PARENTING
5 Risiko Masalah Perkembangan Anak di Masa Pandemi COVID-19, Bunda Perlu Tahu
Kinan | HaiBunda
Rabu, 01 Sep 2021 16:30 WIBSetelah 1,5 tahun pandemi COVID-19 menyerang dunia, berbagai efek buruk pun terjadi. Salah satu yang paling dikhawatirkan yakni pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Mulai dari segi kesehatan hingga psikisnya.
Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Meita Dhamayanti, dr., Sp.A(K), M.Kes, anak merupakan 'korban yang tersembunyi' dari pandemi COVID-19.
Maka dari itu, perkembangan anak pun patut mendapatkan perhatian lebih dari para orang tua. Ini supaya anak tetap dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.
Jadi, meskipun ada banyak masalah yang mungkin sedang Bunda hadapi selama pandemi ini, tetap pertimbangkan kondisi anak. Berikan perhatian supaya perkembangan anak tetap optimal.
Pengaruh pandemi COVID-19 terhadap perkembangan anak
Seperti disebutkan sebelumnya, anak rentan mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan selama pandemi. Terutama dari segi kesehatan dan pendidikan. Kenali kondisi anak dan bicarakan dengan suami tentang solusi yang tepat.
Nah, apa saja risiko masalah perkembangan anak yang rentan terjadi selama pandemi COVID-19? Berikut ulasannya:
1. Memengaruhi program imunisasi
Dikutip dari unpad.ac.id, Prof Meita menyebutkan bahwa selama pandemi keberlangsungan program kesehatan terganggu, salah satunya program imunisasi. Padahal imunisasi merupakan kebutuhan dasar anak untuk terhindari dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi apabila anak-anak ini tidak mempunyai kekebalan terhadap PD3I, maka wabah lain selain COVID-19 akan segera menyusul. Untuk itu kita perlu tetap melakukan kegiatan program imunisasi untuk anak-anak dalam masa pandemi COVID-19. Jika tidak, maka anak-anak bisa menjadi crisis behind this pandemic,” ujar Prof Meita.
2. Masalah emosional
Bagi perkembangan anak remaja, Prof Meita menyebutkan adanya dampak bagi mental dan emosionalnya.
“Akibat pandemi, masalah mental emosi menunjukkan peningkatan, tampaknya masalah emosi paling menonjol, sedangkan sebelum pandemi masalah conduct lebih menonjol,” imbuh Prof Meita.
3. Proses belajar terhambat
Laporan terbaru dari UNICEF menyebutkan bahwa selama pandemi 80 juta anak dan remaja Indonesia mulai menghadapi dampak sekunder. Termasuk salah satunya pada proses belajar.
“Lebih dari setahun setelah pandemi, anak-anak dan remaja di seluruh Indonesia menghadapi tantangan new normal,” ungkap UNICEF Representative, Debora Comini.
Hampir seluruh sekolah dan kampus ditutup, sehingga rata-rata waktu yang dihabiskan untuk pembelajaran jarak jauh bervariasi dari hanya 2,2 hingga 3,5 jam per hari. Penutupan fasilitas pendidikan juga meningkatkan risiko putus sekolah.
Sulit beradaptasi dengan rutinitas sehari-hari juga telah memengaruhi perkembangan anak. Selama pandemi, dilaporkan beberapa masalah seperti sulit berkonsentrasi, menjadi lebih marah, dan sulit tidur.
4. Berpotensi mengganggu tumbuh kembang bayi
Dikutip dari The Conversation, peneliti mengemukakan bahwa setahun pertama kehidupan sangat penting untuk perkembangan anak jangka panjang. Termasuk selama pandemi COVID-19 berlangsung.
Perkembangan anak tahap awal ini sangat bergantung pada stimulasi, khususnya untuk bersosialisasi dengan orang lain. Lingkungan yang bervariasi akan mendukung perkembangan anak di bidang bahasa, kognitif dan emosional.
Bayi membutuhkan stimulasi, kontak sosial, dan pengasuhan yang responsif, dan semua ini akan terpengaruh selama pandemi dengan cara yang kompleks.
Tim peneliti dari Oxford Brookes University telah melakukan penelitian yang berfokus pada bagaimana pandemi memengaruhi anak. Hasilnya menyebutkan bahwa bayi termasuk kategori usia rentan dan sangat bergantung pada pola asuh.
5. Risiko mengalami kekerasan
Masalah yang dihadapi orang tua selama pandemi seperti ekonomi dan stres, rentan membuat perkembangan anak (terutama psikis) terganggu. Anak pun sangat mungkin berisiko mengalami kekerasan di dalam rumah.
Efek kekerasan, baik fisik maupun mental, bagi perkembangan anak sangat besar. Termasuk di antaranya trauma emosional. Anak rentan tumbuh dengan perasaan takut, cemas, tidak percaya diri, bahkan tidak mau bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.
Demikian ulasan tentang risiko masalah perkembangan anak di masa pandemi COVID-19. Untuk menghindari kondisi ini terjadi, cobalah untuk tetap tenang dan lebih bijak dalam menghadapi Si Kecil ya, Bunda.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tahap Perkembangan Anak Sesuai Usia, Kenali Strategi Pengasuhannya
Bunda Perlu Tahu, Makanan Ini Bisa Picu Kolik pada Bayi
8 Manfaat Pijat untuk Bayi Kolik
Apakah Kolik pada Bayi Berbahaya? Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Bangga! Deretan 8 Ilmuwan Indonesia yang Mendunia Berkat Penemuan Luar Biasa
Angga Yunanda Tulis Surat Menyentuh untuk Shenina Cinnamon Usai Kelahiran Anak Pertama
Kenali Tanda-tanda Anak Sering Diabaikan Orang Tua Tanpa Sadar
Potret Luna Maya dan Maxime Bouttier Liburan di Inggris
5 Rekomendasi Klinik Laktasi Terdekat di Surabaya, Pilih yang Terbaik Bun!
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Outfit Hijab untuk Ibu Hamil, Nyaman Dipakai dan Tetap Stylish
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
7 Rekomendasi Merek Bantal Tidur Hotel yang Bagus
Kenali Tanda-tanda Anak Sering Diabaikan Orang Tua Tanpa Sadar
Bangga! Deretan 8 Ilmuwan Indonesia yang Mendunia Berkat Penemuan Luar Biasa
Angga Yunanda Tulis Surat Menyentuh untuk Shenina Cinnamon Usai Kelahiran Anak Pertama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Buru Buru Berangkat Tapi Mau Jus Sehat? Ini Slow Juicer yang Nggak Ribet
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
IKEA Indonesia Ajak Masyarakat “Luangkan Ruang” agar Rumah Siap Ikuti Perubahan Kehidupan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Suami Kena Tagihan Rp 253 Juta Usai Ketahuan Main Aplikasi Kencan
-
Mommies Daily
Orang Tua Zendaya Punya Cara Mendidik Anak yang Patut Ditiru, Dukung Bakat tanpa Mengorbankan Masa Kecil