sign up SIGN UP search


parenting

20 Pertanyaan Soal Nutrisi Anak yang Paling Banyak Membingungkan Orang Tua

Melly Febrida Selasa, 03 Nov 2020 16:09 WIB
Cute little boy eating meat for dinner caption
Jakarta -

Informasi tentang gizi anak-anak banyak beredar di internet. Namun, orang tua masih saja kebingungan dengan kebutuhan nutrisi anak-anaknya.  Meski dibekali ilmu, lebih dari separuh orang tua masih berjuang karena kebiasaan makan anak yang rewel.

Sebuah penelitian mengungkapkan setengah dari 1.000 ayah dan ibu yang disurvei mengaku tidak tahu apakah sudah melakukan hal yang benar dalam diet anak mereka.

Lebih dari sepertiga orang tua tidak yakin tentang berapa besar seharusnya ukuran porsi anak, sementara 38 persen bingung bagaimana mendapatkan vitamin yang tepat yang dibutuhkan si kecil ke dalam makanan mereka.


Dikutip The Sun,  faktanya penelitian yang dilakukan Arla Big Milk mengungkapkan bahwa 29 persen orang tua akan lebih mudah mendapatkan vitamin dan mineral tertentu ke dalam makanan anak, melalui produk yang difortifikasi.

Charlotte Stirling-Reed, seorang ahli gizi bayi dan anak, mengatakan bahwa rekomendasi seputar bagaimana dan pemberian makan anak kecil sulit untuk diterapkan.

"Dan bahkan ketika rekomendasi dipahami dengan jelas, nasihat yang dibaca secara online atau diberikan profesional kesehatan yang berbeda, masih dapat menimbulkan konflik, membuat orang tua tidak yakin bagaimana pendekatan 'makan sehat' pada anak-anak," kata Stirling-Reed

Apalagi saat makannya rewel, kata Stirling-Reed, orang tua manapun pasti memahami melakukan anjuran diet sehat dengan benar itu tak semudah yang dibayangkan.

"Jika Anda khawatir tentang makanan anak-anak, maka ada baiknya untuk mencoba memanfaatkan makanan dan kudapan semaksimal mungkin.

"Anda bisa melakukannya dengan menambahkan segenggam makanan kaya nutrisi ke dalam makanan dan camilan.

"Misalnya saya suka menambahkan kacang tanah ke dalam bubur, kacang-kacangan dan lentil ke dalam saus pasta dan beberapa sayuran di samping makanan utama," ujar Stirling-Reed.

Anak-anak yang tidak menyukai buah dan sayuran juga menjadi alasan utama orang tua berjuang membuat anak-anaknya mau makanan yang sehat, dan hampir setengahnya mengakui bahwa anak-anak tidak mau makan makanan yang penampilannya tidak mereka sukai.

Penelitian yang dilakukan melalui OnePoll juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan adalah alasan utama mengapa orang tua menganggap penting bagi anak mereka untuk mendapatkan nutrisi yang tepat.

Hampir setengah dari orang tua beralih ke internet untuk meminta nasihat tentang gizi anak-anak, sementara yang lain menanyakan ke orang tua mereka sendiri (30 persen), dokter (24 persen) atau pengunjung layanan kesehatan (29 persen).

Emma Stanbury, juru bicara Arla Big Milk menambahkan, memberi nutrisi kepada anak-anak tidak selalu mudah, tetapi ada banyak cara mudah yang dapat dilakukan orang tua untuk membuat perubahan kecil untuk memasukkan nutrisi yang besar ke dalam makanan mereka.

Sementara itu, ternyata masih ada banyak pertanyaan yang menggambarkan kebingungan orang tua terhadap kecukupan nutrisi anak. Sedikitnya, berikut 20 pertanyaan yang masih membingungkan orang tua dalam memberikan makanan bergizi ke anaknya:

1. Bagaimana cara memasukkan vitamin yang tepat ke dalam makanan anak?

2. Makanan apa yang boleh  dan tidak boleh diberikan pada anak makan pada usia tertentu, seperti kacang atau selai kacang?

3. Seberapa besar porsi seharusnya?

4. Vitamin apa yang anak butuhkan?

5. Bagaimana membuat anak mau mencoba makanan baru?

6. Berapa banyak vitamin tertentu yang anak butuhkan?

7. Bagaimana membuat anak belajar menyukai makanan?

8. Berapa banyak makanan ringan yang diperbolehkan?

9. Kapan waktunya beralih ke susu sapi?

10. Berapa banyak susu yang harus anak minum?

11. Berapa banyak protein yang anak butuhkan?

12. Berapa banyak kalsium yang anak butuhkan?

13. Bagaimana membuat anak mau makan sayur?

14. Apakah tidak apa-apa untuk menghentikan mensterilkan hal-hal seperti botol / cangkir / alat makan, dll?

15. Berapa banyak anak diperbolehkan untuk makanan tertentu?

16. Bolehkah memberi anak makanan manis seperti permen,cokelat, dll?

 17. Proses penyapihan atau cara menyapihnya?

18. Lebih baik mana, anak banyak ngemil atau makan tiga kali sehari?

19. Memberi makanan apa untuk menyapihnya?

20. Susu jenis apa yang harus anak minum, misalnya fullfat, semi-skim dll?

Nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan anak-anak untuk menunjang tumbuh kembangnya. Jumlah kebutuhannya pun akan berubah seiring dengan pertambahan usia. Untuk itu, Bunda perlu tahu nutrisi yang dibutuhkan anak sejak baru lahir hingga setidaknya menuju pra remaja.

Jane Clarke BSc, ahli nutrisi di UK dalam Complete Family Nutrition mengatakan bahwa pada tahun awal kehidupannya, bayi hanya membutuhkan ASI (Air Susu Ibu) atau formula sampai usia 6 bulan. Tapi, setiap bayi berbeda dan mungkin saja si kecil sudah siap mencoba makanan padat lebih awal. 

“ASI atau susu formula memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi Anda hingga 6 bulan. Kandungannya antara lain berupa lemak, protein, laktosa (gula susu, vitamin, dan mineral. Susu sapi tidak cocok untuk diminum bayi Anda sampai ia  setahun,” ujar Clarke.

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi