami apa yang disebut jerawat kekanak-kanakan atau jerawat infantil. Gejala muncul bintik merah, timbul noda atau pustula pada wajahnya. Seperti jerawat bayi baru lahir, tipe jerawat ini terjadi pada sekitar 1 dari 5 bayi.

"Sementara jerawat neonatal cenderung hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, jerawat infantil mungkin bertahan lebih lama. Dan karena bisa lebih parah daripada jerawat neonatal, mungkin memerlukan perawatan untuk menghindari jaringan parut," kata Meagan O'Neill, MD, seorang dokter anak di Riley Children's Health, Indianapolis.

Baby, Sleeping, Newborn, Babies Only, Human FaceIlustrasi bayi/ Foto: iStock

Nah, untuk mencegah jerawat bayi makin parah, kita bisa menghindari beberapa kesalahan. Apa saja kesalahan dalam mengatasi jerawat bayi? Simak ulasan berikut ini:

1. Abai dengan kebersihan kulit wajah bayi

Jika bayi sedang berjerawat, bersihkan dan basuh wajah bayi setiap hari dengan air hangat. Waktu mandi adalah waktu yang tepat untuk melakukan ini. Bunda bahkan tidak perlu menggunakan apa pun selain air.

Akan tetapi jika Bunda mau, bisa mencoba sabun lembut atau pembersih bebas sabun lho. Produk bebas pewangi jarang yang mengiritasi kulit bayi. Selain itu, jangan ragu untuk meminta rekomendasi dokter anak.

2. Gunakan produk kulit yang keras

Mengutip dari Healthline, produk dengan retinoid, vitamin A, atau erythromycin, umumnya digunakan untuk jerawat dewasa. Namun, biasanya tidak dianjurkan untuk bayi. Jadi, tidak sama ya, Bunda. Kemudian, jangan gunakan sabun beraroma, berbusa banyak, atau jenis sabun lain yang mengandung bahan kimia berlebihan.

3. Gunakan obat tanpa petunjuk dokter

Jangan menggunakan obat bebas tanpa meminta dokter anak, karena beberapa produk mungkin lebih berbahaya daripada baik untuk kulit bayi. Losion dan krim dapat memperparah kulit bayi dan memperburuk jerawat. Lalu, jangan pula gunakan minyak apa pun di wajah bayi.

4. Menggosok wajah bayi dengan handuk

Dilansir Insider, Bunda jangan sekali-kali untuk menggosokkan handuk pada kulit bayi yang berjerawat. Menggosok kulit dengan handuk bisa semakin memperparah jerawat kulit.

Menggosok juga dapat menyebabkan infeksi kulit. Alih-alih menggosok wajah dengan handuk, Bunda lebih baik menyeka air dengan menepuk-nepuk wajah mereka setelah dicuci.

5. Jerawat dipencet

Bunda perlu bersabar, hindari memencet jerawat bayi. Ini akan mengiritasi kulit bayi dan dapat memperburuk masalahnya. Jika bayi Bunda pertama kali mengalami jerawat setelah mereka berusia enam minggu, pastikan untuk menjadwalkan pemeriksaan dengan dokter anak Bunda untuk mengesampingkan kondisi kulit lainnya.

Simak juga video soal tes daya serap popok:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi