sign up SIGN UP search


parenting

Chairul Tanjung Muda: Tak Rendah Diri Bergaul dengan Anak Kaya Meski Miskin

Asri Ediyati   |   Haibunda Rabu, 22 Jun 2022 13:40 WIB
Chairul Tanjung Bagikan e-Book Gratis Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Jauh sebelum masuk ke daftar orang terkaya Indonesia, Chairul Tanjung hidup serba pas-pasan. Terlahir di keluarga tak berada, bukan penghalang Chairul Tanjung muda untuk bisa menempuh pendidikan sebaik-baiknya dan membuat jaring pertemanan yang luas.

Sebelumnya, Chairul Tanjung mengungkapkan kisah sang Bunda, Ibu Halimah, harus bekerja keras untuk membayarkan uang kuliah Chairul Tanjung. Sambil menangis, Ibu Halimah meminta Chairul Tanjung harus belajar dengan serius.

"Dengan genangan air mata, ibu menatap mata saya dengan tajam sambil menepuk pundak dan berbicara, 'Chairul, uang kuliah pertamamu yang ibu berikan beberapa hari yang lalu ibu dapatkan dari menggadaikan kain halus ibu. Belajarlah dengan serius, Nak'," katanya.


"Tapi, justru itu semua menjadi pemicu dan sejak itu saya bertekad untuk tidak meminta uang lagi kepada orang tua."

Chairul Tanjung pernah mengenyam pendidikan di SMP Van Lith di Jalan Gunung Sahari Nomor 91. Mayoritas diisi lulusan SD Van Lith dan SD Budi Mulya. Kata Chairul, sekolah Katolik Belanda ini pada masanya merupakan salah satu sekolah dengan kualitas terbaik di Jakarta.

Banner Lahirkan Bayi Down Syndrome

"Tingkat kedisiplinan ketat dan kualitas belajar tidak jauh berbeda ketika saya sekolah di SD Van Lith. Biaya di sekolah ini sudah pasti lebih mahal dibanding biaya di SMP negeri, jumlah tepatnya saya lupa," kenang Chairul.

Chairul bercerita, mayoritas siswa berasal dari keluarga berada. Tak seperti dirinya. Sebagian besar mereka pulang pergi diantar jemput orang tua, atau bahkan sopir pribadi, sementara ia naik angkutan umum.

"Karena sejak SD teman-teman saya mayoritas berusia jauh di atas dan terbiasa bermain dengan berbagai kalangan, hal ini mungkin merupakan salah satu dasar begitu mudahnya saya berbaur dengan semua teman baru di SMP," ungkapnya.

Walau demikian, Chairul tak pernah merasa rendah diri untuk bergaul dengan teman-temannya. Justru, ia merasa beruntung.

"Lazimnya, anak orang miskin merasa rendah diri ketika bergaul dengan anak dari keluarga orang kaya. Saya sebaliknya, justru karena saya miskin, sebisa mungkin saya harus bergaul dengan banyak orang dari berbagai latar belakang keluarga," kata Chairul.

Bunda ingin mengetahui lebih jauh perjalanan hidup Chairul Tanjung? Kisah selengkapnya bisa Bunda baca dengan mendownload e-book Chairul Tanjung-Si Anak Singkong di sini secara gratis dan dapatkan kesempatan dinner bareng Chairul Tanjung.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!