sign up SIGN UP search


parenting

5 Penyebab Bau Mulut pada Anak, Waspadai Sinusitis Kronis Bun

Annisa Karnesyia Selasa, 01 Jun 2021 13:56 WIB
Anak bau mulut caption
Jakarta -

Masalah bau mulut enggak hanya dialami orang dewasa, Bunda. Anak-anak juga dapat mengalami masalah kesehatan bau mulut atau biasa disebut sebagai halitosis.

Bau mulut memang umumnya terjadi di usia balita atau masa toddler. Menurut ahli endokrinologi anak, Steven Dowshen, MD, banyak hal yang dapat menyebabkan bau mulut, mulai dari tidak menyikat gigi hingga kondisi medis tertentu.

"Terkadang bau mulut seseorang dapat mengganggu atau mungkin orang tersebut tidak menyadari adanya masalah," kata Dowshen, dikutip dari Kids Health.


Meskipun setiap orang pernah mengalami bau mulut, Bunda mungkin perlu membawa si Kecil ke dokter bila sering mengalami masalah ini.

Dilansir Healthline, berikut penyebab bau mulut pada anak:

1. Oral

Secara umum, kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang tumbuh di dalam mulut. Jika seseorang tidak menyikat dan membersihkan giginya secara teratur, maka bakteri dapat menumpuk pada sisa makanan yang masuk ke mulut dan di antara gigi.

Bakteri tersebut akan mengeluarkan senyawa belerang dan menyebabkan bau tak sedap. Selain bakteri, makanan tertentu juga disebut dapat membuat mulut menjadi bau.

Kebanyakan ahli berpikir bau mulut disebabkan metabolisme bakteri, seperti sulfur, asam lemak yang mudah menguap, dan bahan kimia lainnya, seperti putrescine dan cadaverine.

Perlu Bunda tahu, sumber utama bakteri berada di lidah yang tebal. Selain lidah, kuman atau bakteri dapat ditemukan di antara gigi dan gusi atau area periodontal.

2. Sinusitis kronis

Sinusitis kronis bisa menjadi penyebab bau mulut pada anak balita. Anak dengan kondisi ini biasanya memiliki gejala atau tanda lain, seperti pilek tak kunjung sembuh, batuk, obstruksi hidung, atau nyeri di bagian wajah.

Di usia ini, benda atau makanan asing juga sering masuk ke hidung bayi tanpa sengaja. Hal tersebut umumnya bisa memicu bau mulut.

Dalam kasus ini, anak juga biasanya akan mengeluarkan cairan yang berbau busuk dan berwarna hijau. Cairan akan keluar dari satu lubang hidung dan bau bisa semakin memburuk.

3. Gastrointestinal (GI)

Gangguan sistem pencernaan atau gastrointestinal (GI) perlu diwaspadai pada balita. Meski jarang, kondisi ini bisa menyebabkan bau mulut, Bunda.

"Jika anak mengalami bau mulut kronis karena sakit perut, mual, muntah, atau mulas, maka penyakit gastroesophageal reflux (GERD) adalah penyebabnya," kata wellness leader Melanie Santos.

"Dalam kondisi ini, asam lambung akan naik ke kerongkongan dan seringkali ke tenggorokan hingga mulut. Dalam beberapa kasus, asam lambung akan keluar dari mulut," sambungnya.

Sistem pencernaan anak juga bisa menjadi sebab bau mulut kerana terinfeksi bakteri helicobacter pylori. Bakteri ini dapat menginfeksi lambung dan terkadang menimbulkan gejala yang bikin anak enggak nyaman.

"Biasanya, kondisi ini terjadi bersamaan dengan keluhan gastrointestinal, seperti sakit perut, mual, muntah, dan sering sendawa," ujar Santos.

4. Bernapas melalui mulut

Bau mulut juga kemungkinan terjadi karena anak bernapas melalui mulut saat tidur, Bunda. Seperti kita tahu, bernapas yang paling baik adalah dari hidung.

Sebab, pernapasan mulut dapat mengeringkan mukosa yang menyebabkan menurunnya produksi air liur. Akibatnya, mulut anak bisa menjadi bau.

Kondisi ini bisa diperparah bila si Kecil minum selain air dari botol atau gelas pada malam hari. Untuk mengetahui penyebabnya, Bunda sebaiknya segera bawa anak ke dokter ya.

5. Konsumsi makanan tertentu

Konsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan bau mulut pada orang dewasa dan anak-anak. Makanan tersebut di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, daging, hingga ikan.

Makanan-makanan ini akan diserap melalui tubuh dan sebagian akan dikeluarkan melalui mulut. Konsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak bisa bikin mulut si Kecil bau.

One year old baby crying in bed with a teddy bearIlustrasi sakit gigi/ Foto: iStock

Cara mengatasi bau mulut pada anak

1. Rajin menyikat dan membersihkan mulut, termasuk gigi dan lidah. Bagian belakang lidah perlu dibersihkan dengan benar untuk mencegah bau mulut.

2. Mulai usia 1 tahun, Bunda bias membawa si Kecil ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin. Cara ini dapat mencegah kerusakan gigi yang dapat menyebabkan bau mulut.

3. Pada sinusitis kronis, Bunda bisa memberikan anak minum yang cukup dan membantunya membuang ingus dari hidung.

4. Bila gejala sinusitis kronis semakin parah, sebaiknya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mengatasi kondisi tersebut.

5. Bila bau mulut disebabkan masalah gastrointestinal, maka anak butuh penanganan dari dokter. Pemeriksaan lanjutan mungkin dibutuhkan untuk mengetahui penyebabnnya, Bunda.

6. Kurangi minuman manis yang merusak gigi, seperti minuman bersoda.

7. Batasi konsumsi makanan pencetus bau mulut, seperti bawang merah dan bawang putih.

Kapan harus ke dokter?

Berikut kondisi di mana Bunda perlu membawa anak ke dokter ketika muncul bau mulut:

1. Bila merasa bau mulut tak kunjung hilang dan disertai gejala lain.

2. Bau mulut yang sangat ekstrim terjadi di pagi hari.

3. Bila perawatan di rumah tak mampu mengatasi bau mulut anak.

4. Bila anak mengalami kerusakan gigi, gigi menjadi sensitif, dan terjadi perubahan warna di gigi.

(ank/ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi