PARENTING
Apakah Pneumonia Bayi Bisa Sembuh Sendiri? Simak Penanganan yang Tepat
Humidatun Nisa' | HaiBunda
Senin, 07 Aug 2023 20:00 WIBPneumonia menjadi salah satu penyakit yang akhir-akhir ini banyak menyerang bayi dan balita. Pnemuonia sendiri adalah infeksi paru-paru. Biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Kuman ini membuat kantung udara di paru-paru terisi cairan dahak atau lendir, Bunda. Ini membuatnya sulit bernapas dan menyebabkan Si Kecil batuk.
Mengutip dari Stanfordchildrens, beberapa bakteri dan virus yang menyebabkan pneumonia pada anak, dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi.
Lantas apakah pneumonia pada bayi bisa sembuh sendiri, Bunda? Yuk simak penanganan yang tepat.
Jenis pneumonia dari asal penularannya
Berdasarkan penjelasan Healthline, pneumonia dikelompokkan sebagaimana berikut berdasarkan kemunculannya:
1. Pneumonia yang didapat di rumah sakit (HAP)
Dapat dikatakan jenis pneumonia bakteri ini bisa lebih serius daripada jenis lain karena bakteri yang muncul bisa jadi lebih kuat melawan antibiotik, Bunda. Sebagaimana namanya, bakteri ini didapat selama bayi tinggal di rumah sakit.
2. Penumonia yang didapat masyarakat (CAP)
Jenis yang satu ini meliputi macam-macam pneumonia yang diperoleh di luar rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Community-acquired pneumonia (CAP) dapat disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun jamur.
3. Pneumonia terkait ventilator (VAP)
Ketika orang yang menggunakan ventilator terkena pneumonia, itu disebut VAP.
4. Pneumonia aspirasi
Bunda dapat memperolehnya dari makanan, minuman, atau air liur. Ini lebih mungkin terjadi jika Bunda memiliki masalah menelan, atau jika Bunda dibius karena penggunaan obat-obatan, alkohol, atau obat lain.
5. Pneumonia berjalan
Pneumonia ini lebih ringan. Orang dengan pneumonia berjalan mungkin bahkan tidak tahu bahwa mereka menderita pneumonia. Gejala mereka mungkin terasa lebih seperti infeksi pernapasan ringan daripada pneumonia. Namun, pneumonia berjalan mungkin memerlukan periode pemulihan yang lebih lama.
Gejala pneumonia pada anak
Gejala pneumonia mungkin sedikit berbeda untuk setiap anak. Mereka mungkin juga bergantung pada apa yang menyebabkan pneumonia. Kasus pneumonia bakteri cenderung terjadi secara tiba-tiba dengan gejala berikut:
- Batuk yang menghasilkan lendir
- Sakit batuk
- Muntah atau diare
- Kehilangan selera makan
- Kelelahan (fatigue)
- Demam
- Panas dingin
- Nafas cepat atau keras
- Sakit kepala
- Rewel
Pneumonia pada bayi
Seorang anak lebih mungkin terkena pneumonia jika dia memiliki:
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti dari kanker
- Masalah kesehatan (kronis) yang sedang berlangsung, seperti asma atau cystic fibrosis
- Masalah dengan paru-paru atau saluran udara
Selain itu, anak-anak di bawah usia 1 tahun berisiko jika berada di sekitar perokok pasif. Ini banyak terjadi pada anak yang diasuh ibu dengan kebiasaan merokok.
Cara mendiagnosis pneumonia
Si Kecil mungkin akan mendapat diagnosis melalui cara berikut untuk mengetahui pneumonia yang dialaminya:
- Rontgen dada
Tes ini membuat gambar jaringan internal, tulang, dan organ.
- Tes darah
Hitung darah mencari tanda-tanda infeksi. Tes gas darah arteri melihat jumlah karbon dioksida dan oksigen dalam darah.
- Kultur dahak
Tes ini dilakukan pada lendir (dahak) yang dikeluarkan melalui batuk dari paru-paru dan masuk ke mulut. Ini dapat mengetahui apakah Si Kecil mengalami infeksi. Tidak rutin dilakukan karena sulit mendapatkan sampel dahak dari anak.
- Oksimetri nadi
Oksimeter adalah mesin kecil yang mengukur jumlah oksigen dalam darah. Untuk mendapatkan pengukuran ini, penyedia menempelkan sensor kecil ke jari tangan atau kaki. Saat mesin menyala, lampu merah kecil terlihat di sensor. Sensornya tidak sakit dan lampu merahnya tidak panas.
- CT scan dada
Tes ini mengambil gambar struktur di dada. Itu sangat jarang dilakukan.
- Bronkoskopi
Prosedur ini digunakan untuk melihat ke dalam saluran udara paru-paru. Itu sangat jarang dilakukan.
- Kultur cairan pleura
Tes ini mengambil sampel cairan dari ruang antara paru-paru dan dinding dada (ruang pleura). Cairan dapat terkumpul di area tersebut karena pneumonia. Cairan ini mungkin terinfeksi oleh bakteri yang sama dengan paru-paru. Atau cairan tersebut mungkin saja disebabkan oleh peradangan di paru-paru.
Cara menangani anak dengan pneumonia
Beberapa anak mungkin dirawat di rumah sakit jika mengalami masalah pernapasan yang parah. Selama di rumah sakit, perawatan mungkin termasuk:
• Antibiotik secara IV (intravena) atau melalui mulut (oral) untuk infeksi bakteri
• Cairan IV jika Si Kecil tidak dapat minum dengan baik
• Terapi oksigen
• Sering menyedot hidung dan mulut anak untuk membantu menghilangkan lendir yang kental
• Perawatan pernapasan, seperti yang diperintahkan oleh penyedia layanan kesehatan yang menangani Si Kecil.
Cara mencegah pneumonia pada anak
Menurut Kidshealth, anak-anak dengan pneumonia perlu banyak istirahat dan minum banyak cairan sementara tubuh bekerja melawan infeksi. Dengan pengobatan, sebagian besar jenis pneumonia bakteri sembuh dalam 1-2 minggu. Pneumonia berjalan dan pneumonia virus mungkin membutuhkan waktu 4–6 minggu untuk hilang sepenuhnya.
Maka jika terdapat pertanyaan apakah pneumonia pada bayi bisa sembuh sendiri? Bunda harus mengambil langkah penting konsultasi ke dokter. Sebab hanya tenaga medis yang tepat yang dapat menyarankan penanganan yang bisa Bunda lakukan. Entah dengan pengobatan mandiri di rumah atau dengan pendekatan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Cara lain untuk mencegah pneumonia adalah menjaga kebersihan, Bunda. Jika memungkinkan, jauhkan anak-anak dari siapa pun yang memiliki gejala (hidung tersumbat atau pilek, sakit tenggorokan, batuk) infeksi pernapasan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Gejala dan Cara Mencegahnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penyebab Radang Paru pada Bayi, Cara Mengobati, dan Waktu Penyembuhannya
Pneumonia pada Anak: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pantangan Makanan
Bolehkah Bayi 3 Bulan Minum Air Putih?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif