sign up SIGN UP search


parenting

Pesan Moral Dongeng Timun Mas, Gadis Cantik yang Berani Lawan Raksasa Jahat

Melly Febrida Selasa, 06 Oct 2020 16:27 WIB
Family bedtime. Mom and child daughter are reading a book in tent. Pretty young mother and lovely girl having fun in children room. caption

Godaan gadget lebih besar ketimbang membaca di era melek internet. Tapi jangan salah, Bunda, anak-anak zaman sekarang pun masih banyak yang senang dibacakan dongeng anak nusantara. Salah satu yang bisa Bunda pilih cerita rakyat yang berjudul Timun Mas.

Timun Mas ini merupakan cerita rakyat Jawa Tengah, yang menceritakan anak perempuan cantik yang baik hati, cerdas, dan pemberani. Di usia yang masih muda, Timun Mas berani melawan raksasa jahat yang ingin menyantapnya.

Dikutip Cerita Rakyat Nusantara, cerita Timun Mas ini bermula ketika seorang janda tua yang hidup sebatang kara, ia tak memiliki anak.


Karena kesepian, wanita ini sangat mengharapkan kehadiran seorang anak. Wanita tersebut hanya dapat menunggu keajaiban untuk bisa memiliki anak. Ia selalu berdoa siang dan malam kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar dapat diberikan anak.

Saking kuatnya keinginan memiliki seorang anak, wanita itu akhirnya memutuskan meminta bantuan pada raksasa agar memenuhi keinginannya. Sampai akhirnya, raksasa mengabulkan keinginan wanita tua itu.

Syaratnya, jika wanita itu memiliki anak perempuan, harus menyerahkan ke Raksasa untuk dimakannya. Wanita itu pun terpaksa menyanggupi syarat tersebut.

Raksasa itu kemudian memberikan timun kuning yang berukuran besar. Raksasa berpesan dalam timun tersebut akan ada seorang bayi, kalau diletakkan di bawah cahaya lampu senter selama 7 hari.

Janji raksasa benar terbukti, tujuh hari kemudian, timun itu secara perlahan memperlihatkan bayi perempuan yang sedang menangis dalamnya. Karena bayi itu diambil dari dalam mentimun yang berwarna kuning keemasan, maka dinamai Timun Mas.

Suatu ketika, raksasa jahat ingin menyantap Timun Mas.  Kebahagiaan wanita itu pun meredup seketika saat raksasa datang ke desa tempat tinggal wanita tua dan Timun Mas. Raksasa datang untuk menagih janji.

Wanita tua kemudian beralasan Timun Mas masih kecil sehingga dagingnya terlalu empuk dan sangat sedikit. Akhirnya raksasa sepakat kembali lagi ketika Timun Mas berumur 17 tahun.

Wanita tua itu berusaha berbagai cara agar Timun Mas tak disantap raksasa. Ia sampai menemui petapa dan menceritakan masalah yang sedang dihadapi anaknya. 

Mendengar cerita wanita tua itu, pertapa bersedia membantu. Pertapa itu memberikan empat buah bungkusan kecil. Keempat bungkusan ini masing-masing berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. 

"Jika raksasa itu mengejarnya, suruh sebarkan isi bungkusan ini!" jelas pertapa itu.

Setelah mendapat penjelasan itu, wanita tua itu pulang membawa keempat bungkusan tersebut dan menyerahkan dan menjelaskan tujuannya kepada Timun Mas. 

Selang beberapa hari,  raksasa datang dan menagih janjinya. Wanita tua itu tidak gentar lagi menghadapi ancamannya. Dengan tenang, ia memanggil Timun Mas agar keluar dari dalam gubuk. Tak berapa lama, Timun Emas pun keluar lalu berdiri di samping ibunya. 

Ketika raksasa hendak menangkapnya, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya. Raksasa itu pun mengejarnya.  Setelah berlari jauh, Timun Mas mulai kecapaian, dan mengeluarkan bungkusan pemberian pertapa itu.  

Pertama-tama,  Timun Mas menebar biji timun, tiba-tiba hutan di sekelilingnya berubah menjadi ladang timun. Dalam sekejap, batang timun tersebut menjalar dan melilit seluruh tubuh raksasa itu. 

Namun, raksasa itu mampu melepaskan diri dan kembali mengejar Timun Mas. Timun Emas segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. 

Dalam sekejap, jarum-jarum tersebut berubah menjadi rerimbunan pohon bambu yang tinggi dan runcing. Namun, raksasa itu mampu melewatinya dan terus mengejar.

Melihat usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula, hutan yang telah dilewatinya tiba-tiba berubah menjadi lautan luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah. 

Timun Emas mulai cemas, karena senjatanya tersisa satu. Dengan penuh keyakinan, Timun Mas melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. 

Seketika itu pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih. Alhasil, raksasa itu pun tercebur ke dalamnya dan tewas seketika. 

Dari cerita di atas, anak-anak bisa memetik pelajaran bahwa niatan yang jahat seperti yang dilakukan raksasa bisa mendatangkan celaka. Anak-anak juga bisa melihat dengan usaha, kerja keras, dan rasa percaya diri bisa menghadapi segala rintangan. 

Berbicara tentang menumbuhkan percaya diri pada anak, Jeff Nalin, PsyD, seorang psikolog klinis, yang juga Pendiri dan Direktur Eksekutif di Paradigm Malibu Treatment Center, mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan banyak latihan dalam hidup untuk belajar bagaimana mengatur diri sendiri dan mengatasi hambatan. Bunda bisa memberikan anak kesempatan mencoba berbagai hal sendiri, sebelum menawarkan bantuan untuk membangun kepercayaan diri mereka.

"Orang tua harus memupuk kemampuan anak untuk memecahkan masalah karena ini pasti akan jadi bagian rutin dari kehidupan mereka," jelas Nalin.

Bunda, simak juga yuk manfaat tak terduga mendongeng yang bisa bantu mengatasi anak susah makan. Klik video di bawah:

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
fase-anak
Anak Usia 1-3 Tahun Ketahui lebih jauh perkembangan anak 1-3 tahun. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!