sign up SIGN UP search


parenting

20 Peribahasa tentang Kehidupan Beserta Artinya untuk Diajarkan ke Anak

Annisa Karnesyia Selasa, 25 May 2021 15:11 WIB
Anak belajar caption
Jakarta -

Bunda pasti sudah enggak asing dengan peribahasa Indonesia ya? Banyak peribahasa terkenal yang sering digunakan sebagai ungkapan, nasihat, dan pelajaran hidup.

Peribahasa juga bisa dikenalkan ke anak lho, Bunda. Selain sebagai sarana menasihati anak, peribahasa bisa menjadi cara untuk mengajarkan si Kecil bertindak baik dalam kesehariannya.

Menurut Ready Susanto dalam buku Kamus Peribahasa Indonesia, peribahasa adalah bagian dari bahasa lisan dan sastra rakyat yang dapat ditemukan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Di Indonesia, peribahasa telah digunakan dalam bahasa lisan sejak lama.


"Pemakai bahasa di seluruh dunia sangat menghargai peribahasa," kata Ready.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KBBI Kemendikbud), peribahasa memiliki dua arti. Pertama merupakan kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu.

Arti kedua peribahasa adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Banyak peribahasa Indonesia yang bisa Bunda kenalkan ke anak ya. Mengutip buku Kamus Lengkap Peribahasa dan Perumpamaan Indonesia oleh Tim Panca Aksara, berikut 20 peribahasa tentang kehidupan yang bisa diajarkan ke anak:

1. Ada asap ada api

Artinya: Ada sebab tentu ada akibatnya. Bunda dapat mengajarkan anak bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada permulaannya atau pemicunya, begitu pun apa yang akan dia lakukan pasti ada konsekuensi atau akibatnya.

2. Ada bukit di balik pendakian

Artinya: Muncul kesulitan atau tantangan baru setelah kita menyelesaikan suatu kesulitan. Peribahasa ini bisa dijelaskan ke si Kecil dengan mengatakan bahwa wajar bila muncul kesulitan baru setelah menyelesaikan sebuah tugas. Harapannya agar anak jangan berkecil hati dan menyerah ya.

3. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas

Artinya: Percayalah bahwa setiap perbuatan baik akan selalu mendatangkan hal yang baik juga untuk kita. Jadi minta anak untuk jangan lelah dalam berbuat baik di hidupnya karena akan mendatangkan balasan yang setimpal.

4. Tidak ada harimau memakan anaknya

Artinya: Setiap orang tua pasti menyayangi buah hatinya dan tak ada yang ingin mencelakai anaknya. Melalui peribahasa ini, Bunda bisa jelaskan ke si Kecil bahwa dia akan selalu mendapatkan kasih sayang dan cinta dari orang tuanya.

5. Adat pasang berturun naik

Artinya: Tidak ada yang kekal ada tetap di dunia ini, terutama nasib dan keberuntungan seseorang. Artinya, kita perlu mengingatkan anak untuk tak puas diri dengan satu pencapaian.

6. Adat tua menanggung ragam

Artinya: Kita harus bersabar dalam menanggung berbagai masalah yang dialami. Tak cuma untuk anak, peribahasa ini cocok untuk Ayah dan Bunda dalam mendidik buah hati.

7. Anak kambing tak akan menjadi anak harimau

Artinya: Seorang yang penakut tak akan menjadi pemberani. Peribahasa ini bisa mengajarkan si Kecil tentang untuk tak takut dan berani menghadapi sesuatu yang positif.

8. Berkeras tidak berkeris

Artinya: Melakukan tindakan keras, tapi tidak membawa hasil apa pun. Peribahasa ini bisa digunakan saat anak yang keras kepala dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Ajarkan ke si kecil bahwa sikap keras kepala tidak akan mendatangkan hasil apa pun tanpa berusaha dan bersabar.

9. Belakang parang pun kalau diasah akan tajam

Artinya: Orang yang bodoh jika rajin belajar, maka dia akan pandai. Bunda bisa jelaskan ke anak bahwa sebodoh-bodohnya seseorang, jika dia memiliki kemauan dan rajin belajar, maka dia pasti akan menjadi pintar.

10. Benih yang baik tak memilih tanah

Artinya: Orang pintar dan berbakat pasti akan maju. Sementara orang baik, ke mana pun pergi pasti hanya kebaikan yang mengikutinya. Melalui peribahasa ini, jelaskan manfaat luar biasa menjadi orang baik ke buah hati ya, Bunda.

Ibu dan anakIlustrasi Ibu dan Anak/ Foto: iStock

11. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian

Artinya: Bersakit-sakit dahulu, baru kita bisa bersenang-senang kemudian. Ajarkan anak untuk tak mudah menyerah karena kita pasti akan mendapatkan hasil yang setimpal dengan usaha itu.

12. Berbuat baik pandai-pandai, berbuat jahat jangan sekali

Artinya: Berbuat baik jangan tanggung-tanggung, tetapi jangan sekali-kali berbuat jahat. Dari peribahasa ini, ajarkan si Kecil untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat.

13. Di alas bagai memengat

Artinya: Kalau berkata hendaknya jangan asal berkata saja. Bunda bisa ajarkan pada anak untuk berpikir dulu sebelum bicara atau bertindak.

14. Di mana adat diisi, di situ lembang dituang

Artinya: Di manapun kita tinggal atau menetap, kita harus menghormati adat istiadat dan kebiasaan yang ada di sana. Peribahasa ini dapat mengajarkan anak untuk menghormati perbedaan suku, ras, dan agama, di mana pun dia berada.

15. Engkau belum mencapai pengayuh, aku telah sampai seberang

Artinya: Orang yang bijak selalu lebih dulu mengerti maksud dan tujuan seseorang, dibandingkan dengan orang yang berpikiran sempit. Bunda bisa mengajarkan si Kecil untuk tumbuh menjadi orang yang bijak agar mudah mengenal lingkungan di sekitarnya.

16. Gajah besar dan berkaki empat sekalipun, terkadang terdorong dan jatuh tersungkur di bumi.

Artinya: Jangan menjadi sombong, sebab orang besar dan kaya sekalipun dapat kehilangan kebesaran dan kekayaannya. Melalui peribahasa ini, Bunda bisa menjelaskan dampak buruk ketika anak menjadi orang yang sombong.

17. Gajah menambah iris, baik diikat kera kecil yang memakan buah

Artinya: Lebih baik menyayangi milik sendiri walaupun kecil, daripada mengharapkan yang besar tapi sulit didapatkan. Dari ungkapan ini kita bisa mengajarkan anak untuk belajar bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

18. Hak yang hilang jangan dikenang

Artinya: Tidak perlu menyesali sesuatu yang telah atau sudah terjadi. Untuk si Kecil, peribahasa ini dapat menjadi pelajaran agar dia tidak terpuruk dalam penyesalan bila gagal melakukan sesuatu.

19. Ibarat air di daun keladi

Artinya: Orang yang tidak teguh pendiriannya, dia akan mudah terombang-ambing. Dari peribahasa ini, Bunda bisa mengajari anak untuk memiliki pendirian yang teguh.

20. Ikhtiar menjalani untung menyudahi

Artinya: Setiap manusia harus berusaha, hasilnya Tuhan yang akan menentukan. Dari peribahasa ini, Bunda bisa meminta anak untuk tak mudah menyerah dan terus berusaha dalam melakukan sesuatu. Apa pun hasilnya tidak boleh kecewa karena semua itu Tuhan yang menentukan.

(ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi