sign up SIGN UP search


parenting

Perilaku Normal Anak Balita Saat Hadapi Kesulitan, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Minggu, 02 Aug 2020 12:34 WIB
Cute little boy complaining to mother outdoors. Selective focus Ibu dan anak balita/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Phique Studio
Jakarta -

Apakah anak balita sudah bisa mengambil keputusan? Orang tua mungkin tak begitu memperhatikan, tapi faktanya balita sudah bisa mengambil keputusan cerdas dalam situasi yang tidak menentu.

Misalnya saja, anak balita memutuskan meminta bantuan orang dewasa saat mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Seperti dalam penelitian yang menyoroti bagaimana reaksi anak balita di tengah ketidakpastian, yakni saat hendak membuat keputusan yang sulit.

Sebanyak 160 balita berusia antara 25 dan 32 bulan ikut dalam penelitian. Hasilnya, anak-anak membutuhkan waktu lebih lama untuk mempertimbangkan keputusan yang lebih sulit.


Balita ini memperlihatkan, saat menghadapi situasi yang tidak menentu akan melakukan berbagai cara seperti yang dilakukan anak-anak dan orang dewasa. Bahkan jika anak balita belum bisa benar-benar mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka.

"Anak-anak kecil memperlihatkan perilaku yang menunjukkan bahwa mereka dapat merespons situasi yang tidak pasti," kata psikolog perkembangan anak Simona Ghetti, dari University of California, Davis, mengutip Science Alert.

Untuk mengetahuinya, Ghetti dan tim melakukan eksperimen dengan memperlihatkan sepasang binatang atau benda-benda yang umum pada anak balita. Di setiap gambar hampir sepenuhnya dikaburkan oleh sebuah kotak abu-abu. Para peserta lalu diminta untuk menemukan binatang atau benda tertentu.

Dengan menggunakan alat pelacak mata dan layar sentuh, serta apa yang dikenal sebagai model drift-difusion, yang menggambarkan keakuratan dan waktu reaksi dalam pengambilan keputusan orang dewasa.

Shot of an adorable little girl looking forgetful while playing outsidehttp://195.154.178.81/DATA/i_collage/pi/shoots/781048.jpgAnak balita/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

Serupa dengan orang dewasa, penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak membutuhkan waktu lebih lama untuk mempertimbangkan keputusan yang lebih sulit.

"Kita dapat melihat perilaku seperti bagaimana mereka menemukan informasi yang berguna, bagaimana mereka membolak-balik gambar, atau apakah mereka memerlukan waktu yang lebih sebelum merespons," kata psikolog Sarah Leckey, dari UC Davis.

Ketika kedua benda itu serupa, anak-anak membutuhkan waktu lebih lama untuk mengumpulkan 'bukti', tetapi membutuhkan lebih sedikit bukti untuk mengambil keputusan.

Penelitian ini memang masih memiliki keterbatasan. Ukuran sampel lebih kecil dari yang biasanya digunakan untuk model difusi-drift. Tapi, penelitian seperti ini membantu kita memahami kemampuan anak balita dalam mengambil keputusan.

"Secara keseluruhan, kami melihat ketika berunding, balita memperlihatkan perilaku yang mencerminkan pengumpulan dan penilaian bukti, serta proses mengambil keputusan dalam kondisi yang tidak pasti," tulis para peneliti dalam makalah yang dipublikasikan di Nature Human Behavior.

Kalau melihat perkembangan anak yang maju pesat pasti senang ya, Bunda. Dikatakan dr.Endang D. Lestari, SpA(K), MPH, pakar nutrisi anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orang tua harus memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang, selain stimulasi dan rangsangan. Ini semua untuk tumbuh kembang anak yang maksimal.

"Kecukupan nutrisi sangat penting untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. Pola makan seimbang dengan cukup karbohidrat, protein, dan zat nutrisi lainnya harus terpenuhi agar anak tumbuh pintar," kata Endang, dikutip dari detikcom.

Simak juga yuk, cara menarik tumbuhkan minat baca anak di masa new normal, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi