sign up SIGN UP search


parenting

5 Pilihan Obat Batuk Anak yang Sering Diresepkan Dokter

Annisa Karnesyia Kamis, 15 Jul 2021 19:25 WIB
Anak sakit caption
Jakarta -

Batuk adalah respons tubuh yang muncul saat terjadi masalah di saluran pernapasan. Batuk paling sering dialami anak-anak nih, Bunda.

Pada anak, batuk biasanya menjadi tanda bahwa tubuh mereka sedang mencoba mengatasi iritasi atau benda asing yang masuk ke tubuh. Gejala batuk dapat menyertai sakit lain.

Batuk pada anak jarang menimbulkan masalah serius. Namun, kondisi ini bisa bikin aktivitas anak terganggu, Bunda.


"Perlu diingat bahwa batuk sebenarnya baik, karena membantu tubuh untuk melepaskan diri dari rasa tidak nyaman saat hidung tersumbar. Namun, dalam kasus di mana batuk berlanjut, beberapa pengobatan dibutuhkan untuk meringankan gejala," kata dokter anak dan konselor laktasi, Dan Brennan, MD, dilansir Web MD.

Penyebab anak batuk

Anak batuk bisa disebabkan karena banyak hal, Bunda. Melansir berbagai sumber, berikut 5 penyebab batuk pada anak:

1. Infeksi

Batuk dapat terjadi ketika anak sakit pilek atau flu, Bunda. Pilek cenderung menyebabkan batuk berdahak ringan hingga sedang, sementara flu bisa menyebabkan batuk kering yang parah.

Penggunaan obat medis mungkin dibutuhkan saat anak batuk karena infeksi virus atau bakteri. Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter untuk pengobatan yang tepat ya.

"Infeksi yang disebabkan virus tidak bisa diobati dengan antibiotik, melainkan dapat diatasi dengan obat lain," kata dokter anak, Renee Anushka Alli, MD.

2. Alergi

Anak yang mengalami alergi bisa memiliki gejala batuk. Reaksi yang timbul ini bisa disertai gejala lainnya.

Pada kondisi anak yang alergi atau sakit sinusitis, dia bisa mengalami batuk berkepanjangan, tenggorokan gatal, pilek, mata berair, hingga muncul ruam. Batuk yang disebabkan alergi membutuhkan penanganan medis dari dokter ya.

3. Refluks asam

Anak akan mulai batuk ketika mereka mengalami refluks asam. Biasanya batuk ini sering disertai gumoh atau muntah, mulut terasa tidak enak, hingga sensasi terbakar di dada.

Perawatan refluks asam tergantung pada usia anak. Pencegahannya bisa dilakukan dengan menghindari makanan pemicu sakit.

4. Asma

Anak yang memiliki asma akan memiliki gejala berbeda dan sulit dideteksi. Biasanya, anak dengan asma akan mengalami batuk mengi yang memburuk di malam hari.

Batuk juga akan muncul ketika anak melakukan aktivitas fisik saat bermain. Perawatan sakit asma tergantung pada penyebabnya.

5. Menghirup benda asing

Batuk juga bisa terjadi ketika anak menghirup benda asing, seperti makanan atau mainan yang berukuran kecil. Selain itu, batuk juga dapat disebabkan paparan asap rokok atau polusi.

Anak batukAnak batuk/ Foto: iStock

Obat batuk anak

Saat anak batuk, biasanya orang tua akan memberikan obat khusus anak-anak. Kini, sudah banyak obat batuk anak dijual di pasaran.

Beberapa obat dijual dalam kemasan tablet atau cair. Selain itu, khusus untuk anak, obat dalam bentuk cair biasanya dibuat dengan menambahkan perasa buah-buahan. Dilansir Drugs dan WEB MD, berikut 5 obat batuk anak yang sering diresepkan dokter:

1. Guaifenesin

Guaifenesin digunakan untuk mengobati batuk dan hidung tersumbat yang disebabkan flu, bronkitis, dan penyakit pernapasan lainnya. Produk ini biasanya tidak bisa digunakan untuk mengatasi batuk akibat paparan rokok atau masalah pennapasan jangka panjang, Bunda.

Guaifenesin merupakan jenis ekspektoran. Cara kerjanya adalah mengencerkan dan melonggarkan lendir di saluran pernapasan dan mengatasi sumbatan di hidung.

Obat batuk ini bisa digunakan untuk anak di atas usia 6 tahun dan sebaiknya sesuai petunjuk dokter ya. Beberapa produk juga ada yang tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 12 tahun. Jangan lupa konsultasi ke dokter untuk penggunaan obat batuk ini pada buah hati.

2. Triaminic

Obat triaminic biasanta adalah kombinasi pseudoephedrine dengan dextromethorphan atau guaifenesin. Obat ini banyak dijual dalam betuk sirup untuk meredakan batuk pada anak.

Kandungan pseudoephedrine juga dapat digunakan untuk meredakan hidung tersumbat dan nyeri sinus karena infeksi atau masalah pernapasan lainnya. Obat ini merupakan jenis dekongestan. Cara kerjanya adalah mempersempit pembuluh darah untuk mengatasi pembengkakan dan hidung tersumbat.

Sama seperti guaifenesin, obat ini belum terbukti aman bagi anak di bawah 6 tahun tanpa petunjuk dokter. Obat bentuk tablet juga tidak direkomendasikan untuk digunakan anak di bawah 12 tahun dalam waktu lama.

Petunjuk penggunaan adalah jangan memberikan anak obat ini untuk membuatnya tidur. Selain itu, jangan berikan obat batuk yang mungkin mengandung dekongestan yang sama atau serupa. Agar dosis yang diberikan benar, Bunda dapat konsultasi ke dokter ya.

3. Ambroxol

Ambroxol merupakan obat yang sering digunakan untuk mengencerkan dahak penyebab batuk. Obat ini tersedia dalam bentuk sirup dan tablet ya, Bunda. Setiap tablet biasanya mengandung ambroxol HCL 30 miligram (mg) atau setiap 5 mililiter (ml) mengandung 15 mg.

Ambroxol sudah terbukti secara klinis bisa meredakan batuk berdahak. Cara kerja obat ini adalah memecah serat mukopolisakarida asam dan membuat dahak lebih tipis, sehingga mudah dikeluarkan dari batuk.

Obat ini bisa menyebabkan masalah di saluran pencernaan dan biasanya tidak berat. Pada anak, penggunaan obat ini bisa diberikan dalam bentuk sirup ya, Bunda. Berikut dosisnya:

  • Anak usia hingga 2 tahun: minum 1/2 sendok teh 2 kali sehari
  • Anak usia 2-5 tahun: minum 1/2 sendok teh 3 kali sehari
  • Anak di atas usia 5 tahun: minum 1 sendok teh, diberikan 2-3 kali sehari

4. Bromhexine HCL

Bromhexine dapat digunakan untuk meredakan batuk produktif pada anak. Selain itu, obat ini juga mampu mengencerkan dahak di saluran pernapasan.

Bromhexine banyak dijual dalam bentuk cair atau sirup. Pengguaannya harus tepat, yakni dikosumsi segera setelah makan dengan dosis yang sesuai.

Dilansir Health Hub, berikut dosis penggunaan Bromhexine HCL pada anak:

  • Anak usia 12 tahun ke atas: 10 ml untuk diminum 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 5 ml untuk diminum 3 kali sehari
  • Anak usia 2-5 tahun: 2,5 ml untuk diminum 3 kali sehari

5. Dextromethorphan

Dextromethorphan berfungsi untuk meredakan batuk dengan bekerja langsung pusat batuk di otak. Obat ini dijual bebas di pasaran.

Dosis obat ini dapat berbeda untuk setiap orang. Untuk diberikan ke anak-anak, Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter dulu ya.

Pemberian obat ini tidak diperbolehkan untuk anak di bawah 4 tahun. Sementara bagi anak di atas 4 tahun, obat ini tetap enggak boleh diberikan sembarangan. Dosis pemberian obat pun perlu menyesuaikan berat badan anak.

(ank/ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi