sign up SIGN UP search


parenting

Permainan Bola Besar dan Kecil, Mana yang Cocok untuk Pertumbuhan Balita?

Melly Febrida Senin, 30 Nov 2020 11:02 WIB
Asian family playing toys at home. caption

Tahukah Bunda, anak-anak sejak usia bayi begitu tertarik pada benda yang menggelinding.  Bayi terpesona dengan gerakan bola yang terus menerus. Ternyata permainan bola besar atau kecil juga bagus untuk membangun keterampilan keseimbangan anak.

Permainan bola memungkinkan anak-anak kecil berlatih memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lainnya. Anak-anak merasa mengendalikan sesuatu selain gerakan sendiri.


Stephanie Brown, praktisi parenting dalam program Head Start dan di pusat penitipan anak terakreditasi NAEYC, mengatakan, bola adalah mainan yang harus dimiliki, Bunda. Dan orang tua bisa mengenalkannya permainan bola pada bayi sejak dini. 

"Karena mereka langsung memperkuat keterampilan motorik dan membiasakan si kecil dengan lingkungannya," ujar Brown dikutip Very Well Family.

Semua anak bisa meraih keuntungan dan menikmati permainan bola, baik itu menendang, menangkap, menggiring bola, maupun melempar bola. Mainan ini juga murah, mudah didapat, dan serba guna.

"Bermain dengan bola meningkatkan keterampilan motorik anak, koordinasi tangan-mata, dan pengaturan waktu, yang merupakan bagian penting dari perkembangan balita.  Keterampilan yang dipelajari anak-anak dengan bermain bola juga akan menjadi penting setelah mereka lulus ke permainan kolaboratif dan kompetitif," jelas Brown.


Kalau untuk balita, baiknya permainan bola yang besar atau bola kecil? Brown merekomendasikan bola besar Bunda. Bola memang memiliki banyak variasi ukuran, tekstur, dan kekerasan. Bola besar pastinya membutuhkan dua tangan untuk melempar. Keahlian ini sangat berbeda dengan melempar bola kecil dengan satu tangan.

"Berikan kesempatan kepada balita Anda untuk berlatih dengan keduanya," tambah Brown


Menurut Brown, semua bola untuk bayi dan balita harus cukup besar agar tidak menimbulkan bahaya tersedak.  Bola terbaik untuk balita secara keseluruhan mungkin adalah bola Wiffle karena ringan dan memiliki lubang yang memudahkan balita untuk memegangnya.  Mereka juga cenderung tidak menyebabkan cedera atau kerusakan.

Cara bayi bermain bola, Bunda bisa menggulirkan ke depan serta ke belakang, kata Brown, untuk membangun ikatan sosial antara dua orang. Entah itu bayi dengan Bunda, bersama teman bermain, atau saudara kandungnya.  Permainan bergilir ini juga merupakan pengantar konsep sebab dan akibat.

Dikutip Raising Children, permainan bola yang lebih besar dan lembut lebih mudah ditendang dan ditangkap anak kecil.

Untuk menendang, anak harus bisa menjaga keseimbangan dengan satu kaki.  Jika anak kesulitan menendang, mereka bisa berpegangan pada pohon atau peralatan bermain saat teman mainnya menendang bola ke depan dan ke belakang.


Sedangkan permainan bola kecil bisa menyenangkan bagi anak yang lebih besar untuk dipantulkan atau dilempar ke sasaran.  Bunda juga bisa memainkan permainan bola menggunakan pemukul atau raket.  

Untuk anak yang lebih besar mungkin juga suka bermain sepak bola atau menendang. Pertahankan aturan yang sederhana dan bersiaplah untuk turun tangan jika anak-anak mulai kesulitan berbagi atau kalah.

Bunda, simak juga yuk review mainan anak umur dua tahun dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Biaya Sekolah
(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi