sign up SIGN UP search


parenting

Cara Aman Masak MPASI 6 Bulan dengan Slow Cooker, Awas Bakteri Bun!

Melly Febrida Senin, 29 Mar 2021 11:05 WIB
Potato puree with dill in the ceramic pot caption

Sebelum anak memulai Makanan Pendamping ASI (MPASI) di usia 6 bulan, Bunda biasanya sibuk menyiapkan berbagai peralatan yang sekiranya dibutuhkan. Salah satu peralatan penunjang MPASI yang kerap diincar adalah slow cooker. Apakah Bunda termasuk salah satunya?

Dr Meta Hanindita, Sp.A(K) dalam Mommyclopedia 567 Fakta tentang MPASI, mengatakan untuk memasak MPASI, Bunda bisa menggunakan berbagai metode seperti memanggang, mengukus, menggoreng, atau merebus.

Slow cooker digunakan untuk memasak makanan perlahan dengan suhu rendah. Menurut dokter Meta, alat masak ini biasanya memiliki suhu antara 76,6–137,7°C. Namun, jika Bunda menggunakan alat ini untuk memasak MPASI 6 bulan disarankan untuk tidak sering-sering membuka tutupnya karena berisiko terkontaminasi bakteri.


"Kontaminasi bakteri dapat terjadi dengan mudah jika tutup slow cooker sering dibuka. Kalau sudah begini, proses memasak harus ditambah selama 30 menit," jelas Dokter Meta.

Selain itu, ada saran lain yang diberikan dokter Meta. Bunda harus cairkan daging ayam atau daging sapi beku yang baru dikeluarkan dari freezer sebelum dimasukkan ke dalam slow cooker. Jangan meletakkan daging beku langsung ke dalam slow cooker.

Kemudian, dokter Meta juga bilang untuk tidak menyimpan MPASI di slow cooker sampai dingin. Setelah matang, segera sajikan di tempat lain, dan untuk memasak pastikan Bunda tidak menggunakan mode warm pada slow cooker.

Kalau Bunda ingin menggunakan oven, dokter Meta menyarankan untuk memasak dengan suhu minimal 160°C agar bagian dalam makanan matang benar. 

"Masaklah bahan makanan hingga matang. Jangan memberikan masakan yang setengah matang kepada anak," jelas dokter Meta.

Banner Susuk Suami

Menghangatkan MPASI

Menurut dokter anak Karen Gill, M.D., bayi 6 bulan umumnya makan setiap 2 sampai 3 jam atau 5 hingga 6 kali dalam sehari. Perlu diketahui, jadwal makan mungkin berubah setiap hari atau bayi makan dalam jumlah berbeda setiap waktu.

"Memutuskan apa, kapan, dan bagaimana memberi makan bayi 6 bulan bisa menjadi tantangan, terutama selama masa transisi ke makanan padat," kata Gill, dikutip dari Medical News Today.

Biasanya Bunda kalau masak MPASI buat beberapa kali makan, dan setiap makan Bunda memilih menghangatkannya. Tapi, dokter Meta bilang jangan menghangatkan MPASI lebih dari dua kali. 

"Bakteri dapat tumbuh subur selama periode penghangatan kembali. Hangatkan MPASI dengan suhu minimal 70'C untuk menghindari kontaminasi bakteri," ujar dokter Meta.

Kalau Bunda memilih menyimpannya di kulkas, kata Dokter Meta, untuk makanan beku alias frozen foods, dapat dicairkan menggunakan microwave. Makanan yang telah dicairkan harus segera dimasak dan tidak boleh dibekukan kembali.

 "Jika tidak memiliki microwave, makanan dari dalam freezer dapat dicairkan di dalam kulkas. Sehari sebelum digunakan, pindahkan makanan beku ke dalam kulkas," kata dokter Meta.

Ketika belanja perlengkapan MPASI 6 bulan, jangan lewatkan food container, Bun! Ini berfungsi untuk menyimpan makanan Si Kecil per porsi makannya. Setelah memasak, Bunda bisa simpan makanan ke dalam beberapa tempat sesuai porsi sekali makan Si Kecil, lalu bisa hangatkan satu per satu setiap kali hendak makan tanpa perlu mengangkut lainnya yang masih ingin disimpan.

Bunda ingin memilih sumber makanan terbaik untuk MPASI Si Kecil? Nah, simak dulu informasi seputar perbedaan ayam kampung vs ayam broiler dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi