HaiBunda

PARENTING

Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak KDRT pada Mental Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 20 Dec 2020 10:17 WIB
Ilustrasi anak/ Foto: iStock
Jakarta -

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) perlu mendapat perhatian khusus selama masa pandemi COVID-19 ini. Kasus KDRT di berbagai belahan dunia ternyata meningkat, Bunda.

Kondisi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ternyata meninggalkan dampak buruk bagi kondisi rumah tangga. Berada di dalam rumah saja justru dapat berbahaya bagi perempuan dan anak-anak.

Dilansir laman covid19.go.id, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan, kombinasi masalah ekonomi dan tekanan sosial akibat wabah telah meningkatkan kasus kekerasan, terutama pada perempuan dan remaja putri di hampir semua negara. Di Indonesia, laporan kekerasan ini meningkat di awal tahun 2020 atau awal masa pandemi.


Menurut LBH Apik (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan), di tahun 2019, rata-rata per bulan jumlah laporan kasus kekerasan adalah 66. Sementara dari pertengahan Maret sampai pertengahan April tahun ini, jumlah kasus mencapai 97 lho, Bunda.

Para peneliti mengatakan, dalam masa krisis ini, risiko KDRT dapat meningkat dan perempuan sulit mencari pertolongan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa kekerasan dramatis cenderung meningkat karena anggota keluarga menghabiskan waktu berkumpul bersama di bawah tekanan mental, yakni karena wabah dan ancaman kehilangan pekerjaan.

KDRT tidak boleh dibiarkan terjadi di masa pandemi ini. Tak cuma istri, anak-anak berisiko mengalami dampak buruk dari KDRT.

Bahkan jika anak tidak mengalami kekerasan secara langsung, mereka bisa terkena dampak berkepanjangan jika melihat KDRT secara langsung. Dampak tersebut di antaranya adalah merusak pertumbuhan mental dan emosional di tahap-tahap penting perkembangannya, Bunda.

Saat beranjak dewasa, anak-anak bisa mengalami kesulitan belajar di sekolah, keterampilan bergaul yang rendah, depresi, kegelisahan, dan masalah-masalah psikologis lainnya. Menurut laporan, mereka berisiko jatuh ke dalam masalah penyalahgunaan narkoba, kehamilan remaja, hingga tindak kriminalitas.

Jika Bunda atau seseorang di sekitar menjadi korban KDRT dan membutuhkan pertolongan, jangan takut untuk melapor. Bagaimana caranya?

CEK HALAMAN SELANJUTNYA ya, Bunda.

Simak juga Bunda, isi tas siaga yang perlu dipersiapkan ketika anak keluar rumah di tengah pandemi:

(ank/som)
Dampak KDRT Saat Pandemi Pada Anak

Dampak KDRT Saat Pandemi Pada Anak

Halaman Selanjutnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK