PARENTING
4 Tips Sederhana agar Anak Tidak Terlalu Banyak Screen Time Menurut Psikolog
kusmiyati | HaiBunda
Sabtu, 16 Mar 2024 17:28 WIBBunda bingung mengatasi anak yang terlalu banyak screen time dan khawatir Si Kecil kecanduan gadget? Ternyata ada tips sederhana yang bisa diterapkan di rumah.
Mengelola penggunaan gadget agar anak-anak tidak menatap layar berlebihan memang menjadi tantangan tersendiri untuk orangtua di masa sekarang.
Bahkan menurut Jajak Pendapat Nasional Rumah Sakit Anak C.S Mott di Amerika Serikat tahun 2023, lebih dari dua pertiga orang tua menyimpan kekhawatiran besar terkait screen time atau tingginya waktu penggunaan gadget pada anak.
Seorang Psikolog dan Peneliti Media Anak-anak di SRI International, Claire Christensen berpendapat adakalanya orangtua bersikap santai agar tidak menjadi beban. Ia juga menyebut jika tidak semua screen time berdampak buruk.
Melansir dari CNBC Make It, menonton konten pendidikan berkualitas tinggi dapat membantu anak mempelajari keterampilan penting dan mengembangkan kecerdasan emosional. Hal tersebut membuat Si Kecil tumbuh menjadi orang dewasa yang sukses.
"Saya mendorong para keluarga agar duduk bersama dan memikirkan hal-hal yang perlu dipenuhi kebutuhan anak-anak," kata Christensen.
Tips agar anak tidak terlalu banyak screen time menurut psikolog
Psikolog Christensen menyarankan agar orangtua mengupayakan cara yang lebih baik untuk beralih dari screen time, seperti ngobrol atau main bersama anak. Psikolog ini pun membagikan empat tips sederhana untuk mengelola waktu penggunaan gawai atau gadget tanpa membuat anak menjadi tantrum.
1. Konsisten terapkan aturan
Christensen mengatakan orang tua harus tetap menerapkan aturan yang jelas tentang kapan dan berapa lama anak boleh berinteraksi dengan gadget. Tak hanya itu, Bunda juga perlu membantu mengarahkan anak ke konten yang lebih berkualitas.
"Penelitian menunjukkan anak-anak cenderung tidak memiliki masalah terkait penggunaan gadget, jika orang tua mereka mempunyai aturan,” ujarnya.
2. Waspada tontonan konten berdurasi pendek
Ada banyak penelitian yang menunjukkan video berdurasi pendek, seperti TikTok berdurasi 60 detik hingga video YouTube berdurasi 10 menit, berdampak negatif meskipun memberikan kepuasan tersendiri pada anak.
"Video pendek memberikan pengaruh yang kuat bagi anak-anak, sehingga membuat mereka lebih sulit untuk berhenti menonton," kata Christensen.
Oleh karena itu, arahkan Si Kecil untuk menonton konten yang lebih panjang, seperti acara TV yang narasinya dirangkai dalam episode berdurasi 30 menit.
3. Ciptakan aktivitas sebagai pengalihan screen time
Alihkan perhatian anak dari screen time ke aktivitas lainnya. Misalnya Ayah dan Bunda ingin mengalihkan screen time ke waktu makan, bisa ditawarkan pilihan makanan atau minuman sebagai penarik perhatian.
Bunda dan Ayah juga dapat bermain atau membaca buku bersama anak. Hal ini juga bisa menjadi waktu untuk orangtua dan anak melakukan bonding.
4. Pengaturan lewat aplikasi
Beberapa smartphone memiliki pengaturan bawaan yang bisa membantu menetapkan batas waktu penggunaan gadget. Manfaatkan beberapa platform serta saluran tertentu, seperti YouTube Kids untuk menetapkan batasan berapa banyak konten yang dapat ditonton dalam satu waktu.
Bunda punya pengalaman mengatasi anak yang terlalu banyak screen time? Bagikan ceritanya di kolom komentar yuk.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Zara Maharani, Juara Olimpiade Matematika yang Jadi Guru Bahasa Inggris di Panti Asuhan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Membatasi Screen Time pada Anak Menurut Psikolog, Bunda Perlu Tahu
Benarkah Anak Terlalu Banyak Screen Time Jadi Lebih Sering Tantrum?
Cerita Nadia Mulya Tak Batasi Anak Main Gadget, Ternyata Ini Alasannya
5 Cara Jitu Batasi Screen Time untuk Si Kecil Tanpa Membuatnya Ngambek
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Catokan Motion-Responsive: Beneran Bikin Rambut Sehalus Klaimnya?
-
Beautynesia
6 Kebiasaan Hemat Orang Dulu yang Perlu Diikuti oleh Orang Zaman Sekarang
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 12 Agustus: Taurus Manis di Bibir, Scorpio Lagi Mesra
-
Mommies Daily
10 Cara Mengajarkan Literasi Keuangan kepada Anak Remaja Menurut Ahli, Bijak Mengelola Uang