sign up SIGN UP search


parenting

Kisah Roro Jonggrang, Legenda Candi Prambanan yang Bisa Diceritakan ke Anak

Annisa Karnesyia Kamis, 02 Sep 2021 16:37 WIB
PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sebelum kembali dibuka. Simulasi itu akan dilakukan sebanyak 3 kali. caption
Jakarta -

Mendongeng bisa menjadi aktivitas bermanfaat untuk mengisi waktu luang bersama Si Kecil. Kegiatan ini juga bisa menumbuhkan minat baca dan daya imajinasi anak, Bunda.

Tak perlu bingung memilih cerita untuk didongengkan ke anak ya. Banyak cerita rakyat Indonesia yang bisa dijadikan materi mendongeng.

Menurut psikolog klinis, dra.Ratih Ibrahim, M.M, dongeng dapat menjadi cara kita mengenalkan budaya Indonesia pada si Kecil. Pada akhirnya, cerita ini bisa bikin anak mencintai kebudayaan itu sendiri.


"Mendongeng cerita rakyat bisa mengenalkan anak dan membuatnya cinta kebudayaan Indonesia. Pengetahuan anak juga akan bertambah luas," kata Ratih, beberapa waktu lalu.

Nah, salah satu cerita rakyat yang bisa dikenalkan ke anak adalah kisah Roro Jonggrang nih. Melalui kisah hidupnya, Si Kecil bisa mengambil pesan moral tentang kehidupan. Selain itu, cerita ini bisa mengajarkan anak tentang asal-muasal candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cerita rakyat Roro Jonggrang

Mengutip buku 100 Cerita Rakyat Nusantara oleh Dian K, kisah Roro Jonggrang bermula saat ayahnya, Raja Prambanan, gugur dari perang melawan Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging. Bandung Bondowoso secara otomatis langsung menguasai Kerajaan Prambanan.

Di saat bersamaan, Bandung Bondowoso juga ingin menjadikan Roro Jonggrang sebagai permaisurinya. Namun, Roro Jonggrang menolak mentah-mentah lamaran Bandung Bondowoso.

Penolakan Roro Jonggrang tersebut membuat Bandung Bondowoso marah. Ia pun mengurung perempuan cantik itu di dalam istana, bersama Bi Sumi dan dayang-dayang lain.

Setiap hari, Bandung Bondowoso terus mendesak Roro Jonggrang untuk menikah dengannya. Hingga pada suatu hari, Roro Jonggrang pun lelah mendengar permintaan itu dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.

"Aku bersedia menjadi permaisurimu, tapi ada syaratnya. Jika kau berhasil memenuhinya, maka aku akan menikah denganmu. Tapi jika kamu gagal, maka izinkanlah aku pergi dari sini," kata Roro Jonggrang pada Bandung Bondowoso.

Mendengar permintaan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso tampak senang. Dengan angkuh dia menjawab yakin bisa memenuhi permintaan Roro Jonggrang.

"Apa pun yang kau minta, pasti akan kuberikan. Jika sampai aku gagal, maka kau tak usah pergi dari sini. Aku yang akan mengembalikan kerajaan ini padamu," jawab Bandung Bondowoso.

Pertunjukan seni teater drama musikal kembali digelar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (7/7) dan Minggu (8/7). Pentas tersebut mengambil tema 'Roro Jonggrang'. File/detikFoto.Pertunjukan seni teater drama musikal kembali digelar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tema 'Roro Jonggrang'. File/detikFoto./ Foto: Rachman Haryanto

Roro Jonggrang tersenyum, "Kalau begitu, buatkan aku seribu candi dalam semalam. Semuanya harus selesai sebelum matahari terbit," ujarnya.

Bandung Bondowoso sempat heran dengan permintaan Roro Jonggrang. Tak lama, dia tertawa bahagia.

"Aku pasti berhasil memenuhi permintaanmu," kata Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso pun langsung beranjak untuk memenuhi permintaan Roro Jonggrang. Ia meminta bantuan pada pasukan jin karena membangun seribu candi dalam waktu semalam adalah pekerjaan mudah bagi bangsa jin.

Benar saja, dalam waktu singkat, bangunan candi mulai tampak. Melihat itu semua, Roro Jonggrang mulai gelisah dan panik.

"Bi Sumi, kita harus melakukan sesuatu! Lihatlah, candinya hampir siap," kata Roro Jonggrang pada Bi Sumi di dalam istana.

Bi Sumi juga tampak panik. Namun, tiba-tiba saja, Bi Sumi memiliki ide untuk membantu Roro Jonggrang.

"Hamba punya ide. Ayo, ikuti hamba," ujar Bi Sumi.

Roro Jonggrang dan Bi Sumi lalu menyelinap ke luar kamar dan menuju ke kamar dayang-dayang yang letaknya tak jauh dari kamar mereka. Bi Sumi lalu memerintahkan para dayang dan pengawal istana yang setia untuk mengumpulkan jerami.

"Untuk apa, Bi?" tanya Roro Jonggrang.

Bi Sumi lalu menempelkan telunjuknya di bibir dan berbisik pada Roro Jonggrang, "Kita akan membakar jerami ini, sehingga langit terkesan menjadi merah, pertanda matahari sudah terbit," katanya.

Setelah jeraminya terkumpul, Bi Sumi lalu membakarnya. Dia juga memerintahkan para dayang untuk menumbuk lesung.

Suara lesung yang bertalu-talu, ditambah semburat api yang memecah langit, membuat suasananya mirip pagi hari. Ayam jantan pun tertipu dan berkokok keras memecah suasana hening.

"Kukuruyukk...kukuruyukkk..."

Mendengar suara ayam jantan, Bandung Bondowoso dan para jin terkejut. Mereka melihat ke langit yang sudah cukup terang.

"Wah, ternyata haru sudah pagi. Kami harus pergi!" teriak para jin sambil bergegas pergi.

Bandung Bodowoso tak berkutik dan membiarkan para jin pergi. Ia lalu memandangi candi buatan para jin dan yakin jumlahnya sudah seribu, sesuai permintaan Roro Jonggrang.

"Roro Jonggrang tak akan bisa mengelak," kata Bandung Bondowoso.

Ia lalu segera mencari Roro Jonggrang untuk melaporkan candi-candi yang sudah dibangunnya. Roro Jonggrag lalu menghitung candi-candi yang sudah selesai.

"997, 998, 999, dan.... jumlahnya kurang satu!" kata Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso tak percaya apa yang didengarnya. Ia lalu menghitung sendiri jumlah candi dan ternyata memang benar, candi yang dibangun pasukan jin hanya berjumlah 999.

Bandung Bondowoso sangat kecewa dan marah. Ia tak menyangka bisa gagal memenuhi permintaan Roro Jonggrang.

"Aku tak pernah kalah. Apa pun yang aku inginkan, pasti akan kudapatkan. Jika aku mau seribu candi, maka aku akan mendapatkannya," ujar Bandung Bondowoso.

"Tapi jumlahnya memang kurang satu. Kau harus menepati janjimu," kata Roro Jonggrang yang mulai takut melihat amarah Bandung Bondowoso.

Tak terima disebut kalah, Bandung Bondowoso lalu meminta Roro Jonggrang menjadi candi keseribu. Dengan kesaktiannya, ia mengubah Roro Jonggrang menjadi patung batu.

"Jika begitu, kau saja yang melengkapi jumlah candi ini. Jadilah kau candi keseribu!" teriak Bandung Bondowoso.

Patung Roro Jonggrang lalu melengkapi jumlah candi menjadi seribu buah. Sampai sekarang, candi-candi tersebut masih berdiri dengan megah di wilayah Prambanan dan disebut dengan nama Candi Sewu. Kisah Roro Jonggrang pun menjadi cerita rakyat yang terkenal di Indonesia.

Simak juga manfaat berdongeng untuk anak, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!