sign up SIGN UP search


parenting

5 Ciri Toxic Parenting, Bisa Bikin Luka Jangka Panjang ke Anak Lho Bun

Melly Febrida Senin, 04 Jan 2021 12:27 WIB
Cara Mengubah Gaya Asuh agar Tidak Terjebak Toxic Parenting
Portrait of a mother scolding to her baby daughter sitting on the floor in the living room at home caption

Gaba mengatakan, faktor pertama dan terpenting yang harus disadari anak-anak dari orang tua yang toxic adalah bahwa anak-anak hanya dapat mengontrol perilaku mereka, anak-anak tidak memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengontrol perilaku orang tua mereka atau orang tua yang memilih.

Namun, bukan berarti ini menjadi kesempatan bagi Ayah dan Bunda untuk tidak berubah. Jika anak sudah mengalah dan mencoba memahami orang tua, ada baiknya Bunda dan Ayah evaluasi diri, dan mengubah perilaku demi mental anak-anak yang lebih sehat.

Bertemu di ruang publik memungkinkan anak untuk pergi jika orang tua yang toxic tidak menghormati batasan anak, dan itu juga menciptakan tempat netral.


Perawatan diri dengan bersikap baik kepada diri sendiri juga bisa menjadi cara menghadapi toxic parenting. Anak tidak perlu menghabiskan setiap hari libur atau acara khusus bersama orang tuanya.  Melainkan, habiskan waktu dengan orang-orang yang positif, membuat anak merasa hebat tentang diri sendiri, dan itu mendorongnya untuk terus menjadi orang yang luar biasa.

"Berbicara dengan terapis atau konselor juga dapat menjadi instrumen dalam membantu memahami dampak orang tua yang toxic terhadap hidup anak dan mengembangkan strategi manajemen yang efektif untuk hubungan di masa mendatang," kata Gaba.

(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi