
parenting
Belajar Tatap Muka 2021, IDAI: Anak Harus Swab Test Sebelum Sekolah
HaiBunda
Jumat, 04 Dec 2020 19:16 WIB

Mulai Januari 2021, rencananya sekolah sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.
Pembukaan sekolah nantinya akan disesuaikan, Bunda. Kewenangan akan diberikan pada pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil), serta pihak Kementerian Agama (Kemenag).
"Mulai Januari 2021, ada tiga pihak yang menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Pertama adalah pemdanya sendiri, pemda atau dalam situasi yang lain kanwil atau kantor Kemenag," kata Nadiem, dalam siaran di YouTube Kemendikbud RI.
Sekolah tatap muka 2021 bukan cuma melibatkan staf pengajar, namun juga anak sebagai siswa. Mencegah anak terpapar COVID-19 tentu menjadi tantangan saat sekolah kembali buka.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A, mengatakan bahwa salah satu perubahan yang berdampak signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia adalah ditutupnya sekolah selama masa pandemi.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 pada anak. Menurut Aman, PJJ masih perlu diterapkan mengingat konfirmasi kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali meningkat.
"Satu dari sembilan kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia adalah anak usia 0 sampai 18 bulan. Data tanggal 29 November 2020 menunjukkan proporsi kematian anak akibat virus ini sebesar 3,2 persen dan tertinggi di Asia Pasifik," kata Aman dalam Seminar Media IDAI via Zoom, Kamis (3/12/2020).
"Bukan hanya sekadar angka, ini adalah anak yang meninggal. Paling banyak meninggal di Indonesia di bawah 5 tahun, di bawah 1 tahun, dan di antara 0 sampai 18 tahun," sambungnya.
IDAI menyampaikan pandangannya terkait sekolah tatap muka 2021, Bunda. Salah satunya, IDAI memandang bahwa PJJ lebih aman untuk saat ini.
"Menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization (WHO), publikasi ilmiah, media masa, dan data COVID-19 di Indonesia, maka saat ini IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh lebih aman," ujar Aman.
Jika memang sekolah tatap muka tetap terlaksana tahun 2021, IDAI meminta pemerintah melibatkan dinas kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, dan organisasi di daerah setempat. Aman menyarankan pemerintah untuk melibatkan orang tua dalam pelaksanaan sekolah tatap muka.
"SKB itu tetap harus dilibatkan lokal, bagaimana Satgas lokal dan dinkes setempat ini harus dinilai. Sikap IDAI, libatkan organisasi setempat dan kerjasama dinkes untuk menilai. Misalnya dinilai mampu laksana, kalau tidak mampu jangan lakukan," ucap Aman.
Selain melibatkan pihak terkait, Aman juga mengatakan mengatakan bahwa tes swab diperlukan untuk anak-anak sebelum masuk sekolah. Seperti apa penjelasannya?
Klik NEXT ya, Bunda.
Tes Swab untuk Anak Sekolah Tatap Muka
Belajar Tatap Muka 2021, IDAI: Anak Harus Swab Test Sebelum Sekolah/ Foto: iStock
IDAI juga menyebutkan pentingnya peran orang tua dalam mengambil keputusan anak sekolah tatap muka, Bunda. Orang tua sebaiknya mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan anak memahami protokol kesehatan, Bunda.
Jika orang tua menyetujui anak masuk sekolah, jangan sampai lupa mempersiapkan kebutuhan penunjangnya ya. Buatlah rencana transportasi, bekal makanan dan air minum, masker, pembersih tangan, serta persiapan tindak lanjut jika anak sakit di sekolah.
Menurut Aman, persiapan penting lainnya adalah memeriksakan kesehatan anak. Dalam hal ini anak harus melakukan tes swab sebelum masuk sekolah.
"Pastikan semua anak yang sekolah sudah di tes swab PCR dan hasilnya negatif, bukan hanya tes rapid saja," ujar Aman.
"Kalau sekolah swasta bisa bayar sendiri, tapi kalau sekolah negeri ini yang harus dibicarakan. Tapi bagi kita, yang penting PCR karena kita berhadapan dengan nyawa," sambungnya.
Selain tes swab PCR, sekolah juga harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya, menyiapkan tempat yang aman bagi anak.
"Di sekolah kontak antar anak dan guru bisa lebih dari 15 menit, bagaimana jarak 1,5 sampai 2 meter, apakah sirkulasi baik? Tiga faktor ini untuk melihat mudah atau tidak penularan. Lalu juga protokol kesehatan yang ditetapkan. Kalau sudah baik, sekolah boleh buka," ucap Aman.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT

Parenting
PTM Terbatas dengan 100 Persen Siswa telah Diizinkan, Ini Rekomendasi IDAI Bun

Parenting
Muncul Ribuan Klaster PTM, IDAI: Anak dengan Komorbid Jangan Sekolah Tatap Muka

Parenting
Nadiem Tak Setop PTM Meski Muncul Ribuan Klaster COVID-19, Ini Kata IDAI

Parenting
10 Pandangan IDAI soal Pembukaan Sekolah, Bunda Perlu Tahu

Parenting
10 Faktor Perlu Dipertimbangan Pemda Beri Izin Sekolah Tatap Muka


7 Foto
Parenting
7 Potret Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Siswa dan Guru Melepas Rindu
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda